Gedung SD dan Kantor Kelurahan Terendam

1140
LANGGANAN BANJIR: SD Negeri Muktiharjo Kidul 01 di Jalan Sidomukti I Pedurungan yang terendam banjir, kemarin. (SHEILA LESTARI GIZA PUDRIANISA/JAWA POS-RADAR SEMARANG)
LANGGANAN BANJIR: SD Negeri Muktiharjo Kidul 01 di Jalan Sidomukti I Pedurungan yang terendam banjir, kemarin. (SHEILA LESTARI GIZA PUDRIANISA/JAWA POS-RADAR SEMARANG)

SEMARANG Banjir masih terus menghantui Kota Semarang. Tak hanya merendam jalan dan permukiman warga, tapi juga gedung sekolah dan kantor pemerintahan. Salah satunya  SD Negeri Muktiharjo Kidul 01 di Jalan Sidomukti I yang kemarin tergenang hingga setinggi 30 sentimeter. Meski begitu, proses belajar mengajar masih berlangsung. Hanya siswa kelas 1 dan 2 yang diliburkan.

Kepala SD Muktiharjo Kidul 01, Daryati, menuturkan, banjir mulai masuk sekolah sejak Senin malam (3/4) pukul 19.00. Ketinggian air mencapai 50 sentimeter. ”Sekolah kami memang sering banjir, tapi ini yang paling parah sejak Februari lalu. Biasanya ketinggian air cuma semata kaki. Kalau banjir seperti ini, para orang tua siswa mengantar anaknya sampai depan kelas, bahkan ada orang tua yang menggendong anaknya biar tidak basah. Jadi, tetap bisa belajar dengan nyaman,” katanya.

Diakui, akibat banjir banyak siswanya yang tidak masuk sekolah. ”Dari presensi siswa paling 50 persen yang masuk. Misalnya kelas 4, jumlah siswa 30 anak, yang masuk hanya 14 anak,” ungkap Daryati.

Ia menambahkan, ketidakhadiran siswa itu juga lantaran rumah mereka terkena banjir. Khusus siswa kelas 1 dan 2, Daryati sengaja meliburkan. Alasannya, kondisi fisik mereka yang masih kecil, dan rawan sakit jika terkena banjir.

Zikri, siswa kelas 3 SD Muktiharjo Kidul 01 terlihat berjalan keluar kelas saat jam istirahat sambil menenteng celananya menuju ke kantin sekolah. Kepada Jawa Pos Radar Semarang, ia bercerita tentang keadaan sekolahnya. ”Sekolahku sering banjir. Kalau banjir ya sedih soale kotor, dingin, kadang ya bau. Tapi aku seneng soale banyak temannya. Lagian kalau di rumah gak ngapa-ngapain,” tuturnya polos.

Banjir juga merendam sejumlah wilayah, di antaranya Muktiharjo Kidul, Muktiharjo Lor, Kawung, Nogososro, Gajah Birowo dan Dempel. Pantauan lapangan Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (4/4), banjir terparah terjadi di wilayah Muktiharjo. Bahkan  kantor Kelurahan Muktiharjo Kidul juga terendam  hingga mencapai 1 meter.

Muryanto, warga Kawung, menjelaskan, banjir terjadi sejak Senin pukul 19.00. Hingga siang kemarin, ketinggian air belum surut. Menurutnya, banjir akibat meluapnya Kali Babon di sepanjang wilayah Tlogosari. ”Tlogosari kalau hujan deras pasti banjir, meski kalinya sudah dilebarkan, tapi sampahnya kan banyak. Airnya meluap sampai ke jalan dan rumah warga,” jelasnya. (mg29/aro/ce1)