33 C
Semarang
Rabu, 15 Juli 2020

Kota Lama Angkat Tema Perdagangan Gula

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

SEMARANG – Kota Lama Semarang akan mengusung tema Pusat Perdagangan Gula Dunia untuk mengejar target menjadi World Heritage Site UNESCO. Tema tersebut dirasa cocok sebab Kota Semarang pernah menjadi pusat bisnis gula dunia yang dijalankan Oei Tiong Ham.

”Temanya tema gula, karena untuk menjadi world heritage harus ada temanya. Namun nantinya tidak hanya memprioritaskan bangunan milik Oei Tiong Ham,” ujar Ketua Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L), Hevearita Gunaryanti Rahayu saat paparan dalam “Kick Off Penyusunan Studi Penetapan dan Pra Desain Kawasan Prioritas Kota Lama Semarang” di Novotel, Kamis (6/4).

Dalam acara yang digelar Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR) tersebut, Hevearita berujar, Kota Lama harus dijadikan living heritage sebelum menjadi world heritage. Selain bangunan-bangunan milik Raja Gula Asia, tema tersebut dapat dikaitkan dengan keberadaan menara pandang syahbandar dan jalur pelayaran yang dikelola Samudera Indonesia.

Kementerian PU-PR akan mengucurkan dana Rp 40 miliar guna pengembangan Kota Lama. Sedangkan Pemprov Jateng hanya membantu Rp 5 miliar.

Ita-sapaan akrab Hevearita menyambut baik langkah Kementerian PU-PR yang membuka diri. Hal tersebut merupakan tindak lanjut audiensi ke Kementerian yang konsen dengan perkembangan Kota Lama. ”Bahkan Kementerian tak hanya ingin mengembangkan Kota Lama. Tapi sampai ke kampung Arab di Kauman, hingga Pecinan,” kata Wakil Wali Kota Semarang tersebut.

Saat ini, Kota Lama Semarang tetap masuk dalam daftar sementara warisan budaya dunia UNESCO. Sementara dua tentative list lainnya, yaitu Sawahlunto dan Kota Tua telah dicoret. Dia optimistis Kota Lama akan tembus menjadi World Heritage Site. Optimisme tersebut muncul setelah dirinya bertemu dengan perwakilan UNESCO di Paris, Perancis, beberapa waktu lalu. ”Bahkan kami ditunjuk jadi salah satu narasumber pencegahan bencana di kawasan heritage yang digelar di Penang, Malaysia. Dua narasumber lainnya dari Malaka dan Fiji,” tandasnya.

Sementara Nur Miladan dari Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Sebelas Maret (UNS) mengatakan, untuk menjadi kawasan kota pusaka yang resilien, sejumlah infrastruktur dibutuhkan. Di antaranya prasarana drainase dan polder seperti kanal, kolam retensi, dan sistem pompa. Selain itu, jalan, trotoar, dan jembatan, ruang terbuka hijau yang adaptif banjir. Prasarana persampahan dan air limbah terpadu mengikuti struktur jalan dan air bersih terpadu juga tak kalah penting untuk dibangun. (ric/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Indeks Konflik Pilkada Rendah Kudus Belajar ke Batang

BATANG-Dinobatkan sebagai daerah dengan indeks konflik dan kerawanan Pilkada terendah se-Jawa Tengah, bahkan tingkat nasional, Kabupaten Batang mulai jadi jujugan daerah lain untuk belajar....

SS : Popularitas Naik 100 Persen

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pasangan calon (paslon) nomor urut 2, Sudirman Said-Ida Fauziah tetap optimistis meski angka popularitas dari hasil survei yang dilakukan internal Partai...

Jateng Perlu Meniru Sulsel

SEMARANG – DPRD Jateng mengaku kagum dengan keberhasilan Pemprov Sulawesi Selatan (Sulsel) dalam pengambilalihan kewenangan SMA/SMK. Semua itu tidak terlepas adanya kerja sama yang...

Sukses di Magelang, Lanjut ke Banyumas

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Kehadiran Festival Kuliner (Feskul) di Magelang menyita perhatian pencinta kuliner asal Magelang juga sekitarnya. Pengunjung bisa menikmati beragam menu makanan dan...

InBalance Manjakan Wanita di Hari Kartini

SEMARANG – Olahraga untuk sekadar bugar atau membentuk badan agar ideal sudah menjadi gaya hidup warga, terutama di perkotaan seperti Semarang. Sejumlah pusat kebugaran...

Diramaikan Lebih dari 400 Atlet Bulu Tangkis

MAGELANG-Lebih dari 400 atlet bulu tangkis dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Tengah (Jateng) dan Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (31/3) siang nanti bakal tampil meramaikan...