SELESAI: Ketua DPRD Kabupaten Magelang, Saryan Adi Yanto, berdiskusi dengan anggota NPC usai menggelar audiensi, kemarin. (HUMAS DPRD KABUPATEN MAGELANG)
SELESAI: Ketua DPRD Kabupaten Magelang, Saryan Adi Yanto, berdiskusi dengan anggota NPC usai menggelar audiensi, kemarin. (HUMAS DPRD KABUPATEN MAGELANG)

PULUHAN anggota National Paralympic Commitee (NPC) atau atlet penyandang cacat di Kabupaten Magelang langsung bernafas lega usai menggelar audiensi dengan DPRD Kabupaten Magelang. Keluhan mereka soal minimnya perhatian dan dukungan anggaran dari pemerintah, akhirnya terselesaikan.

Dalam rapat audiensi yang dipimpin oleh Ketua DPRD Kabupaten Magelang, Saryan Adi Yanto, DPRD langsung mendorong kepada Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga untuk menganggarkan kegiatan bagi atlet disabilitas tersebut. Anggaran akan dimasukkan melalui APBD Perubahan 2017.

“Persoalannya simpel. Dinas bisa tidak menganggarkan untuk rekan-rekan disablitas ini?” tanya Saryan kepada Kabid Kepemudaan Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga, Hery Yusuf, yang hadir dalam audiensi.

“Bisa, Pak,” kata Hery menjawab pertanyaan ketua dewan.

“Selesaikan. Kalau bisa dianggarkan, kenapa tidak sejak dulu mereka difasilitasi dan diberikan anggaran untuk pembinaan. Prestasi mereka membawa Kabupaten Magelang di kancah nasional sangat besar,” kata Saryan.

Saryan mengaku, pihaknya akan membantu di proses pembahasan APBD Perubahan 2017. Sehingga kebutuhan yang belum didapatkan bisa segera didapatkan. Sekretaris NPC Kabupaten Magelang, Mugiyanto, mengatakan, pihaknya sudah beberapa kali melakukan pertemuan dengan Pemkab Magelang melalui beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, namun belum ada realisasi.

“Karena sudah beberapa kali dan belum ada realisasi, kami minta dewan untuk audensi ini. Terus terang kami sudah kehabisan akal mau bagaimana lagi? Padahal, ada dua atlet kami yang dipanggil untuk pelatnas menghadapi ASEAN Para Games di Malaysia Agustus mendatang. Sebelumnya, empat atlet kami juga telah mempersembahkan 3 emas, 1 perak, dan empat perunggu pada Peparnas di Bandung 2016 lalu.”

Selain belum mendapatkan anggaran, pihaknya juga mengaku kesulitan tempat berlatih. “Fasilitas di GOR Gemilang belum ada. Di tempat-tempat olah raga lain seperti kolam renang, atletik juga belum ada. Padahal, ada beberapa atlet kami di cabor renang, atletik, bowling, sepak bola, yang potensial mendapatkan medali. Kami mohon kedepan, diadakan agar kami juga bisa berlatih,” pintanya.

NPC menyampaikan terimakasih kepada ketua DPRD yang telah memfasilitasi dan menyelesaikan persoalan ini. Menurut Mugiyanto, ada harapan yang lebih baik setelah pertemuan dengan DPRD.

Wakil Ketua KONI Kabupaten Magelang, Suwarsa, mengaku belum bisa mengganggarkan untuk NPC, karena keterbatasan regulasi. Sebab, sejak 31 Maret 2015, NPC secara nasional telah memisahkan diri dari keanggotaan KONI. Karena itu, baik secara program, kegiatan, maupun anggaran, sudah tidak bisa bersama lagi.

Kabid Kepemudaan Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga, Hery Yusuf menambahkan, pihaknya meminta pengurus NPC untuk segera membuat proposal program kegiatan 2017 dan 2018. “Kami juga minta pengawalan terkait anggaran untuk NPC ini dari teman-teman di DPRD. Dengan begitu bisa dimasukkan dalam APBD, baik perubahan 2017 maupun 2018 mendatang,” harapnya. (adv)