Semangat Naik Kasta

1416
SOWAN TOKOH: Setelah launching, tim PSIS kemarin bertandang ke kediaman Sukawi Sutarip, mantan Wali Kota Semarang. (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SOWAN TOKOH: Setelah launching, tim PSIS kemarin bertandang ke kediaman Sukawi Sutarip, mantan Wali Kota Semarang. (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Siang kemarin tim PSIS Semarang berkesempatan untuk menghadiri jamuan makan siang oleh pembina klub yang juga mantan Wali Kota Semarang, Sukawi Sutarip di kediamannya. Dalam kesempatan tersebut, pria yang juga mantan Ketua Asprov PSSI Jateng itu memberikan sejumlah wejangan terhadap Johan Yoga dkk sebagai modal sebelum benar-benar bertarung di ajang Liga 2 pada 19 April 2017 mendatang.

Menurutnya, sudah saatnya PSIS berkiprah di kasta tertinggi kompetisi tanah air. Sebagai  tim dari kota yang merupakan ibukota provinsi, tidak seharusnya PSIS berlaga di kompetisi kasta kedua. “Musim ini momentum yang baik bagi PSIS untuk bisa kembali ke kompetisi teratas, dan semua elemen saya lihat juga cukup bersemangat. Makanya kami minta tim baik pemain maupun pelatih juga sama semangatnya untuk mengejar target tersebut,” bebernya.

Selain itu Sukawi juga mengatakan untuk pembangunan tim jangka panjang, rencananya tim Mahesa Jenar akan membangun sebuah home base yang akan digunakan untuk mess serta tempat latihan di masa yang akan datang. “Untuk lahannya sedang kami siapkan, harapannya besok PSIS bisa memiliki home base sendiri yang terdiri dari mess dan lapangan. Saya pikir kalau kita sudah berniat terjun di bola tidak boleh setengah-setengah, dan keberadaan sarana nanti akan berbanding lurus semangat penonton pada saat kita memajukan tim dengan sungguh-sungguh nanti penonton juga akan seneng, kalau kita setengah-setengah penonton juga akan malas,” pungkasnya.

Terkait dengan persiapan teknis, pelatih Subangkit terus mematangkan komposisi tim inti. Subangkit tidak mau timnya bergantung pada sosok pemain pilar, seperti M Yunus. M Yunus menjadi sosok sentral di lini tengah PSIS. di masa persiapan menuju Liga 2 ini, gelandang bertenaga kuda tersebut selalu menjadi pilihan utama pelatih Subangkit pada 10 kali laga uji coba tim berjuluk Mahesa Jenar.

Selain merupakan gelandang bertipikal eksplosif, pemain berusia 28 tahun itu juga serba bisa. Dia bisa berperan bagus di beberapa posisi seperti gelandang bertahan, gelandang serang maupun second striker.

Ketergantungan terhadap M Yunus tersebut memang disadari betul oleh head coach Subangkit. Namun pelatih asal Pasuruan tersebut juga mulai menyiapkan suksesor jika nantinya Yunus harus absen lantaran cedera maupun akumulasi kartu.

“Kalau dari pemain yang ada, menurut saya Hari Nur bisa memainkan peran Yunus baik secara taktikal maupun kedewasaan bermain karena Hari Nur juga salah satu pemain senior di tim,” beber Subangkit kemarin.

Selain Hari Nur, Subangkit mengatakan saat ini tim Mahesa Jenar masih memburu seorang pemain anyar di pos gelandang. ”Kemarin sebenarnya kami mau mengontrak M Ridwan namun karena ada pembatasan usia kami harus mencari pemain gelandang lainnya,” lanjut Subangkit. (bas/smu)