15 Napi Anak, Ikuti UTS di Lapas

762
PENGAWAS UJIAN: Humas Lapas Kelas IA Semarang, Fajar Shodiq saat mengawasi UTS WBP anak binaannya. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PENGAWAS UJIAN: Humas Lapas Kelas IA Semarang, Fajar Shodiq saat mengawasi UTS WBP anak binaannya. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Lima belas warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang merupakan narapidana anak di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IA Kedungpane, Semarang, sebagian mengikuti Ujian Tengah Semester (UTS) Paket B dan C. Mereka yang tersangkut kasus mulai narkoba, pengeroyokan dan pencurian akan mengikuti UTS selama satu minggu mulai Senin (3/4) hingga Sabtu (8/4) besok, dimulai pukul 09.00 hingga 12.00.

”Yang mengikuti UTS ada 15 Mas. Kalau Ujian Nasional (Unas) baru akan dimulai 15 April mendatang. Kami melihat, mereka sangat antusias mengikuti UTS di Lapas. Semua anak menyatakan tidak ingin terputus sekolahnya, walau di dalam jeruji sekalipun,” kata Kepala Seksi Bimbingan Kemasyarakatan Lapas Kelas IA Kedungpane Semarang, Ari Tris Ochtia Sari melalui humasnya, Fajar Shodiq kepada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (7/4) kemarin.

Fajar menjelaskan, pelaksanaan ujian tersebut dilakukan di ruang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) Lapas Semarang. Selama UTS berlangsung, lanjut Fajar, mereka didampingi oleh petugas pengawas gabungan dari Lapas Semarang dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Bangkit, Ngaliyan, Semarang. ”Sebanyak 15 anak yang mengikuti UTS diawasi langsung oleh 2 orang dari tim pengawas gabungan,” ujarnya.

Adapun sejumlah mata pelajaran yang diikutkan dalam UTS, untuk paket B mulai Matematika, Pendidikan Kewarganegaraan (PKn), Bahasa Indonesia, Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Bahasa Inggris, Penjaskes, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Bahasa Jawa, Pendidikan Agama, Komputer (TIK), dan Seni Budaya.

Sedangkan paket C meliputi Pendidikan Agama, Bahasa Indonesia, Geografi, Bahasa Inggris, PKn, Penjaskes, Ekonomi, Sosiologi, Sejarah, Matematika, Bahasa Jawa, Seni Budaya, dan TIK.

Salah seorang siswa yang juga narapidana anak berinisial AS mengatakan bahwa dirinya sangat senang dengan adanya UTS tersebut. Ia juga senang, karena nantinya setelah keluar dari tahanan akan mendapatkan ijazah sesuai dengan anak-anak yang sekolah di luar jeruji besi. ”Senang sekali malahan cepet-cepet ada ujian,” kata AS yang merupakan narapidana kasus narkoba dengan vonis 4 tahun tersebut. (jks/ida/ce1)