Rumah Makan Paon Rasa

Sajikan Masakan Sehat dan Lezat

3426
SEHAT DAN ENAK: Adrian Setiaji dan Fransiska Angelina owner Rumah Makan Paon Rasa, yang menyajikan masakan sehat tanpa meninggalkan citarasa khas nusantara. (NUR CHAMIM / JAWAPOS RADAR SEMARANG)
SEHAT DAN ENAK: Adrian Setiaji dan Fransiska Angelina owner Rumah Makan Paon Rasa, yang menyajikan masakan sehat tanpa meninggalkan citarasa khas nusantara. (NUR CHAMIM / JAWAPOS RADAR SEMARANG)

KOTA Semarang memiliki segudang rumah makan dengan beragam kuliner yang ditawarkan. Tidak sedikit yang menonjolkan citarasa nusantara dari Sabang sampai Merauke, namun sedikit yang memodifikasinya menjadi menu sehat dengan tetap menonjolkan kenikmatan rasa.

Salah satunya adalah Rumah Makan Paon Rasa, yang terletak di Jalan Pringgading 74, Semarang. Kedai ini terhitung baru di Kota Semarang, namun telah ramai pelanggan.

Adrian Setiaji dan Fransiska Angelina adalah penggagas kedai citarasa khas nusantara dengan konsep makanan sehat tanpa MSG. Menurut mereka, beragam masakan Indonesia memang sudah banyak tersedia, namun masih sedikit yang memikirkan sisi kesehatan.

“Intinya dalam mendirikan kedai ini, kami ingin membuat makanan simpel dari nusantara. meskipun saat ini kami baru bisa menyajikan dari Bali, Jawa dan Sunda,” ungkap Adrian yang juga seorang dokter umum lulusan Universitas Diponegoro (Undip), itu. Dari sekian menu, ada dua masakan primadona di rumah makan Paon Rasa ini, yakni Nasi Campur Bali dan Nasi Ayam Betutu.

Fransiska mengatakan, seluruh makanan yang dimasak dalam Paon Rasa murni menggunakan rempah-rempah sebaagai penyedap dan dirinya sama sekali tidak menggunakan MSG. Hal itu ia lakukan sebagai bentuk konsistensi Paon Rasa dalam menyajikan makanan sehat bagi masyarakat Kota Semarang,

Seperti penggunaan bahan Nasi Ayam Betutu, pengolahan ayam hanya menggunakan rempah yang didatangkan dari Bali. Khas Bali lainnya yang ada dalam menu itu adalah sambel matah.

“Kami gunakan rempah seperti kunyit, serai, jahe dan beberapa lagi. Ayamnya tanpa melalui proses penggorengan jadi hanya kita rebus dan diungkep lalu kami sajikan,” ungkap Fransiska yang berpendidikan sebagai ahli gizi.

Fransiska menuturkan, masyarakat saat ini mulai sadar tentang pentingnya pola hidup sehat dan semunya dimulai dari apa yang kita konsumsi. Kuliner Indonesia dikatakan oleh Siska –sapaan akrabnya-, seluruhnya bisa dijadikan makanan yang sehat asal pemasak mengetahui bagaimana proses masak yang baik dan kandungan yang ada dalam setiap bumbunya.

“Orang kan umumnya hanya tahu cara masak tapi tidak memperhatikan kandungan kandungan dalam bahan bakunya, padahal jika mereka tahu itu akan memberikan manfaat yang banyak bagi kesehatannya,” tambah Dara asli Semarang, 18 Februari 1992.

Keunikan lain yang ditawarkan oleh Paon Rasa adalah makanan disajikan dalam bentuk prasmanan sehingga pelanggan bebas memilih dan mencampurkan apa yang ingin ia makan.

“Konsepnya prasmanan ya, jadi pelanggan yang ke sini bisa merasa seperti didapur rumahnya sendiri,” imbuh Adrian yang juga Pelatih serta Atlet Taekwondo. Setiap hari, Paon Rasa buka mulai pukul 11.00-20.00 dan minggu mulai 10.00-20.00 tertarik untuk mencoba? (mg26/zal)