EVAKUASI : Jenazah kayu Tempat Pelelangan Kayu (TPK) Gambilangu, Desa Sumberejo Kecamatan Kaliwungu, Riyanto, 58, saat dilakukan pemeriksaan oleh petugas Inafis Polres Kendal, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
EVAKUASI : Jenazah kayu Tempat Pelelangan Kayu (TPK) Gambilangu, Desa Sumberejo Kecamatan Kaliwungu, Riyanto, 58, saat dilakukan pemeriksaan oleh petugas Inafis Polres Kendal, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL — Seorang mandor kayu Tempat Pelelangan Kayu (TPK)  Gambilangu, Desa Sumberejo Kecamatan Kaliwungu ditemukan tewas tergeletak di antara tumpukan kayu. Belum diketahui penyebab tewasnya mandor Riyanto, 58.

Kejadian ditemukannya mayat Riyanto diketahui oleh salah seorang buruh angkut kayu di TPK Gamblangu, Mudiyono. Saat itu, dirinya hendak mengangkut kayu untuk diangkut menggunakan truk.

“Saya melihat-lihat kayu, saya lihat dari kejauhan tampak ada orang yang tengah tiduran. Kemudian saya dekati, ternyata Pak Riyanto. Saya coba membangunkan, tapi korban tidak merespon sama sekali,” ujarnya, Selasa (4/4) kemarin.

Korban Riyanto merupakan warga Desa Magelung Kecamatan Kaliwungu Selatan Kendal. Saat ditemukan, mayatnya tergeletak di dekat tumpukan kayu dengan mulut serta hidung mengeluarkan darah. Didekat tubuh korban ditemukan jaket, rokok dan senter milik korban yang biasa digunakan untuk mengecek kayu setiap malam. “Mengetahui ada darah dan korban yang tidak merespon, saya kemudian berteriak minta tolong,” tandasnya.

Spontan teriakan tersebut membuat para pekerja dan karyawan Perhutani yang bertugas di TPK Gambilangu berdatangan. “Karena meninggal dengan cara kurang wajar, kemudian dilaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kaliwungu,” tandasnya.

Asisten Manager Pembinaan TPK Perhutani Jawa Tengah, Imam Priyadi membenarkan jika korban adalah karyawan di TPK Gambilangu. “Korban adalah mandor kayu yang bertugas mengawasi pengiriman dan penerimaan kayu,” ujarnya.

Kapolsek Kaliwungu, AKP Nanung Nugroho Indarto melalui Kanit Reskrim Iptu AM Tohari mengatakan dari hasil pemeriksaan petugas Inafis Polres Kendal dan dokter Puskesmas Kaliwungu tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

“Dari keterangan saksi-saksi di lokasi kejadian, korban menurut sejumlah saksi sebelumnya mengeluh tengah tidak enak badan. Meski demikian, kami akan memeriksa lebih lanjut dengan meminta keterangan dari pihak keluarga dan mengumpulkan barang bukti lainnya,” tandasnya.

Usai diperiksa dokter dan diidentifikasi, jenazah korban kemudian dievakuasi dan dibawa keluarganya untuk dimakamkan. Dokter Puskesmas Kaliwungu, Endang mengatakan ada luka benturan di kepala bagian belakang. Namun luka kepala tersebut menurutnya terjadi akibat korban terjatuh atau terpeleset. “Pundak korban juga ada bekas memar diduga korban sedang mengangkat kayu,” katanya. (bud/ida)