Klaim UNBK SMK Minim Masalah

1072
SUKSES: Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah Drs Gatot Bambang Hastowo MPd mendampingi Wakil Gubernur Jateng Drs Heru Sudjatmoko MSi memantau pelaksanaan ujian nasional di SMKN 3 Purbalingga dan SMKN 1 Bojongsar, kemarin. (RADAR BANYUMAS/JPG)
SUKSES: Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah Drs Gatot Bambang Hastowo MPd mendampingi Wakil Gubernur Jateng Drs Heru Sudjatmoko MSi memantau pelaksanaan ujian nasional di SMKN 3 Purbalingga dan SMKN 1 Bojongsar, kemarin. (RADAR BANYUMAS/JPG)

PURBALINGGA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah mengklaim jika Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMK berjalan bagus dan lancar. Meski tetap ada masalah teknis seperti padamnya listrik PLN, namun sudah bisa diatasi. Demikian juga jika server lambat sudah ditangani teknisi yang siap di semua sekolah penyelenggara.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah Drs Gatot Bambang Hastowo MPd ketika mendampingi Wakil Gubernur Jateng Drs Heru Sudjatmoko Msi saat memantau pelaksanaan ujian di SMKN 3 Purbalingga dan SMKN 1 Bojongsari, kemarin.

Justru, menurutnya, persoalan ke depan yaitu masih belum semua SMK bisa memenuhi kebutuhan minimal komputer sepertiga dari jumlah peserta UNBK. Imbasnya, sekolah itu masih harus menumpang di sekolah lain yang memiliki fasilitas komputer memadai. “Ke depan, kami akan mendorong sekolah bersangkutan untuk bisa memenuhi sarpras komputer. Entah itu dari bantuan pemerintah maupun swadaya sekolah dari orang tua siswa maupun masyarakat,” katanya.

Gatot kembali mengingatkan, saat ini pelaksanaan pendidikan di sekolah bukan hanya tanggung jawab mutlak sekolah dan pemerintah. Namun masyarakat juga berhak berpartisipasi ikut mendukung sarpras sekolah. “Hal terpenting ketika akan menarik sumbangan dari orangtua atau masyarakat, harus melalui rapat komite dan mendapatkan dukungan dari orangtua dan komite sekolah sebagai legitimasi orangtua siswa. Jangan sampai memaksakan,” tambahnya.

Dari dua sekolah yang dipantau kemarin, ujian berlangsung tertib dan aman. Suasana ruangan juga sangat mendukung dan tidak gaduh. Personel pengawas juga lengkap dan semua prosedur dilaksanakan. Hal itu merupakan prestasi yang sangat bisa dibanggakan karena persiapan terbilang tidak begitu lama. “Justru di SMK lebih 90 persen sekolah sudah mengikuti UNBK,” tambahnya.

Wagub Heru Sudjatmoko meminta agar siswa SMK bisa bersaing di kancah dunia kerja usai lulus mendatang. Bahkan pencetakan kemampuan siswa sejak dini harus dipersiapkan lebih optimal lagi dari sekarang. Ia meminta semua bisa mendukungnya. Misalnya di SMKN 3 Purbalingga yang rata- rata siswanya dari keluarga tidak mampu bisa menikmati sekolah khususnya SMK yang siap masuk dunia kerja. “Dukungan semua pihak mendorong siswa tidak mampu agar bisa sekolah harus ditingkatkan,” tegasnya. (adv/amr/fth)