28.3 C
Semarang
Jumat, 13 Desember 2019

Terjebak di Sumur Lantaran Kalah Judi Dadu

Must Read

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

UNGARAN–Radimin, 57, warga Sarirejo, Kaliwungu, Kabupaten Kendal yang ditemukan di dalam sumur tua di Lingkungan Ngancar, Bawen, ternyata bukan korban kelompok begal. Namun, Radimin terperosok ke dasar sumur yang memiliki kedalaman 15 meter tersebut lantaran ingin mencari ilmu hitam setelah beberapa hari sebelumnya kalah judi dadu.

Saat Jawa Pos Radar Semarang menemuinya di RSUD Ambarawa tepatnya di Ruang Dahlian nomor 213, ia sempat mengelak ketika ditanya apakah ia jatuh ke sumur lantaran kalah judi dadu. Radimin masih bersikeras jika ia jatuh ke dalam sumur itu karena dibuang oleh kelompok begal di kawasan Terminal Bawen. “Saya dibegal di dalam bus saat di terminal Bawen, sadar-sadar saya sudah di dalam sumur,” ujar Radimin, Senin (3/4) kemarin.

Dari pengakuannya, ia pada Senin (27/3) malam sampai di Bawen setelah perjalanan dari berkunjung ke tempat orang tuanya di Jogjakarta. Sesampainya di Bawen, bapak satu anak ini tidak lantas ke arah Semarang, namun saat masih di dalam bus ia lantas tidak sadarkan diri. “Saya tidak meminum apa-apa saat di dalam bus, tiba-tiba saya tidak sadar dan sadar-sadar sudah di dalam sumur tua,” akunya.

Pengakuannya yang juga ditemani istri dan anaknya kemarin terlihat sangat meyakinkan. Namun, informasi yang diberikan oleh Radimin sendiri terlihat sangat janggal. Dikarenakan ia tidak menjelaskan secara detil bagaimana dan apa penyebab ia tidak sadarkan diri saat di dalam bus. “Ya pokoknya saya tidak minum apa-apa,” ujar purnawirawan TNI yang berdinas terakhir tahun 2012 ini.

Namun setelah disinggung apakah ia bisa terperosok ke sumur lantaran ingin mencari ilmu hitam karena kalah judi dadu di komplek lokalisasi Gembol, ia pun langsung diam seketika. Matanya tercengang ketika mendengar informasi itu. “Ia benar (kalah judi dadu, red),” akunya singkat dengan anda yang lirih.

Pihak Polres Semarang pjuga menegaskan jika informasi yang diberikan korban bahwa ia merupakan korban begal, tidak benar. “Informasi yang diberikan (Radimin, red) bahwa ia korban begal itu sama sekali tidak benar,” ujar Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Hartono saat dikonfirmasi via seluler.

Namun ketika disinggung apakah Ramidin masuk ke sumur lantaran kalah judi dadu di lokalisasi Gembol, Hartono enggan menjelaskan hal itu. “Saya tidak tahu kalau itu. Yang saya tahu kebenarannya, ia tidak kena begal atau tindak kriminalitas yang lain,” katanya.

Informasi yang dihimpun dari internal Polres Semarang, terperosoknya Radimin ke dalam sumur tua tersebut lantaran mempelajari ilmu hitam. Ia mempelajari ilmu hitam, karena selama hampir satu minggu sejak Minggu (26/3) ia kalah berjudi di kawasan lokalisasi Gembol Bawen. Karena kekalahannya itu, Radimin menggadaikan sepeda motor Beat kepada salahsatu penghuni lokalisasi tersebut.

Namun karena masih saja kalah, pada Sabtu (1/4) malam, ia lantas menuju sumur tua yang berada di kebun milik seorang warga bernama Darus di Kelurahan Bawen, lingkungan Ngancar RT 2 RW 2. Berharap minta pertolongan kepada penghuni sumur tua tersebut supaya menang dalam berjudi.

Bukan pertolongan yang diterima, ia justru terperosok ke dalam sumur tua tersebut. Bahkan karena jatuh ke dalam sumur tua itu, ia mengalami patah tulang di pergelangan kaki kirinya.

Belakangan, diketahui pria yang sempat bertugas di Kodam IV/Diponegoro, Korem Makutarama 073/Salatiga, dan terakhir bertugas sebagai prajurit Kodim 0715/Kendal tersebut terpaksa membuat pengakuan palsu. Lantaran malu apabila ketahuan keluarganya terkait aktivitas judinya di kawasan lokalisasi Gembol tersebut.

Saat ini, Radimin masih dirawat secara intensif di RSUD Ambarawa. Beberapa anggota keluarganya juga masih menungguinya dengan sabar. “Setelah diintrogasi, ia mengaku. Ia tidak lima hari namun hanya semalam berada di dalam sumur itu. Terperosoknya pada Sabtu (1/4) tengah malam. Minggu (2/4) siang ditemukan warga,” ujar Kanit Reskrim Polsek Bawen Ipda Lufthi Darmawan Aditya. (ewb/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Rombak Kurikulum

Reformasi besar-besaran. Di bidang kurikulum pendidikan. Itulah instruksi Presiden Joko Widodo. Kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim. Kemarin. Kata 'reformasi' saja sudah sangat ekstrem. Apalagi...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -