Calon Ketua Peradi Bersaing Ketat

663

SEMARANG – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Semarang yang digelar hari ini, Sabtu (8/4), tiga calon ketua Peradi bersaing ketat. Ketiganya adalah calon petahana M. Reza Kurniawan; Wakil Ketua Bidang Organisasi, Rahmulyo Adiwibowo; dan Wakil Sekretaris Sunarto.

Ketiga calon kompak menghadiri acara debat kandidat yang diselenggarakan DPC Ikatan Penasihat Hukum Indonesia (IPHI) Kota Semarang, di Hotel Pandanaran, Kamis malam (6/4) kemarin. Debat dipandu langsung oleh Dekan Fakultas Hukum (FH) Untag Semarang, Edy Lisdiyono.

Dalam kesempatan itu, Sunarto berjanji memaksimalkan bidang advokasi dan konsultasi aktif terhadap para anggota Peradi jika terpilih nanti. ”Sekalipun sudah ada pada kepemimpinan sebelumnya, namun program itu kurang efektif dan tidak berjalan lancar,” katanya.

Sedangkan, Rahmulyo Adiwibowo berjanji akan menyediakan kantor khusus untuk Peradi Semarang. Menurutnya kantor sangat penting dimiliki, sehingga harus diusahakan ada sendiri, tanpa bersinggungan dengan kantor advokat milik pribadi ketuanya. ”Kantor sebagai rumah. Itu cita-cita lama. Advokat harus punya kantor tetap. Itu jadi ruang interaksi dan komunikasi serta menjadi kebanggaan,” katanya.

Reza Kurniawan jika terpilih lebih menekankan pentingnya peningkatan kapasitas advokat. ”Karena banyak advokat muda yang masih lemah dalam beracara dan melakukan analisa hukum,” katanya.

Sementara Ketua IPHI Kota Semarang Djarot Wijayato berpesan agar para kandidat calon ketua dan pendukungnya bisa menjaga situasi agar tetap kondusif menjelang Musyawarah Cabang (Muscab), sehingga bisa berjalan tenang dan damai. ”Siapa pun yang menjadi pemenangnya, semua tetap bersaudara. Tak ada gontok-gontokan. Siapa pun yang menang jangan jumawa, bagi yang kalah juga harus legawa,” kata Djarot dalam sambutan.

Menurutnya, acara tersebut sangat tepat untuk memperkenalkan visi, misi, dan program terkait pencalonannya sebagai Ketua Peradi Semaramg di bawah kepemimpinan pusat Fauzie Yusuf Hasibuan.

”Debat ini dilakukan untuk memberikan stimulan kepada para calon ketua. Bahkan, baru kali ini acara debat dilakukan menjelang perhelatan pemilihan ketua, serunya tak kalah dengan pemilihan kepala daerah,” ungkapnya.

Dekan FH Untag Semarang, Edy Lisdiono juga meminta para pasangan calon agar saling berangkulan dan jangan sampai terjadi pertengkaran. ”Jangan sampai ada pertengkaran, bagaimanapun advokat Peradi harus bisa turut menyukseskan jalannya muscab,” tandasnya. (jks/ida/ce1)