33 C
Semarang
Kamis, 13 Agustus 2020

Piawai Berbahasa Asing

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

DI usianya yang masih belia, Bripda Oktarinata Indra Rukmana, 20, anggota Polwan (Polisi Wanita) Polda Jateng sudah dipercaya menjadi master of ceremony (MC) berbahasa asing. Gadis kelahiran Pati, 2 Oktober 1996 silam ini pun merasa bersyukur sekaligus bangga.

“Selama pendidikan, telah dipercaya dan dilatih para pembina menjadi MC Bahasa Inggris. Misalnya di setiap acara kunjungan pejabat Polri dan pemerintah ke Pusdik,” ungkap gadis yang akrab disapa Okta kepada Jawa Pos Radar Semarang kemarin.
Gadis yang bertugas di Bidang Humas Polda Jateng ini, terbilang memiliki banyak kelebihan. Terutama, semenjak menempuh pendidikan Polwan Angkatan 43 di Pusdik Binmas Banyubiru. Kemampuan bahasa Jepang-nya yang ia akui pasif membawanya menjadi seorang MC Bahasa Jepang saat upacara penutupan pendidikan.

“Selain itu, saya juga pernah membawakan program acara Sidik di stasiun televisi di Surakarta. Saya membantu menyiarkan dan menyampaikan berita serta info-info kepolisian kepada masyarakat setiap harinya,” terangnya.

Di tahun 2017 ini, Okta terpilih menjadi duta Humas Polda Jateng. Menurut gadis lulusan SMAN 1 Pati ini, menjadi wanita adalah takdir dan menjadi Polwan itu adalah pilihan hidup. Pihaknya menyadari, bekerja di bidang humas sangat besar tantangan yang harus dihadapi.

“Memang saya sendiri menyadari ada daya tarik-menarik dalam diri saya, di satu sisi sebagai remaja yang masih ingin bebas berekspresi. Tetapi di sisi lain tuntutan status sebagai Polwan remaja, mengharuskan saya mengikuti semua aturan yang membatasi. Namun dalam dua tahun berdinas, saya menemukan diri saya bangga menjadi anggota Polri. Polisi merupakan tugas yang sangat mulia yang harus saya jaga dan laksanakan dengan sebaik-baiknya,” katanya.

Tak hanya  itu kebanggaannya. Okta pernah menjadi salah satu Liaison Officer Sidang Interpol ke-85 di Bali. Itu merupakan kehormatan dan kebanggaan yang besar, menjadi bagian dari acara tahunan Interpol tersebut.

Menurutnya, perjuangan dan seleksi yang ketat dari kepolisian dapat ditempuhnya untuk menjadi bagian dari event bersejarah dunia tersebut. “Dulu, passion saya memang menjadi seseorang yang bekerja di bidang komunikasi. Bahkan saya bermimpi menjadi staf di Kedutaan Besar Indonesia. Namun saya sangat bersyukur dengan apa yang saya miliki sekarang,” terangnya.

Okta menambahkan, menjadi polisi bukanlah pekerjaan yang mudah diraih dan dilakukan. Beberapa hal yang telah dilakukanya tersebut akan menjadi pengingat dan pendukungnya untuk lebih meningkatkan kemampuan serta melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. “Perjalanan saya masih panjang dan berat. Saya akan berusaha meningkatkan kemampuan saya, baik kemampuan berbahasa, agar dapat saya manfaatkan dalam mendukung tugas-tugas kepolisian,” katanya.
Okta juga tak menyia-nyiakan kepintarannya untuk menempuh kuliah semester 4 di Fakultas Hukum Untag Semarang. Tak tanggung-tanggung, rata-rata IP yang ia dapatkan selama 3 semester adalah 3.86. Namun demikian, Okta tak pernah merasa besar kepala dan selalu bersyukur.
“Saya harus menyadari betapa kerasnya dan ketatnya persaingan hidup. Belajar untuk rendah hati dan terus belajar dan belajar. Saya dan teman-teman saya, hanya ingin menjadikan Indonesia lebih baik lagi dan hidup dengan damai,” pungkas gadis yang tinggal di Mess Polwan. (mha/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Tunggu Penataan

Berdampingan dengan proyek pembangunan pusat kuliner di Jalan dr Sutomo, sebagian kawasan Kampung Pelangi di Wonosari, Kota Semarang tampak belum tertata. Pemkot Semarang akan...

Dipancing Lewat FB, Pencuri PS Ditangkap

WONOSOBO – Polsek Mojotengah berhasil menangkap 2 pelaku pencurian. Tersangka yang sempat buron, berhasil ditangkap gara-gara media sosial. SRN, 26, dan HRY, 26, harus mempertanggungjawabkan...

58 Persen Lulusan SMK Jateng Sudah Bekerja

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Sebanyak 236 siswa SMK Boarding School Negeri Jawa Tengah mengikuti Prasetya Alumni yang dipimpin Sekertaris Daerah (Sekda) Jateng Sri Puryono di lapangan sekolah tersebut,...

Pengusaha Jateng Belajar ke Salatiga

SALATIGA – Puluhan pengusaha kecil menengah dari berbagai kota di Jawa Tengah yang tergabung dalam Motiva (Motivasi untuk Aktif, kreatif dan Inovatif) mengadakan studi...

Waspadai Kethekan, Salib Putih Hingga Kertek

RADARSEMARANG.COM - LEBAR badan jalan tanjakan Kethekan yang kini berubah nama menjadi Tanjakan Jambuasri di Desa Jambu Kecamatan Jambu memang belum ideal. Sekertaris Dinas...

Lumpuh, Tewas Terbakar

RADARSEMARANG.COM, KEBUMEN – Nasib tragis menimpa Khasan, 67, warga Desa Kebonsari RT 03 RW 01, Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen. Jiwanya tak bisa diselematkan ketika...