EVAKUASI: Polisi saat mengevakuasi jenazah Mbah Amin yang ditemukan tewas dengan luka bacok di dalam kamarnya. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
EVAKUASI: Polisi saat mengevakuasi jenazah Mbah Amin yang ditemukan tewas dengan luka bacok di dalam kamarnya. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL– Seorang kakek berumur 80 tahun tewas dibunuh. Mayatnya ditemukan dalam kondisi bersimbah darah di dalam kamar rumahnya Desa Juwiring Lor  RT 01 RW 19 Desa Juwiring, Kecamatan Cepiring, Kendal. Kondisi tubuhnya penuh dengan sabetan senjata tajam di bagian punggung dan wajah.

Kakek malang tersebut diketahui bernama Amin. Mayatnya kali pertama ditemukan oleh anaknya, Siti Ngaisah. Saat itu, seperti biasanya setiap pagi ia selalu mengantarkan makanan untuk ayahnya. Sebab, setelah ibu kandungnya meninggal, ayahnya tinggal sendiri di rumah. Sehingga tidak ada yang merawat dan memasak.

Setiap hari, ia selalu melihat ayahnya duduk di ruang tengah. Ia juga yang selalu menyajikan makanan di depannya. Namun kemarin (7/4), ia tidak melihat ayahnya duduk di ruang tengah. “Saya sempat curiga, kemudian mencari ayah ke beberapa ruangan,” katanya.

Siti pun masuk ke kamar tidur ayahnya. Alangkah terkejutnya dia melihat tubuh ayahnya sudah bersimbah darah akibat sabetan senjata tajam di bagian kepala dan punggung.  “Saya kaget lalu berteriak minta tolong pada tetangga sekitar,” tuturnya.

Kejadian tersebut langsung dilaporkan ke perangkat desa diteruskan ke Polsek Cepiring dan Polres Kendal. Petugas Polres Kendal yang mendapatkan laporan kasus pembunuhan itu langsung menuju ke tempat kejadian perkara (TKP). Polisi kesulitan meminta keterangan saksi, karena korban tinggal sendiri di dalam rumah, dan barang bukti yang digunakan untuk membunuh korban belum ditemukan. Guna penyelidikan dan mengumpulkan barang bukti, polisi memasang police line di rumah korban.

Selain itu, polisi mengerahkan anjing pelacak untuk mencari barang bukti alat yang digunakan untuk menghabisi korban. Anjing pelacak sempat mengendus salah satu ruang di dalam kamar, namun tidak ditemukan barang bukti.

Siti mengaku jika selama ini ayahnya tidak mempunyai musuh atau permasalahan dengan orang lain. Sebab, selama ini ayahnya lebih sering berada di dalam rumah ketimbang keluar.

Kemungkinan adanya maling atau rampok, menurutnya juga tidak mungkin. Sebab, di dalam rumah juga tidak ada barang berharga. “Tidak ada barang berharga sama sekali. Karena ayah saya sudah sepuh dan sudah agak pikun,” ujarnya.

Kasat Reskrim Polres Kendal, AKP Aris Munandar, mengatakan, kasus tersebut masih dalam penyelidikan kepolisian. Melihat luka di tubuh korban, besar kemungkinan Amin adalah korban pembunuhan.

“Kami masih mendalami kasus ini dengan mencari barang bukti dan memeriksa para saksi. Dugaan sementara, korban tewas dengan cara disabet menggunakan senjata tajam di kepala, wajah dan punggung,” terangnya.

Namun demikian, Kasat Reskrim belum bisa memastikan motif dan modus yang digunakan pelaku untuk menghabisi nyawa korban. Polisi menemukan sebuah tas warna hitam berisi pakaian yang berada di sekitar rumah korban. Tapi polisi belum bisa memastikan apakah tas yang tertinggal tersebut milik pelaku atau bukan. “Untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut, kami membawa jenazah korban ke Rumah Sakit Soewondo untuk dilakukan otopsi,” katanya. (bud/aro)