33 C
Semarang
Selasa, 7 Juli 2020

DPRD Langsung Dorong Penganggaran Pembinaan Melalui Hibah

Audiensi Atlet Penyandang Cacat di DPRD Kabupaten Magelang

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

PULUHAN anggota National Paralympic Commitee (NPC) atau atlet penyandang cacat di Kabupaten Magelang langsung bernafas lega usai menggelar audiensi dengan DPRD Kabupaten Magelang. Keluhan mereka soal minimnya perhatian dan dukungan anggaran dari pemerintah, akhirnya terselesaikan.

Dalam rapat audiensi yang dipimpin oleh Ketua DPRD Kabupaten Magelang, Saryan Adi Yanto, DPRD langsung mendorong kepada Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga untuk menganggarkan kegiatan bagi atlet disabilitas tersebut. Anggaran akan dimasukkan melalui APBD Perubahan 2017.

“Persoalannya simpel. Dinas bisa tidak menganggarkan untuk rekan-rekan disablitas ini?” tanya Saryan kepada Kabid Kepemudaan Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga, Hery Yusuf, yang hadir dalam audiensi.

“Bisa, Pak,” kata Hery menjawab pertanyaan ketua dewan.

“Selesaikan. Kalau bisa dianggarkan, kenapa tidak sejak dulu mereka difasilitasi dan diberikan anggaran untuk pembinaan. Prestasi mereka membawa Kabupaten Magelang di kancah nasional sangat besar,” kata Saryan.

Saryan mengaku, pihaknya akan membantu di proses pembahasan APBD Perubahan 2017. Sehingga kebutuhan yang belum didapatkan bisa segera didapatkan. Sekretaris NPC Kabupaten Magelang, Mugiyanto, mengatakan, pihaknya sudah beberapa kali melakukan pertemuan dengan Pemkab Magelang melalui beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, namun belum ada realisasi.

“Karena sudah beberapa kali dan belum ada realisasi, kami minta dewan untuk audensi ini. Terus terang kami sudah kehabisan akal mau bagaimana lagi? Padahal, ada dua atlet kami yang dipanggil untuk pelatnas menghadapi ASEAN Para Games di Malaysia Agustus mendatang. Sebelumnya, empat atlet kami juga telah mempersembahkan 3 emas, 1 perak, dan empat perunggu pada Peparnas di Bandung 2016 lalu.”

Selain belum mendapatkan anggaran, pihaknya juga mengaku kesulitan tempat berlatih. “Fasilitas di GOR Gemilang belum ada. Di tempat-tempat olah raga lain seperti kolam renang, atletik juga belum ada. Padahal, ada beberapa atlet kami di cabor renang, atletik, bowling, sepak bola, yang potensial mendapatkan medali. Kami mohon kedepan, diadakan agar kami juga bisa berlatih,” pintanya.

NPC menyampaikan terimakasih kepada ketua DPRD yang telah memfasilitasi dan menyelesaikan persoalan ini. Menurut Mugiyanto, ada harapan yang lebih baik setelah pertemuan dengan DPRD.

Wakil Ketua KONI Kabupaten Magelang, Suwarsa, mengaku belum bisa mengganggarkan untuk NPC, karena keterbatasan regulasi. Sebab, sejak 31 Maret 2015, NPC secara nasional telah memisahkan diri dari keanggotaan KONI. Karena itu, baik secara program, kegiatan, maupun anggaran, sudah tidak bisa bersama lagi.

Kabid Kepemudaan Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga, Hery Yusuf menambahkan, pihaknya meminta pengurus NPC untuk segera membuat proposal program kegiatan 2017 dan 2018. “Kami juga minta pengawalan terkait anggaran untuk NPC ini dari teman-teman di DPRD. Dengan begitu bisa dimasukkan dalam APBD, baik perubahan 2017 maupun 2018 mendatang,” harapnya. (adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Tempat Merokok Beralih Fungsi

MAGELANG – Hingga kini, Pemkot Magelang baru memiliki 15 tempat khusus merokok di instansi lingkungan pemerintahan. Bahkan, beberapa tempat khusus tersebut sudah beralih fungsi....

Mau Judi Harus Deposit Uang

TEMANGGUNG - Satreskrim Polres Temanggung membongkar praktik perjudian online jenis poker. Agus Susanto, 25, warga Dusun Joho Desa Ngropoh Kecamatan Kranggan Temanggung tidak bisa...

KPUD Coklit Mulai 20 Januari

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - KPUD Demak akan melakukan tahapan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih untuk kesiapan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng. Coklit akan dilaksanakan oleh...

Terpanggil Jadi Dosen

DEA Nathania Hendryanti sudah memantapkan hatinya untuk mengabdikan hidupnya dalam dunia pendidikan. Saat ini, ia tercatat sebagai dosen Program Studi Nutrisi dan Teknologi Kuliner,...

Dana ZIS Tertelan di Mesin Setor Tunai CIMB Niaga

RADARSEMARANG.COM - SAYA salah satu nasabah Bank CIMB Niaga ingin komplain terkait setoran tunai ke mesin setor tunai dan saldo saya tidak bertambah. Lokasi...

Mengeluh di Medsos, Bupati Respon Cepat

RADARSEMARANG.COM, KAJEN - Daroni, 31, warga Desa Sipait, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan, Selasa (13/3) kemarin, menerima dana santunan kematian sebesar Rp 1 juta, di ruang...