Tidak Cukup dengan Anggaran Besar

429
BAHAS JALAN BERLUBANG: Dosen Fakultas Teknik Undip Semarang, Bambang Pujianto, Kabid Rancang Bangun dan Pengawasan Dinas Bina Marga dan Ciptakarya Jateng, Hanung Triyono dan anggota Komisi D DPRD Jateng, Muhammad Ngainirrichardl saat mengisi dialog ”Jalan di Jateng Masih Berlubang” di Star Hotel Semarang, kemarin. (MIFTAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BAHAS JALAN BERLUBANG: Dosen Fakultas Teknik Undip Semarang, Bambang Pujianto, Kabid Rancang Bangun dan Pengawasan Dinas Bina Marga dan Ciptakarya Jateng, Hanung Triyono dan anggota Komisi D DPRD Jateng, Muhammad Ngainirrichardl saat mengisi dialog ”Jalan di Jateng Masih Berlubang” di Star Hotel Semarang, kemarin. (MIFTAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Kerusakan infrastruktur jalan di Jateng merupakan persoalan serius yang harus segera diatasi. Anggaran besar saja tidak cukup, tetapi harus ada komitmen bersama dalam menyelesaikan persoalan tersebut. Selain itu butuh pemetaan dan pemeliharaan terus agar kerusakan tidak semakin parah.

Dosen Fakultas Teknik Undip Semarang, Bambang Pujianto mengatakan, banyak faktor yang menyebabkan kerusakan jalan di Jateng. Yakni masalah beban muatan kendaraan di jalan; kualitas pengerjaan kekerasan beton serta kondisi tanah dasar yang tidak stabil. ”Ketika jalan sudah dibangun bagus dan kuat, tetapi banyak kendaraan overload yang melintas ya sama saja. Pasti tidak lama jalan akan rusak,” katanya dalam dialog ”Jalan di Jateng Masih Berlubang” di Star Hotel Semarang, kemarin.

Ia juga menyoroti pembangunan jalan di Jateng yang masih sepenuhnya belum standar. Terbukti di beberapa ruas bahu jalan dibangun lebih tinggi dibandingkan jalan. Otomatis ketika hujan, air tidak akan bisa mengalir dan akan masuk serta melemahkan konstruksi jalan tersebut. ”Kondisi jalan berlubang ini akan semakin parah. Dan saya melihat di Jateng perbaikan lebih berkonsentrasi di pengerasan jalan saja,” ujarnya.

Kabid Rancang Bangun dan Pengawasan Dinas Bina Marga dan Ciptakarya Jateng, Hanung Triyono mengaku, tidak mudah untuk menghilangkan jalan berlubang di Jateng. Sebab, ketika disurvei dan ditambah nanti akan muncul lubang-lubang lagi. Pemprov terus berkomitmen untuk pembangunan infrastruktur dan tahun ini anggaran sebesar Rp 1,8 triliun. ”Sekarang masih dalam tahap pengerjaan, Insya Allah lebaran jalan sudah bagus,” katanya.

Ia menambahkan, untuk pembangunan jalan dilakukan skala prioritas mana kerusakan yang cukup parah. Dari jalan provinsi sepanjang 2.404 km setidaknya sudah 90 persen dalam kondisi baik. Pihaknya terus melakukan berbagai upaya agar kondisi jalan semakin baik dan masyarakat bisa menikmatinya. ”Masyarakat bisa ikut untuk mengawasi perbaikan jalan, jadi ketika ada keluhan atau lainnya bisa langsung melapor,” tambahnya.

Anggota Komisi D DPRD Jateng, Muhammad Ngainirrichardl berharap, persoalan infrastruktur menjadi prioritas Pemprov Jateng. Sebab, ia mengaku sering mendapatkan keluhan ketika berkunjung ke sejumlah daerah. Sudah banyak korban meninggal akibat jalan rusak di Jateng. “Ini masalah serius dan harus segera diselesaikan. Karena masih banyak jalan berlubang di Jateng,” katanya.

Politisi PPP ini mengaku kecewa dengan sikap pemerintah pusat yang menutup karena pengambilalihan pengelolaan 16 jembatan timbang di Jateng. Padahal, selama ini peran jembatan timbang sebagai pemantauan, pengawasan dan penindakan cukup berperan. Ketika semua jembatan ditutup otoamatis tidak ada pengendali di jalan. Pemerintah harus bisa mengambil kebijakan yang memihak masyarakat. ”Pengelolaan jembatan timbang harus benar-benar sesuai fungsinya karena berdampak langsung kepada kondisi jalan di Jateng,” tambahnya. (fth/adv/ric/ce1)