RAPAT : Dinkominfo, Dinporapar dan PHRI Kabupaten Pekalongan saat rapat tentang pengembangan pariwisata di Kabupaten Pekalongan. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RAPAT : Dinkominfo, Dinporapar dan PHRI Kabupaten Pekalongan saat rapat tentang pengembangan pariwisata di Kabupaten Pekalongan. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAJEN–Untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pemkab Pekalongan melalui Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar), akan mengembangkan 8 objek wisata alam, 12 wisata budaya, 6 wisata buatan, 8 wisata minat khusus, serta 17 daya tarik wisata lainnya.

Untuk itu, Dinporapar mengundang Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Kabupaten Pekalongan, Biro Perjalanan Wisata, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, untuk mendukung pengembangan potensi pariwisata yang ada di Kabupaten Pekalongan.

Bahkan Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Pekalongan, berupaya terus mempublikasikan potensi pariwisata yang ada di Kabupaten Pekalongan, agar masyarakat luas bersedia berkunjung dan melakukan wisata di Kabupaten Pekalongan.

Kabid Kepariwisataan Dinporapar, Endang Lasminingsih, mengungkapkan bahwa di Kabupaten Pekalongan ada 8 objek wisata alam, 12 wisata budaya, 6 wisata buatan, 8 wisata minat khusus, dan 17 daya tarik wisata lainnya, yang merupakan potensi pariwisata luar biasa.

Dalam rangka meningkatkan potensi wisata yang ada di Kabupaten Pekalongan, Endang mengajak semua pelaku wisata, mulai dari Badan Promosi Pariwisata Daerah, PHRI Kabupaten Pekalongan, Biro Perjalanan Wisata, Pokdarwis, serta OPD terkait, untuk mendukung dan menggali potensi wisata di Kabupaten Pekalongan agar lebih baik dan lebih maju.

“Para pelaku wisata yang kami undang, kami mintai pendapatan, saran dan masukan, agar wisata di Kabupaten Pekalongan menjadi lebih baik. Selain itu, apa kekurangan dan kelebihan pariwisata yang selama ini dikelola oleh Pokdarwis,” ungkap Endang.

Endang menambahkan bahwa selain wisata alam yang luar biasa, Kabupaten Pekalongan juga memiliki potensi wisata kelautan yang belum tergali secara maksimal, seperti keberadaan 2 pelabuhan perikanan, yakni TPI Wonokerto dan TPI Jambean, keduanya di Kecamatan Wonokerto.

Menurutnya, kegiatan pariwisata di wilayah Kabupaten Pekalongan telah didukung oleh 1 hotel berbintang, 8 hotel non bintang, dan 10 pondok wisata atau homestay, 6 restoran dan 22 rumah makan, serta 5 biro perjalanan wisata dan 6 agen perjalanan wisata, dengan pemandu wisata 50 orang serta 15 pokdarwis yang profesional.

“Bahkan ada 4 desa wisata yang saat ini dikembangkan terus, yakni di Desa Lolong Kecamatan Karanganyar, dan desa-desa di wilayah Kecamatan Petungkriyono. Setahun terakhir, mulai kelihatan peningkatan jumlah pengunjungnya, setelah kami promosikan secara gencar dan pembenahan banyak hal untuk pengembangan,” kata Endang.

Sementara itu, Wakil Ketua PHRI Kabupaten Pekalongan, Agus Handoyo, menegaskan bahwa Pemkab Pekalongan membuat pariwisata yang representatif dan spektakuler, sehingga menjadikan Kabupaten Pekalongan sebagai salah satu daerah tujuan utama wisata.

Untuk itu, tandasnya, perlu dibentuk Badan Promosi Pariwisata Kabupaten  Pekalongan yang nantinya dapat menjembatani antara pemerintah dengan penyedia pariwisata. Karena kondisi geografis Kabupaten Pekalongan sangat potensial, dari ujung pantai hingga pegunungan, sehingga ekspose objek wisata bisa ditingkatkan. Yakni dengan meningkatkan fasilitas pendukung objek wisata seperti parkir, souvenir, spot istirahat, dan fasilitas umum lainnya.

“Objek wisata dibikin senyaman mungkin, sebagai daya tarik wisatawan dengan menyediakan buku panduan wisata atau booklet. Konsep wisata desa saat ini sudah menarik. Kami akan mendukung promosi makanan khas daerah, yakni dengan menyediakan menu makanan daerah di hotel-hotel kami,” tegas Handoyo. (thd/ida)