33 C
Semarang
Jumat, 5 Juni 2020

Ulama Ajak Warga NU Lebih Cerdas dan Ikhlas

Peringati Harlah NU ke-94

Another

Kenangan dan Kesan Tak Terlupa Bekerja Bareng sang Legenda

Yuni Shara antusias saat ditawari berduet dengan Didi Kempot meski akhirnya tak sempat bertemu sampai selesai rekaman. Soimah juga...

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen...

Setan Sembunyi

Surabaya tidak lagi hanya merah. Tapi merah kehitaman. Pertanda wabah Covid-19 kian mengkhawatirkan. Apalagi ada berita medsos yang agak ngawur...

BATANG-Para ulama mengajak warga Nahdlatul Ulama (NU) agar lebih cerdas dan ikhlas dalam berbangsa dan beragama. Hal tersebut ditegaskan dalam pengajian umum dan haul masal yang digelar jajaran pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Limpung dalam rangka memperingati Hari Lahir Nahdlatul Ulama (NU) ke-94, di gedung SMK Maarif NU 01 Limpung, Minggu (1/4) kemarin.

Pada kesempatan tersebut, turut hadir Dandim 0736/Batang Letkol Fajar Ali Nugraha, Wakapolres Batang Kompol Ponco, Asisten I Sekda Batang, Camat Limpung Drs Windu Suriadji, Kapolsek Limpung AKP Raharja, Danramil 02 Limpung Kapten Inf Sugito, anggota DPRD II Batang, tokoh masyarakat dan sekitar 4 ribuan warga nahdliyin yang memadati acara pengajian. Hadir pula, pengurus PWNU Jatim, KH Marzuki Mustamar dari Malang Jawa Timur yang juga menjadi pembicara.

Ketua Panitia, Masykur mengatakan bahwa pengajian umum ini adalah bagian dari kegiatan rutin yang diadakan dalam setiap peringatan Harlah NU. Menurutnya, setiap tahun antusiasme warga sangat tinggi. Hal itu tercermin dari banyaknya pengunjung yang hadir. “Tadi saat digelar sajadah amal, warga menyambut antusias. Terbukti dalam sekejap terkumpul amal sampai Rp 9 jutaan lebih,” ucapnya bersyukur.

Ketua Tanfidliyah MWC NU Limpung, Syaikur Rozi menambahkan bahwa sebelum digelar acara puncak, pihaknya sudah mengadakan beberapa macam agenda. “Beberapa hari lalu, kami menggelar turnamen bulutangkis MWC NU Cup I 2017, kemudian Tahtiman Alquran oleh hafidz dan hafidzoh Limpung serta Bahtsul Masa’il tanggal 26 Maret lalu,” terangnya.

Pengajian sendiri berlangsung hidmat namun santai. Karena KH Marzuki mengisinya dengan tutur bahasa yang lembut tapi tegas. Dikatakannya warga NU adalah organisasi keagamaan yang konsisten menjaga kedaulatan NKRI dan mempertahankan Pancasila sebagai ideologi Negara. “Jadilah warga NU yang cerdas dan ikhlas. Jangan memperalat NU untuk memaksakan kehendak. Kita warga NU patuh pada hukum Negara. NU adalah produk asli Indonesia. Dibentuk oleh orang Indonesia, pengurusnya orang Indonesia, warganya orang Indonesia, dana juga dari Indonesia,” tegas Marzuki disambut tepuk tangan meriah dan pekik merdeka dari hadirin.

Jadi, NU harus membela keutuhan NKRI sampai titik darah penghabisan. Jangan terpengaruh oleh kelompok-kelompok tertentu yang akan mengganti Negara maupun ideologinya.

Usai pengajian umum, turut diadakan Densus 26 atau Pendidikan Khusus. Angka 26 sendiri diambil dari tahun lahirnya NU. Pada kesempatan tersebut berisi tanya jawab interaktif berkaitan dengan ke-NU-an oleh seluruh peserta. Acara tersebut dipandu oleh Komandan Banser Indiyarto. (han/sct/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Kenangan dan Kesan Tak Terlupa Bekerja Bareng sang Legenda

Yuni Shara antusias saat ditawari berduet dengan Didi Kempot meski akhirnya tak sempat bertemu sampai selesai rekaman. Soimah juga...

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen sampai presiden. T.M. BAYUAJI-K. ULUM, BAYU...

Setan Sembunyi

Surabaya tidak lagi hanya merah. Tapi merah kehitaman. Pertanda wabah Covid-19 kian mengkhawatirkan. Apalagi ada berita medsos yang agak ngawur sebelumnya: Surabaya bisa seperti Wuhan....

Religiusitas dan Kedekatan Didi Kempot dengan Kaum Santri (13)

Ada sejumlah lagu Didi Kempot yang memperlihatkan sisi religiusitas maestro campursari itu, termasuk satu di antaranya yang belum sempat dirilis. Menurut para sahabat, yang...

Luka Lama

Semua bisa merasakan: betapa irinya Trump. Iri kepada Putin. Iri kepada Xi Jinping. Iri pada kekuasaan mereka berdua. Yang tidak dimiliki oleh seorang Presiden Amerika. Betapa gemes tangan...

More Articles Like This

Must Read

Bisyaroh Guru TPQ Naik Dua Kali Lipat

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Pemerintah Kota Semarang menaikkan bisyaroh (uang tanda terimakasih) guru TPQ, Madrasah Diniyah (Madin) dan modin. Hal ini merupakan bentuk perhatian pemerintah...

Tersangka Korupsi Pupuk Segera Disidang

SEMARANG - Berkas perkara dugaan kasus korupsi pengadaan pupuk urea tablet di Perusahaan Umum (Perum) Perhutani Unit I Jawa Tengah periode 2010-2011 dan 2012-2013,...

Atletik Ditutup

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Gelanggang Olahraga Tri Lomba Juang (GOR TLJ) telah dibuka untuk umum. Namun, khusus lapangan atletik memang masih belum bisa dimanfaatkan secara...

Satpol PP Gelar Patroli Edukatif

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Pendekatan secara edukatif dalam pelaksanaan Perda dan Perwali perlu dilakukan terus-menerus. Karena dengan pendekatan yang lebih preventif inilah, peraturan bisa dipahami...

Pilkada, Terjunkan 325 Ribu Linmas

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN - Sebanyak 750 anggota perlindungan masyarakat (linmas) atau dulu lebih dikenal dengan  pertahanan sipil (hansip) se-eks Karesidenan Pekalongan mengikuti apel siaga dalam rangka...

Awalnya Kenal di Jalan, Kini Sering Bersepeda Bersama

Para pencinta sepeda lipat tergabung dalam Komunitas Brompton Semarang. Selain rutin bersepeda bersama, komunitas ini kerap berbagi rezeki kepada kaum dhuafa. Seperti apa? M HARIYANTO KOMUNITAS...