Pemkab Dinilai Lambat Bekerja

Mahasiswa Desak Pembangunan Pasar Induk

705
ORASI: Puluhan peserta aksi dari PMII menyampaikan tuntutannya di depan gedung Setda Wonosobo, Kamis (6/4). (Ahmad zainudin/jawa pos radar kedu)
ORASI: Puluhan peserta aksi dari PMII menyampaikan tuntutannya di depan gedung Setda Wonosobo, Kamis (6/4). (Ahmad zainudin/jawa pos radar kedu)

Wonosobo – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Wonosobo menggelar aksi damai di depan gedung Setda, Kamis (6/4). Mereka mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonosobo untuk secepatnya membangun pasar induk.

Pemkab dituding bekerja lambat dalam urusan pembangunan pasar induk. Dengan bukti, waktu dua tahun lebih usai pasar induk terbakar, belum ada tanda-tanda pasar sedang dibangun. Padahal lambatnya pembangunan pasar induk ini, menurut peserta aksi, sangat mengecewakan dan menyengsarakan pedagang.

“Pembangunan pasar induk molor terus. Bupati hanya janji-janji. Kalau terus dibiarkan seperti ini, jangan malu kalau kabupaten Wonosobo menjadi kabupaten termiskin. Memang rakyat sengaja dibuat miskin oleh pemerintahannya sendiri,” ucap salah satu orator.

Selain lambat bekerja, pemerintah juga dinilai tidak pernah mensosialisasikan semua tahapan pembangunan sehingga membuat pedagang semakin gelisah. Tak hanya itu, janji-janji manis Pemkab ke pedagang kerap tidak ditepati. “Dulu pemerintah pernah berjanji mau membangun pasar induk di 2016 dan selesai tahun 2018. Nyatanya sekarang, dimulai saja belum,” kata Ketua Umum PMII Kabupaten Wonosobo Ahmad Latif.

Bukan saja persoalan pasar induk yang disorot, perpanjangan kontrak Rita Pasaraya juga dikritisi. Diantaranya mengenai inskonsitensi pernyataan bupati mengenai memutus atau memperpanjang kontrak Rita Pasaraya. Pada pernyataan awal saat audiensi dengan PPPIW di gedung Paripurna DPRD, bupati mengatakan Rita Pasar tidak diperpanjang. Namun di pertemuan berikutnya yang berlangsung di Setda, operasional Rita Pasaraya akhirnya diperpanjang.

Sekretaris Daerah Wonosobo Eko Sutrisno yang menemui peserta aksi menegaskan, pasar induk dipastikan akan segera dibangun. Tahapan demi tahapan telah selesai dilaksanakan. Tinggal menunggu satu lelang jasa konstruksi yang diperkirakan akan selesai pada 22 Juni 2017.

“Setelah lelang jasa konstruksi ini selesai, langsung dibangun, jadi tak lama lagi,” katanya.

Mengenai kontrak Rita Pasaraya, ia memastikan manajemen Rita akan patuh dan tidak ada lagi istilah perpanjangan kontrak. Waktu 11 bulan yang diberikan untuk membangun gedung Rita di tempat baru akan dipatuhi.

“Saya pastikan tidak ada toleransi lagi. Rita juga sudah mengupayakan itu,” katanya.

Pantauan koran ini, meski sempat diwarnai aksi saling dorong antara petugas kepolisian dengan peserta di pintu gerbang Setda, namun aksi tetap berjalan kondusif. Sebelum menyampaikan aspirasi di depan gedung Setda, peserta aksi terlebih dahulu menyampaikan aspirasinya di gedung dewan dengan tuntutan sama. Usai mendapat tanggapan dari Sekretaris Daerah, peserta aksi meneruskan aksinya dengan longmarch ke Taman Plaza, kemudian memutar sampai Alun-alun sebelum membubarkan diri.(cr2/ton)