33 C
Semarang
Rabu, 8 Juli 2020

UNBK di SMKN 7 Dibagi Tiga Sif

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

SEMARANG Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer tingkat SMK di Kota Semarang, pada hari pertama, Senin (3/4) kemarin, berjalan relatif lancar.  Ribuan siswa SMK peserta UNBK tidak mengalami kendala dalam mengerjakan materi soal Bahasa Indonesia  yang diujikan secara serentak tersebut.

Kepala SMK Bina Nusantara (Binus), Ratih Yuniarman, mengatakan, jika UNBK di sekolahnya hanya dilakukan satu sif saja. Sebab, hanya ada 70 peserta yang mengikuti UNBK dengan jumlah komputer yang dimiliki sekolah sebanyak 80 unit. ”Alhamdulillah berjalan dengan lancar dan tidak ada kendala sama sekali, semua siswa bisa mengerjakan materi soal yang diberikan,” katanya.

Terkait masalah server, lanjut dia, sekolahnya menggunakan 3 server. Sejumlah teknisi dan proktor selalu ready untuk menjaga kelancaran UNBK. Tahun ini adalah tahun kedua SMK Bina Nusantara menyelenggarakan UNBK.

”Tadi ada proktor dari dinas juga, untuk memantau apakah ada kendala. Tahun ini kali kedua, semua berjalan lancar,” tuturnya.

Pelaksanaan UNBK di SMKN 8 kemarin juga berjalan lancar. Pihak sekolah melakukan ujian sebanyak dua sif dengan jumlah total 366 siswa. Sekolah ini menggunakan 183 unit komputer, 8 server utama, dan 2 server cadangan.

”Setiap ruangan diisi 23 siswa, pelaksanaannya berjalan dengan baik dan lancar,” kata Kepala SMKN 8 Semarang, Luluk Wibowo melalui humas sekolah, Ardan Sirajudin.

Sebelum UNBK, sekolah ini telah melakukan tiga kali simulasi ujian. Sehingga pada UNBK kemarin, semua siswa telah siap dalam mengerjakan materi soal ujian yag diberikan.

Pelaksanaan UNBK hari pertama di SMKN 7 Semarang juga berlangsung lancar. Kepala SMKN 7 Semarang, M. Sudarmanto, menuturkan, total siswa kelas XII SMKN 7 yang mengikuti UNBK sebanyak 604 siswa. ”Secara keseluruhan berjalan lancar, namun pada 23 Maret ada satu siswa yang mengundurkan diri, jadi siswa tersebut tidak mengikuti UNBK,” tuturnya.

Jumlah komputer yang dimiliki sekolah ini sebanyak 224 unit, yang dibagi menjadi 8 ruang laboratorium sebagai ruang ujian. UNBK dibagi menjadi 3 sesi dalam sehari. ”Tahun depan kami berharap ada penambahan komputer, tujuannya agar pelaksanaan UNBK tidak dilakukan 3 sesi. Sebab, kalau 3 sesi, sesi ketiga biasanya sampai sore,” katanya.

Wakil Gubernur Jateng, Heru Sudjatmoko, saat melakukan tinjauan di SMKN 7 Semarang, mengatakan, pelaksanaan UNBK berjalan lancar dan belum ada kendala berarti. Tahun ini jumlah siswa SMK di Jateng yang mengikuti UNBK sebanyak 221.895 siswa.

”Pelaksanaannya relatif lancar, rata-rata sekolah sudah siap menyelenggarakan UNBK. Memang ada beberapa SMK yang masih terkendala peralatan tetapi bisa diatasi,” ujarnya.

Ia menjaskan, jika saat ini kendala yang masih dihadapi sekolah adalah soal tersedianya jumlah komputer. Namun masalah tersebut bisa diatasi dengan pembagian jadwal ujian siswa. Dalam sehari diperbolehkan melakukan ujian sebanyak tiga sif. Dia mencontohkan jika ada 600 siswa, tapi jumlah komputer hanya 200 unit, maka UNBK digelar dalam tiga sif.

”Masih ada sekolah yang belum memiliki komputer sesuai dengan jumlah yang disyaratkan, bisa menggunakan milik sekolah lain yang tidak melaksanakan UNBK. Bisa juga menggunakan sistem sif, ini sebagai bentuk kebersamaan dalam kesulitan, kami berharap bisa membantu pengadaan peralatan,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah, Gatot Bambang Hastowo, mengungkapkan, jika untuk tahun ini masih ada 3 sekolah dengan jumlah siswa 489 yang menempuh unas dengan Ujian Nasional Kertas dan Pensil (UNKP). Ketiga SMK, satu di Demak dan dua di Wonogiri. Tiga sekolah ini tidak bisa UNBK, selain lokasinya berada di pelosok, fasilitasnya juga belum memadai. ”Untuk pelaksanaan sekolah yang menggelar UNBK tercatat sebanyak 99,79 persen. Sisanya atau tiga sekolah masih manual,” katanya.

Untuk pelaksanaan UNBK sendiri, lanjut Gatot, bisa dibilang SMK lebih siap dalam penyelenggaraannya. Sebab, SMK sudah ada kelengkapan sarana dan prasarana dengan komputer, mengingat mereka adalah sekolah kejuruan dibandingkan untuk SMA. ”Untuk menyelenggarakan UNBK minimal sekolah harus memiliki perangkat PC/laptop sepertiga dari jumlah siswa. Demikian pula dengan koneksi internet dan jaringan local area network (LAN) yang menjadi kebutuhan pokok UNBK juga sudah dinyatakan siap,” jelasnya.

Pada UNBK hari kedua Selasa (4/4) hari ini, akan diujikan mata pelajaran Matematika, sedangkan pada Rabu (5/4) besok, mata pelajaran Bahasa Inggris, serta Kamis (6/4) lusa digelar ujian untuk mata pelajaran Kejuruan. (den/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Warga Banyuputih Ingin Perubahan

SALATIGA - Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Salatiga, Agus Rudianto-Dance Ishak Palit (Rudi-Dance) memastikan akan menjadikan pemerintahan di Salatiga lebih prorakyat, jika...

29.037 Anak Kurang Gizi

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO – Sedikitnya 29.037 anak di Kabupaten Wonosobo masuk kategori kurang gizi, atau sekitar 41,12 persen dari jumlah anak di Wonosobo pada tahun...

Dua Rumah Dibobol, 3 Motor Raib

KENDAL—Dua rumah di komplek perumahan Pesona Taman Mandiri, RT 06 RW 06, Desa Mororejo, Kecamatan Kaliwungu di bobol maling. Pelaku membawa tiga sepeda motor...

Musim Hujan, Waspadai Leptospirosis

MAGELANG – Memasuki musim penghujan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Magelang meminta masyarakat waspada terhadap ancaman penyakit leptospirosis. Penyakit zoonosis ini disebarkan urine tikus yang...

Terhipnotis Lagu Cinta Sammy Simorangkir

SEMARANG - Lagu-lagu bernuansa cinta makin kental terasa saat dibawakan penyanyi kenamaan Sammy Simorangkir, pada pergelaran bertajuk Authenticity Romantic Moment di E Lounge, E...

BCA Kembangkan Jahe Emprit

SEMARANG – Bank Central Indonesia (BCA) memberikan donasi Rp 250 juta untuk pengembangan jahe emprit dan jagung  di Desa Prawoto, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati....