UM Magelang Terapkan Kebhinekaan

Must Read

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di...

MAGELANG–Intoleransi dan tindakan kekerasan masih kerap terjadi. Salah satu hal penyebabnya yakni semakin bergesernya pola hidup berdasarkan kekeluargaan dan kegotongroyongan ke arah kehidupan yang indivudulias. Intoleransi yang dapat memicu konflik antara umat beragama seperti penolakan pendirian tempat ibadah, perusakan tempat ibadah serta intimidasi masih kerap terjadi dalam kehidupan bermasyarakat.

Di wilayah Magelang, beberapa potensi konflik intoleransi juga masih terjadi. Namun demikian, konflik tersebut dapat diselesaikan oleh Polres Magelang. “Masalah tersebut dapat diselesaikan melalui musyawarah antara pihak yang berseberangan,” tutur Kapolres Magelang AKBP Hindarsono SH SIK MHum saat menjadi narasumber dalam seminar Kebhinekaan dan Toleransi Beragama di Aula Fikes, Rabu (5/4). Seminar digelar sebagai kerjasama antara Fakultas Hukum UM Magelang, Polres Magelang, serta Kodim 0705/Magelang.

Rektor UM Magelang Ir Eko Muh Widodo MT yang membuka acara menyampaikan bahwa UM Magelang telah menerapkan azas kebhinekaan. Mahasiswa UM Magelang juga berasal dari berbagai agama, meskipun mayoritas beragama Islam. ”Namun mereka mendapatkan hak yang sama dengan mahasiswa yang beragama Islam,” ujar Eko. Komandan Kodim 0705/Magelang Letkol Inf Hendra Purwanasari SSos juga menyampaikan sambutan di hadapan para peserta seminar.

Selain Kapolres Magelang, Dr Dyah Adriantini Shinta Dewi SH MHum juga menjadi pemateri dengan tema Bhineka Tunggal Ika sebagai Paradigma dalam Penegakan Hukum Konsep Negara Hukum Pancasila. Dyah menegaskan, untuk menegakkan konsep negara yang berketuhanan sebagai realisasi dari kebhinekaan dengan berdasarkan pada sikap toleransi, kekeluargaan dan gotong royong sebagai pencerminan Pancasila, maka perlu adanya penguatan sistem hukum yang berlaku dalam aktivitas ketatanegaraan di Indonesia.

“Sistem hukum tersebut meliputi tiga unsur yakni subtansi, struktur, dan budaya hukum. Unsur subtansi tercakup dalam pasal 29 UUD 1945. Sedangkan struktur adalah penyelenggara negara yang wajib mengawal dan mengawasi pasal 29 UUD 1945. Adapun budaya hukum menjadi dominan karena bersumber dari perilaku masyarakat untuk saling menghormati perbedaan,” ungkap Dyah yang baru saja menyelesaikan studi Doktor tersebut. (*/jpg/ton)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Random News

Hendi Titip 4 Hal Buat ASN Jelang Cuti Lebaran

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Ada empat poin penting dalam arahan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat memimpin apel terpusat bersama para pejabat dan karyawan Pemkot...

Bupati Widya Ajak Cinta Batik Kendal

KENDAL - Guna memasarkan produk batik khas Kendal, Bupati Kendal Widya Kandi Susanti menggelar Pemilihan Putra-Putri Batik dalam peringatan hari jadi ke-410 Kabupaten Kendal....

Laka Lantas Pelajar, 60 Persen Tak Kantongi SIM

SEMARANG - Kasus kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di Jateng mengalami peningkatan signifikan. Korban didominasi kalangan pelajar, yang hampir 60 persennya belum mengantongi Surat...

Polisi Diminta Tak Bolak-Balikkan Kasus

SEMARANG - Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mendorong anggotanya agar lebih profesional dalam menjalankan tugasnya. Selain itu, polisi juga diharapkan menegakkan hukum dengan tegas,...

More Articles Like This

- Advertisement -