Pelaku Sempat Minta Maaf Sebelum Eksekusi

Pembunuhan Siswa SMA Taruna Nusantara

874
REKONSTRUKSI : Tersangka saat mengikuti proses rekonstruksi pembunuhan terhadap rekannya sesama siswa SMA TN, di Graha 17, kemarin.
REKONSTRUKSI : Tersangka saat mengikuti proses rekonstruksi pembunuhan terhadap rekannya sesama siswa SMA TN, di Graha 17, kemarin.

MUNGKID—Polisi bergerak cepat menyelesaikan berita acara pemeriksaan (BAP) tersangka AMR, 16, pelaku pembunuhan terhadap Kresna Wahyu Nurachmat, 15, siswa SMA Taruna Nusantara. Kemarin (3/4), tersangka menjalani rekonstruksi atau reka ulang aksi pembunuhan berencananya.

Sedikitnya, ada 78 adegan yang tercatat dalam proses rekonstruksi. Reka ulang dimulai dari Armada Town Square hingga di Graha 17 SMA Taruna Nusantara.

Jalannya reka ulang dipimpin oleh Wakil Dirseskrimum Polda Jawa Tengah, AKBP Zain Dwi Nugroho. Tersangka mempraktikkan sendiri semua proses ini. Selama jalannya rekonstruksi, media dilarang melakukan peliputan. Hanya tim kejaksaan, penyidik, penasihat hukum tersangka, dan saksi.

Informasi yang dihimpun koran ini, tersangka masih sangat tenang dan tampak tidak tertekan ketika menjalani reka ulang. Dia begitu cepat menyelesaikan proses rekonstruksi. Karena itu, tidak lebih dari dua jam, seluruh rangkaian bisa diselesaikan.

AKBP Zain mengatakan, awalnya kepolisian mengagendakan 64 adegan. Namun, di lapangan berkembang menjadi 78 adegan penting untuk dimasukkan dalam berita pemeriksaan. Adegan diawali saat korban pergi ke Armada Town Square untuk membeli pisau dapur. Dia membeli dua buah pisau seharga Rp 50 ribu. Tersangka lantas pulang bersama rekannya ke SMA TN menggunakan taksi.

Adegan dilanjutkan di Graha 17, tempat tersangka dan korban tinggal. Digambarkan sekitar pukul 03.00 pagi, pelaku sudah terbangun untuk melihat situasi barak. Dia mengenakan baju OSIS biru, celana abu-abu. Sebelum melakukan eksekusi, pelaku sempat melihat rekannya satu kamar menyeterika baju. Namun, pelaku mengindahkannya.

Pukul 03.30, pelaku mendekati korban dan berdiri di samping korban. Adegan berikutnya, pelaku menempelkan pisau ke leher korban yang tengah pulas tertidur, dengan terlebih dulu meminta maaf. Tak lama kemudian, korban dihabisi. Setelah itu, pelaku meninggalkan kamar korban. Ia bahkan sempat bertegur sapa dengan rekannya yang sedang menyeterika baju.

Sesampainya di kamar, pelaku mengganti baju. Setelah sadar kacamatanya hilang karena ditarik oleh korban, pelaku kembali ke kamar korban untuk mengambil kacamata yang akhirnya di letakkan di lemari.

Selanjutnya, pelaku juga menarik pisau yang masih menempel di leher korban dan dibuang di bawah tempat tidur temannya. Merasa harus menghilangkan barang bukti, tersangka lantas membawa baju yang berlumuran darah dan mengambil pisaunya lagi dari bawah tempat tidur untuk dibersihkan dengan baju salah satu rekannya.

Pisau itu lantas dibawa ke belakang untuk direndam air dengan alasan agar tidak tercium anjing pelacak. Pisau disembunyikan di bak penampungan kloset. Setelah itu, pelaku kembali ke tempat tidur dan santai tiduran. Pelaku juga sempat menyapu lantai barak, seperti tidak ada kejadian apa-apa.

Kapolres Magelang AKBP Hindarsono mengatakan, rekonstruksi digelar untuk memperjelas kejadian pembunuhan. “Kita ingin memperjelas adegan per adegan.” Dari rangkaian tahapan reka ulang, kesimpulannya menyatakan, pembunuhan sudah direncanakan sejak awal. Dimulai saat pelaku membeli pisau di supermarket.

Humas SMA Taruna Nusantara, Cecep Iskandar mengatakan, selama reka ulang pelaku tampak biasa-biasa saja. Bahkan, saat diminta menutup muka, pelaku tidak mau. “Biasa saja, tanpa ekspresi, Sepertinya tidak merasa bersalah. Waktu ketemu kita mengangguk seperti biasa, ketemu teman juga menyapa seperti biasa,” kata dia. (vie/isk)