33 C
Semarang
Jumat, 17 Juli 2020

Rumah Makan Paon Rasa

Sajikan Masakan Sehat dan Lezat

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

KOTA Semarang memiliki segudang rumah makan dengan beragam kuliner yang ditawarkan. Tidak sedikit yang menonjolkan citarasa nusantara dari Sabang sampai Merauke, namun sedikit yang memodifikasinya menjadi menu sehat dengan tetap menonjolkan kenikmatan rasa.

Salah satunya adalah Rumah Makan Paon Rasa, yang terletak di Jalan Pringgading 74, Semarang. Kedai ini terhitung baru di Kota Semarang, namun telah ramai pelanggan.

Adrian Setiaji dan Fransiska Angelina adalah penggagas kedai citarasa khas nusantara dengan konsep makanan sehat tanpa MSG. Menurut mereka, beragam masakan Indonesia memang sudah banyak tersedia, namun masih sedikit yang memikirkan sisi kesehatan.

“Intinya dalam mendirikan kedai ini, kami ingin membuat makanan simpel dari nusantara. meskipun saat ini kami baru bisa menyajikan dari Bali, Jawa dan Sunda,” ungkap Adrian yang juga seorang dokter umum lulusan Universitas Diponegoro (Undip), itu. Dari sekian menu, ada dua masakan primadona di rumah makan Paon Rasa ini, yakni Nasi Campur Bali dan Nasi Ayam Betutu.

Fransiska mengatakan, seluruh makanan yang dimasak dalam Paon Rasa murni menggunakan rempah-rempah sebaagai penyedap dan dirinya sama sekali tidak menggunakan MSG. Hal itu ia lakukan sebagai bentuk konsistensi Paon Rasa dalam menyajikan makanan sehat bagi masyarakat Kota Semarang,

Seperti penggunaan bahan Nasi Ayam Betutu, pengolahan ayam hanya menggunakan rempah yang didatangkan dari Bali. Khas Bali lainnya yang ada dalam menu itu adalah sambel matah.

“Kami gunakan rempah seperti kunyit, serai, jahe dan beberapa lagi. Ayamnya tanpa melalui proses penggorengan jadi hanya kita rebus dan diungkep lalu kami sajikan,” ungkap Fransiska yang berpendidikan sebagai ahli gizi.

Fransiska menuturkan, masyarakat saat ini mulai sadar tentang pentingnya pola hidup sehat dan semunya dimulai dari apa yang kita konsumsi. Kuliner Indonesia dikatakan oleh Siska –sapaan akrabnya-, seluruhnya bisa dijadikan makanan yang sehat asal pemasak mengetahui bagaimana proses masak yang baik dan kandungan yang ada dalam setiap bumbunya.

“Orang kan umumnya hanya tahu cara masak tapi tidak memperhatikan kandungan kandungan dalam bahan bakunya, padahal jika mereka tahu itu akan memberikan manfaat yang banyak bagi kesehatannya,” tambah Dara asli Semarang, 18 Februari 1992.

Keunikan lain yang ditawarkan oleh Paon Rasa adalah makanan disajikan dalam bentuk prasmanan sehingga pelanggan bebas memilih dan mencampurkan apa yang ingin ia makan.

“Konsepnya prasmanan ya, jadi pelanggan yang ke sini bisa merasa seperti didapur rumahnya sendiri,” imbuh Adrian yang juga Pelatih serta Atlet Taekwondo. Setiap hari, Paon Rasa buka mulai pukul 11.00-20.00 dan minggu mulai 10.00-20.00 tertarik untuk mencoba? (mg26/zal)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Pekalongan Bangun Rest Area Kelas A

KAJEN-Akhir pembangunan rest area kelas A akan dibangun di jalur jalan tol yang melintasi Kabupaten Pekalongan. Hal tersebut setelah melakukan survei dan kajian, serta...

Tinggikan Jalan Justru Tenggelamkan Permukiman

RADARSEMARANG.COM - Banjir dan rob yang selalu menggenangi ruas Jalan Raya Kaligawe dan sekitarnya, hingga kini belum bisa terpecahkan. Solusi meninggikan jalan, justru berdampak...

FIFGROUP Salurkan Bantuan Rp 213 Juta

JOGJAKARTA - Perusahaan pembiayaan terbesar tanah air  FIFGROUP, menyerahkan bantuan kepada masyarakat Jogjakarta, Kamis (23/11). Bantuan itu secara khusus diserahkan kepada perwakilan Kraton Ngayogyakarta...

Protein dan Vitamin D Cegah Sarcopenia 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Seiring bertambahnya usia, fungsi tubuh akan mengalami penurunan, termasuk otot. Meskipun seseorang termasuk pribadi yang senang berolahraga di usia muda, bukan berarti...

Hadapi Era Disrupsi Humas Harus Miliki Standarisasi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Profesi kehumasan dipandang oleh masyarakat sebagai profesi yang bisa dilakukan oleh siapapun. Humas, identik dengan jumpa pers dan media relation. Oleh...

Polda Belum Tetapkan Tersangka

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Polda Jateng melalui Tim Satgas Pangan akan melakukan pengawasan terhadap mitra Bulog yang mendapat kepercayaan mendistribusikan beras Operasi Pasar (OP). Pengawasan ini...