SMP Kesatrian 1 Santuni Anak Yatim

567
PEDULI SESAMA: Kepala SMP Kesatrian 1 Semarang, Suwarno memberikan santunan kepada salah satu anak yatim. (M. Zaenuri/Jawa Pos Radar Semarang)
PEDULI SESAMA: Kepala SMP Kesatrian 1 Semarang, Suwarno memberikan santunan kepada salah satu anak yatim. (M. Zaenuri/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Semangat berbagi serta saling mengasihi kepada saudara yang kurang beruntung ditunjukkan SMP Kesatrian 1 Semarang dalam acara santunan anak yatim yang diselenggarakan Sabtu (1/4) di halaman sekolah, Jalan Soekarno-Hatta Semarang. Ratusan anak-anak yatim di sekitar lingkungan sekolah dengan penuh suka cita menerima santunan dari institusi pendidikan dibawah naungan Yayasan Pendidikan Kesatrian 67 Semarang ini.

Kegiatan yang baru kali pertama dilakukan di lingkungan SMP Kesatrian 1 Semarang ini juga dihadiri perwakilan dari Dinas Pendidikan Kota Semarang, perwakilan Camat Pedurungan, Polsek Pedurungan, Kodim 0733 Semarang serta pengurus Yayasan Pendidikan Kesatrian 67 Semarang.

Kepala SMP Kesatrian 1, Suwarno mengatakan, dengan semangat kekeluargaan pihaknya menjalin silaturahmi dan kebersamaan serta memberikan bantuan kepada anak-anak yatim yang membutuhkan. ”Mudah-mudahan kegiatan ini bisa dilakukan rutin untuk tahun-tahun berikutnya,” katanya.

Pengurus Yayasan Pendidikan Kesatrian 67 Semarang, Toto menambahkan, kegiatan penyantunan anak yatim ini sengaja dipublikasikan bukan sebagai bentuk dari kesombongan. Namun sebagai upaya mengajak masyarakat bahwa budaya menyantuni anak yatim adalah perbuatan yang baik dan mulia sesuai dengan tuntunan agama. Selain itu, juga sebagai  pembelajaran bagi anak-anak didik apabila mempunyai rezeki yang berlebih agar berbagi kepada anak-anak yatim.

Pengawas pendidikan Agama Islam Kementerian Agama, Faojin memberikan apresiasi kepada SMP Kesatrian 1 Semarang atas diselenggarakannya acara penyantunan terhadap anak-anak yatim tersebut. Dikatakannya, belum banyak sekolah yang ada di Kota Semarang memberikan contoh keteladanan dalam hal ini penyantunan kepada anak-anak yatim. ”Ini mempunyai makna yang luar biasa  untuk menggerakkannya di Kota Semarang,” tuturnya. (zen/sct/ric/ce1)