Hari Pertama UNBK, Server Ngadat  

1741

UNGARAN–Hari pertama ujian nasional berbasis komputer (UNBK) jenjang SMK di Kabupaten Semarang, ditemukan beberapa permasalahan. Seperti halnya pada pelaksanaan UNBK di SMK N 1 Bawen mengalami server ngadat dan masalah alat pendengaran.

Hal itu sempat dikeluhkan beberapa siswa di sekolah tersebut. Seperti pengakuan Yeni Kusumaningtyas. Saat pelaksanaan UNBK, server sempat ngadat. Bahkan peserta UNBK harus mengulang mengerjakan ujian dari awal. “Tadi ada juga yang salah logout sehingga harus mengulang lagi dari awal mulai dari login,” katanya, Senin (3/4) kemarin.

Peserta lain di sekolah juga mengungkapkan hal yang sama. Seperti apa yang dikatakan oleh Nina Oktavia. Menurutnya, alat bantu yang digunakan untuk pendengaran bermasalah. Suara dari komputer terputus-putus. Ia sempat terkendala dalam mengerjakan soal. “Jadi untuk mendengarkan soal listening agak mati-mati. Ya, seharusnya sebelum dibuat untuk ujian, sejumlah peralatan dicek terlebih dahulu,” harapnya.

Adanya permasalahan tersebut, juga diakui oleh Ketua Panitia UNBK SMKN 1 Bawen, Nining Setyowati. Nining membenarkan jika ada sejumlah masalah saat proses UNBK berlangsung. “Kalau secara teknis, saya tidak tahu permasalahannya. Karena hanya pengawas dan teknisi yang diperbolehkan masuk ke ruangan,” katanya.

Meski begitu, Nining mengklaim jika permasalahan tersebut sudah bisa teratasi dengan cepat. Karena itu, ia mengimbau siswa agar tidak khawatir pada pelaksanaan UNBK hari kedua Selasa (4/4) ini. Para peserta harus tetap fokus untuk mengerjakan soal ujian.

Dikatakannya, pihak sekolah sudah mempersiapkan tim teknis untuk segera melakukan perbaikan apabila di tengah jalan mengalami kendala. “Jika ada trouble, tidak mempengaruhi waktu menjawab siswa karena waktu menjawab dimulai dari saat siswa login hingga dua jam usai login,” katanya.

Pada pelaksanaan UNBK di SMK N 1 Bawen dibagi menjadi menjadi tiga sift. Hal itu dikarenakan keterbatasan alat yang disediakan oleh panitia UNBK sekolah itu. “Karena jumlah siswa kami banyak, yakni 559 siswa dan kami tidak memiliki jurusan jaringan komputer, maka kami membagi UNBK menjadi tiga shift,” katanya.

UNBK di sekolah itu sendiri pada hari pertama dilaksanakan mulai pukul 08.30 hingga pukul 16.00. “Shift pertama ada 224 siswa, shift kedua ada 210 siswa dan shift ketiga ada 139 siswa,” tuturnya.

Meski terbagi menjadi tiga sift, namun pihaknya optimistis jika kebocoran soal tidak akan terjadi. Pasalnya setiap soal yang dihadapi masing-masing peserta berbeda, namun memiliki bobot yang sama.

Meski terbatas, namun terdapat dua SMK yang menginduk pelaksanaan UNBK di SMKN 1 Bawen. Kedua SMK itu adalah SMK Al Ittihad Bringin sebanyak lima siswa, dan SMK Suwakul Ungaran sebanyak sembilan siswa. “Setiap siswa akan menerima soal yang berbeda secara acak. Jadi, jika dalam satu ruangan ada 30 siswa maka akan ada 30 paket soal,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disdikbudpora) Kabupaten Semarang, Dewi Pramuningsih mengatakan pelaksanaan UNBK digelar seluruh SMK dengan jumlah keseluruhan 41 sekolah. “Tidak ada yang menggunakan sistem ujian nasional berbasis kertas dan pensil (UNKP). Semuanya berbasis komputer,” kata Dewi.

Jumlah peserta UNBK untuk semua SMK yaitu sebanyak 5.119 siswa. “Total semua ruangan yang digunakan UNBK se-Kabupaten Semarang ada 81 ruangan,” katanya. (ewb/ida)