Wisata Dongkrak Ekonomi Rakyat

1945
BERI DUKUNGAN : Acara pembukaan Jambore Pokdarwis turut dihadiri Muspika dan Muspida sebagai bentuk dukungan langsung kepada pemerintah. (LUTFI HANAFI /JAWA POS RADAR SEMARANG )
BERI DUKUNGAN : Acara pembukaan Jambore Pokdarwis turut dihadiri Muspika dan Muspida sebagai bentuk dukungan langsung kepada pemerintah. (LUTFI HANAFI /JAWA POS RADAR SEMARANG )

BATANG – Sektor pariwisata telah memberikan multipayer effect dalam mendongkrak perekonomian rakyat. Bahkan, menjadi sektor andalan baik tingkat nasional, regional maupun tingkat lokal kabupaten bahkan tingkat desa di Kabupaten Batang.

“Kami berharap, sektor pariwisata di Batang bisa menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Sehingga bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mengurangi angka kemisikinan,” ucap Plt Bupati Batang Nasikhin saat membuka Jambore Kelompok Sadar Wisata Kabupaten Batang Tahun 2017 di Balai Desa Pandasari Kecamatan Warungasem Batang, Selasa (4/4) kemarin.

Menurut bupati, dengan wisata pastinya bisa mengurangi pengangguran karena adanya lapangan kerja baru. Serta dengan datangnya para pengunjung terutama dari luar daerah ke Batang bisa meningkatkan devisa lokal. “Untuk itu, sektor wisata sangat penting dan perlu dikembangkan,” ujar Nasikhin lagi.

Pemkab Batang menurut Nasikhin mengharapkan majunya kepariwisataan di Kabupaten Batang benar-benar dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, terutama warga di sekitar destinasi wisata. Serta masyarakat diminta terus memunculkan kreativitas dan inovasi-inovasi baru, sehingga muncul destinasi wisata baru.

Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Batang Bambang Supriyanto selaku penyelenggara mengatakan bahwa Jambore Kelompok Sadar Wisata tersebut untuk meningkatkan kualitas SDM bidang pariwisata. “Kami ingin meningkatkan peran dan posisi Pokdarwis sebagai unsur masyarakat dalam pembangunan kepariwisataan,” ujarnya.

Dalam kegiatan kemarin, diikuti oleh 16 Pokdarwis se-Kabupaten Batang. Sedang masing-masing Pokdarwis mengirimkan 3 orang perwakilan dan 1 pendamping. Sedangkan bentuk kegiatan adalah lomba kepariwisataan meliputi, tes tertulis mengenai kepariwisataan, studi kasus megenai Sapta Pesona, Aksi Sapta Pesona, paparan Sapta Pesona dan apresiasi seni. (han/ida)