33 C
Semarang
Minggu, 5 Juli 2020

Terjebak di Sumur Lantaran Kalah Judi Dadu

Another

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

UNGARAN–Radimin, 57, warga Sarirejo, Kaliwungu, Kabupaten Kendal yang ditemukan di dalam sumur tua di Lingkungan Ngancar, Bawen, ternyata bukan korban kelompok begal. Namun, Radimin terperosok ke dasar sumur yang memiliki kedalaman 15 meter tersebut lantaran ingin mencari ilmu hitam setelah beberapa hari sebelumnya kalah judi dadu.

Saat Jawa Pos Radar Semarang menemuinya di RSUD Ambarawa tepatnya di Ruang Dahlian nomor 213, ia sempat mengelak ketika ditanya apakah ia jatuh ke sumur lantaran kalah judi dadu. Radimin masih bersikeras jika ia jatuh ke dalam sumur itu karena dibuang oleh kelompok begal di kawasan Terminal Bawen. “Saya dibegal di dalam bus saat di terminal Bawen, sadar-sadar saya sudah di dalam sumur,” ujar Radimin, Senin (3/4) kemarin.

Dari pengakuannya, ia pada Senin (27/3) malam sampai di Bawen setelah perjalanan dari berkunjung ke tempat orang tuanya di Jogjakarta. Sesampainya di Bawen, bapak satu anak ini tidak lantas ke arah Semarang, namun saat masih di dalam bus ia lantas tidak sadarkan diri. “Saya tidak meminum apa-apa saat di dalam bus, tiba-tiba saya tidak sadar dan sadar-sadar sudah di dalam sumur tua,” akunya.

Pengakuannya yang juga ditemani istri dan anaknya kemarin terlihat sangat meyakinkan. Namun, informasi yang diberikan oleh Radimin sendiri terlihat sangat janggal. Dikarenakan ia tidak menjelaskan secara detil bagaimana dan apa penyebab ia tidak sadarkan diri saat di dalam bus. “Ya pokoknya saya tidak minum apa-apa,” ujar purnawirawan TNI yang berdinas terakhir tahun 2012 ini.

Namun setelah disinggung apakah ia bisa terperosok ke sumur lantaran ingin mencari ilmu hitam karena kalah judi dadu di komplek lokalisasi Gembol, ia pun langsung diam seketika. Matanya tercengang ketika mendengar informasi itu. “Ia benar (kalah judi dadu, red),” akunya singkat dengan anda yang lirih.

Pihak Polres Semarang pjuga menegaskan jika informasi yang diberikan korban bahwa ia merupakan korban begal, tidak benar. “Informasi yang diberikan (Radimin, red) bahwa ia korban begal itu sama sekali tidak benar,” ujar Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Hartono saat dikonfirmasi via seluler.

Namun ketika disinggung apakah Ramidin masuk ke sumur lantaran kalah judi dadu di lokalisasi Gembol, Hartono enggan menjelaskan hal itu. “Saya tidak tahu kalau itu. Yang saya tahu kebenarannya, ia tidak kena begal atau tindak kriminalitas yang lain,” katanya.

Informasi yang dihimpun dari internal Polres Semarang, terperosoknya Radimin ke dalam sumur tua tersebut lantaran mempelajari ilmu hitam. Ia mempelajari ilmu hitam, karena selama hampir satu minggu sejak Minggu (26/3) ia kalah berjudi di kawasan lokalisasi Gembol Bawen. Karena kekalahannya itu, Radimin menggadaikan sepeda motor Beat kepada salahsatu penghuni lokalisasi tersebut.

Namun karena masih saja kalah, pada Sabtu (1/4) malam, ia lantas menuju sumur tua yang berada di kebun milik seorang warga bernama Darus di Kelurahan Bawen, lingkungan Ngancar RT 2 RW 2. Berharap minta pertolongan kepada penghuni sumur tua tersebut supaya menang dalam berjudi.

Bukan pertolongan yang diterima, ia justru terperosok ke dalam sumur tua tersebut. Bahkan karena jatuh ke dalam sumur tua itu, ia mengalami patah tulang di pergelangan kaki kirinya.

Belakangan, diketahui pria yang sempat bertugas di Kodam IV/Diponegoro, Korem Makutarama 073/Salatiga, dan terakhir bertugas sebagai prajurit Kodim 0715/Kendal tersebut terpaksa membuat pengakuan palsu. Lantaran malu apabila ketahuan keluarganya terkait aktivitas judinya di kawasan lokalisasi Gembol tersebut.

Saat ini, Radimin masih dirawat secara intensif di RSUD Ambarawa. Beberapa anggota keluarganya juga masih menungguinya dengan sabar. “Setelah diintrogasi, ia mengaku. Ia tidak lima hari namun hanya semalam berada di dalam sumur itu. Terperosoknya pada Sabtu (1/4) tengah malam. Minggu (2/4) siang ditemukan warga,” ujar Kanit Reskrim Polsek Bawen Ipda Lufthi Darmawan Aditya. (ewb/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Erix Soekamti Sharing Pengalaman di UNNES

SEMARANG – Punggawa grup band Endank Soekamti, Erix Soekamti hadir sebagai salah satu pembicara dalam acara Forum Diskusi Publik dengan tema ‘Penguatan Nilai-nilai Pancasila...

Uang Jasa Gelapkan Perkara

SEMARANG - Sistem penegakan hukum dikupas secara gamblang dalam buku berjudul ’Advokat dan Penegakan Hukum’ karangan Ketua Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Semarang, Theodorus Yosep...

Reuni UIN, Deklarasi Perangi Radikalisme

SEMARANG - Reuni akbar Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang yang dihadiri 1.000 lebih alumni, juga mendeklarasikan memerangi virus radikalisme yang belakangan mengancam keutuhan...

Fokuskan Pembangunan Pasar Desa

JAMBU - Desa Rejosari Kecamatan Jambu akan fokuskan pembangunan Pasar Desa di tahun 2018. Kehadiran Pasar Desa diprediksi mampu mendorong perekonomian warga yang sebagian...

Mahasiswa Hadang Mobil Rektor Unnes

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Aksi demo terkait penolakan uang pangkal yang dilakukan mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) semakin memanas. Selama tiga hari mulai Senin(4/6) hingga...

Menonton Tayangan yang Menonjolkan Aurat Selama Puasa

Pertanyaan : Assalamu’alaikum Warahmatullah Pak Kiai, sekarang ini banyak tayangan TV yang menonjolkan aurat. Sementara itu, dalam bulan Ramadan kita tanpa sadar menontonnya. Apakah hal...