Perlu Sinergitas Sukseskan Sektor Prioritas

339

SEMARANG – Pemprov Jateng memprioritaskan enam sektor dalam pembangunan tahun ini. Yakni peningkatan ketahanan pangan dan energi, percepatan penanggulangan kemiskinan dan pengangguran, pemantapan pembangunan infrastruktur sumber daya alam dan lingkungan hidup, serta pengurangan risiko bencana.

Wakil Gubernur Jateng, Heru Sudjatmoko mengingatkan, untuk menyukseskan enam sektor tersebut, butuh penguatan sinergitas antara pemkab/pemkot dengan pemprov. Baginya, sinergi merupakan kunci utama dalam pembangunan daerah sekaligus mensejahterakan rakyat. Pemprov pun juga harus lebih intens berkomunikasi dengan pemerintah pusat.

Menurutnya, musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) menjadi sarana untuk mencapai efektivitas pembangunan di berbagai sektor sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Lewat musrenbang wilayah maupun tingkat provinsi, diharapkan sasaran dan target pembangunan daerah dapat dilaksanakan dengan implementasi program skala prioritas.

”Jangan pernah merasa bisa membangun Jateng tanpa melibatkan pemerintah kabupaten dan kota. Kita harus bersinergi dan bersama-sama mengefektifkan pemerintahan dalam perencanaan pembangunan guna memajukan daerah,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Heru, sinergitas mampu menyelesaikan persoalan bersama. Terutama pada indikator mikro seperti pertumbuhan ekonomi, kemiskinan, pengangguran, dan inflasi. Sejumlah persoalan tersebut tidak bisa diselesaikan hanya oleh pemprov, melainkan harus ada dukungan dari semua pihak terutama dari pemkab dan pemkot. Karena itu, sejumlah program prioritas yang akan dilaksanakan harus mampu menggerakkan sektor ekonomi, memperhatikan penanganan kesehatan, serta tidak kalah penting di bidang pendidikan, terciptanya sumber daya manusia berkualitas.

”Pertumbuhan investasi di daerah juga harus mendapat perhatian, karena dengan tersedianya lapangan kerja di sektor industri di berbagai daerah maka tingkat pengangguran berkurang. Jika rakyat bekerja, daya beli menjadi meningkat, petani, nelayan, UMKM ikut sejahtera,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jateng, Agung Tejo Prabowo mengaku akan terus mengawal hasil musrenbang wilayah yang telah diselenggarakan di enam daerah eks-Karesidenan selama Maret 2017.

Melalui kegiatan tersebut, lanjut dia, semua hasil diskusi musrenbangwil khususnya terkait usulan dari kabupaten/ kota, masyarakat hingga tingkat desa yang ditujukan kepada pemprov, pemkab, pemkot, maupun pemerintah pusat akan ditindaklanjuti bersama lintas sektoral. ”Juga memastikan kegiatan atau usulan mempunyai konektivitas dengan prioritas-prioritas program pembangunan yang harus segera diselesaikan,” tegasnya. (amh/ric/ce1)