UNBK di SMKN 7 Dibagi Tiga Sif

956

SEMARANG Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer tingkat SMK di Kota Semarang, pada hari pertama, Senin (3/4) kemarin, berjalan relatif lancar.  Ribuan siswa SMK peserta UNBK tidak mengalami kendala dalam mengerjakan materi soal Bahasa Indonesia  yang diujikan secara serentak tersebut.

Kepala SMK Bina Nusantara (Binus), Ratih Yuniarman, mengatakan, jika UNBK di sekolahnya hanya dilakukan satu sif saja. Sebab, hanya ada 70 peserta yang mengikuti UNBK dengan jumlah komputer yang dimiliki sekolah sebanyak 80 unit. ”Alhamdulillah berjalan dengan lancar dan tidak ada kendala sama sekali, semua siswa bisa mengerjakan materi soal yang diberikan,” katanya.

Terkait masalah server, lanjut dia, sekolahnya menggunakan 3 server. Sejumlah teknisi dan proktor selalu ready untuk menjaga kelancaran UNBK. Tahun ini adalah tahun kedua SMK Bina Nusantara menyelenggarakan UNBK.

”Tadi ada proktor dari dinas juga, untuk memantau apakah ada kendala. Tahun ini kali kedua, semua berjalan lancar,” tuturnya.

Pelaksanaan UNBK di SMKN 8 kemarin juga berjalan lancar. Pihak sekolah melakukan ujian sebanyak dua sif dengan jumlah total 366 siswa. Sekolah ini menggunakan 183 unit komputer, 8 server utama, dan 2 server cadangan.

”Setiap ruangan diisi 23 siswa, pelaksanaannya berjalan dengan baik dan lancar,” kata Kepala SMKN 8 Semarang, Luluk Wibowo melalui humas sekolah, Ardan Sirajudin.

Sebelum UNBK, sekolah ini telah melakukan tiga kali simulasi ujian. Sehingga pada UNBK kemarin, semua siswa telah siap dalam mengerjakan materi soal ujian yag diberikan.

Pelaksanaan UNBK hari pertama di SMKN 7 Semarang juga berlangsung lancar. Kepala SMKN 7 Semarang, M. Sudarmanto, menuturkan, total siswa kelas XII SMKN 7 yang mengikuti UNBK sebanyak 604 siswa. ”Secara keseluruhan berjalan lancar, namun pada 23 Maret ada satu siswa yang mengundurkan diri, jadi siswa tersebut tidak mengikuti UNBK,” tuturnya.

Jumlah komputer yang dimiliki sekolah ini sebanyak 224 unit, yang dibagi menjadi 8 ruang laboratorium sebagai ruang ujian. UNBK dibagi menjadi 3 sesi dalam sehari. ”Tahun depan kami berharap ada penambahan komputer, tujuannya agar pelaksanaan UNBK tidak dilakukan 3 sesi. Sebab, kalau 3 sesi, sesi ketiga biasanya sampai sore,” katanya.

Wakil Gubernur Jateng, Heru Sudjatmoko, saat melakukan tinjauan di SMKN 7 Semarang, mengatakan, pelaksanaan UNBK berjalan lancar dan belum ada kendala berarti. Tahun ini jumlah siswa SMK di Jateng yang mengikuti UNBK sebanyak 221.895 siswa.

”Pelaksanaannya relatif lancar, rata-rata sekolah sudah siap menyelenggarakan UNBK. Memang ada beberapa SMK yang masih terkendala peralatan tetapi bisa diatasi,” ujarnya.

Ia menjaskan, jika saat ini kendala yang masih dihadapi sekolah adalah soal tersedianya jumlah komputer. Namun masalah tersebut bisa diatasi dengan pembagian jadwal ujian siswa. Dalam sehari diperbolehkan melakukan ujian sebanyak tiga sif. Dia mencontohkan jika ada 600 siswa, tapi jumlah komputer hanya 200 unit, maka UNBK digelar dalam tiga sif.

”Masih ada sekolah yang belum memiliki komputer sesuai dengan jumlah yang disyaratkan, bisa menggunakan milik sekolah lain yang tidak melaksanakan UNBK. Bisa juga menggunakan sistem sif, ini sebagai bentuk kebersamaan dalam kesulitan, kami berharap bisa membantu pengadaan peralatan,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah, Gatot Bambang Hastowo, mengungkapkan, jika untuk tahun ini masih ada 3 sekolah dengan jumlah siswa 489 yang menempuh unas dengan Ujian Nasional Kertas dan Pensil (UNKP). Ketiga SMK, satu di Demak dan dua di Wonogiri. Tiga sekolah ini tidak bisa UNBK, selain lokasinya berada di pelosok, fasilitasnya juga belum memadai. ”Untuk pelaksanaan sekolah yang menggelar UNBK tercatat sebanyak 99,79 persen. Sisanya atau tiga sekolah masih manual,” katanya.

Untuk pelaksanaan UNBK sendiri, lanjut Gatot, bisa dibilang SMK lebih siap dalam penyelenggaraannya. Sebab, SMK sudah ada kelengkapan sarana dan prasarana dengan komputer, mengingat mereka adalah sekolah kejuruan dibandingkan untuk SMA. ”Untuk menyelenggarakan UNBK minimal sekolah harus memiliki perangkat PC/laptop sepertiga dari jumlah siswa. Demikian pula dengan koneksi internet dan jaringan local area network (LAN) yang menjadi kebutuhan pokok UNBK juga sudah dinyatakan siap,” jelasnya.

Pada UNBK hari kedua Selasa (4/4) hari ini, akan diujikan mata pelajaran Matematika, sedangkan pada Rabu (5/4) besok, mata pelajaran Bahasa Inggris, serta Kamis (6/4) lusa digelar ujian untuk mata pelajaran Kejuruan. (den/aro/ce1)