Posyandu Tak Sekadar Pelayanan Kesehatan

1779

SEMARANG – Kebijakan pembangunan Kota Semarang saat ini diarahkan pada upaya peningkatan dan pemerataan atas terpenuhinya kebutuhan sandang, pangan, papan dan kesehatan, untuk seluruh lapisan golongan masyarakat,  serta menumbuhkan rasa kesetiakawanan sosial dalam kehidupan bermasyarakat. Untuk itu Ketua TP PKK Kota Semarang melantik sejumlah kader   Forum Posyandu Kota Semarang Masa Bakti 2017-2019, di Gedung PKK, Jumat (31/3) lalu.

Ketua TP PKK Kota Semarang Krisseptiana Hendrar Prihadi menyebutkan, gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dengan 10 program pokoknya bertujuan mencapai kesejahteraan keluarga.

”Dan upaya pencapaian derajat  kesehatan masyarakat diarahkan pada kemandirian yang dilaksanakan secara swakelola dengan membentuk Usaha Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM), salah satunya adalah Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu),” tuturnya.

Posyandu memiliki peran yang sangat penting dalam sistem penyelenggaraan pelayanan kebutuhan dasar  dalam meningkatkan kualitas SDM secara dini. Posyandu juga merupakan lini terdepan dari deteksi dini di bidang kesehatan yang dilakukan oleh masyarakat.

”Kini di Posyandu, masyarakat tidak hanya mendapatkan pelayanan kesehatan seperti penimbangan, pemberian makanan tambahan, penyuluhan kesehatan, dan imunisasi, tetapi juga memperoleh pelayanan pendidikan, seperti Pos PAUD bagi balita, Bina Keluarga Balita dan layanan lain yang sangat dibutuhkan masyarakat,” tambahnya.

Tercatat di Kota Semarang ada 1.585 Posyandu pada 2016, dengan  jumlah balita 107.385 anak. Maka dirasa sangat perlu untuk dibentuk suatu wadah sebagai forum komunikasi dan koordinasi upaya untuk  mengembangakan, meningkatkan peran dan fungsi Posyandu di masyarakat.

Selain itu diharapkan pula seluruh  Posyandu memiliki tingkat perkembangan dan kualitas yang optimal sehingga mampu memenuhi kebutuhan layanan masyarakat.

”Saya berharap forum Posyandu ini mampu menjadi wadah untuk menyampaikan aspirasi kader Posyandu terkait permasalahan posyandu di Kota Semarang,” tandasnya. (zal/ce1)