Penuhi Kebutuhan Pembaca, Perkuat Media Online

1889
KARYAWAN KOMPAK : Perayaan HUT Jawa Pos Radar Semarang yang ke-17, dijadikan momentum untuk lebih memaksimalkan berbagai kanal informasi di tengah era konvergensi media. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KARYAWAN KOMPAK : Perayaan HUT Jawa Pos Radar Semarang yang ke-17, dijadikan momentum untuk lebih memaksimalkan berbagai kanal informasi di tengah era konvergensi media. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG-Memasuki Hari Ulang Tahun ‎(HUT) ke-17, Harian Jawa Pos Radar Semarang memaksimalkan jaringan media online dan media sosial, untuk mengikuti perkembangan teknologi informasi. Sekaligus memenuhi kebutuhan para pembaca setianya.

Hal itu disampaikan Direktur Jawa Pos Radar Semarang, Abdul Aziz sebelum dilakukan pemotong tumpeng sebagai tanda pertambahan umur Harian Jawa Pos Radar Semarang ke-17. Abdul Azis didampingi jajaran pimpinan di lingkungan Jawa Pos Radar Semarang, Ismu Puruhito, Arif Riyanto, Iskandar, dan Riyadi. Selain pemotongan tumpeng, malamnya digelar khataman Alquran dan pagi harinya dilanjutkan dengan penyerahan santunan kepada anak-anak yatim dari Pondok Pesantren Nurul Huda Meteseh, Kota Semarang.

“Di era konvergensi media, media mainstream tidak bisa lagi mengandalkan satu platform, tapi harus multitasking. Karena itulah, Jawa Pos Radar Semarang akan diperkuat dengan media online dan media sosial (medsos) lebih maksimal. Sekaligus untuk memberikan service lebih baik bagi pembaca maupun pengiklan,” kata Abdul Aziz dalam sambutannya, Sabtu (1/4) kemarin.

Menurutnya, moment kali ini sangat istimewa, karena memasuki umur 17 tahun. Ibarat gadis, lagi mekar-mekarnya. “Banyak yang melirik dan banyak yang menyukainya, mudah-mudahan Jawa Pos Radar Semarang bisa seperti gadis itu‎,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, dihadirkan pula Ustad Yusuf Hatanto yang memberikan tausiah setelah prosesi potong tumpeng. Ustad Yusuf mengaku sangat bahagia diundang Jawa Pos Radar Semarang yang sedang berulang tahun ke-17. Pasalnya, sudah ratusan kali menjadi pembicara pada pengajian maupun tabliq, namun yang spesial kali ini adalah memberikan kajian di hadapan wartawan yang selalu berkutat dengan banyak berita.

“Berkah lainnya adalah HUT Jawa Pos Radar Semarang bertepatan dengan bulan Rajab. Yakni, bulan yang disunahkan oleh Nabi Muhammad SAW. Semoga dengan perayaan HUT, bisa menjadi barokah, baik secara agama, profesi maupun kegiatan perusahaan,” katanya dalam doa.

Ustad Yusuf juga mengaku prihatin dengan 3 prinsip komunikasi yang sudah mulai luntur di masa sekarang. Pertama adalah ‎perkataan yang jujur‎. Sebagai insan media dan birokrat, maka harus bisa mengucapkan perkataan yang jujur, baik sebagai wartawan, pemimpin, birokrat dan sebagainya. “Dan untuk memberikan kejujuran, semua itu merupakan hasil dari proses ketakwaan dan hati nurani,” katanya.

Ia juga menyampaikan, media saat ini jelas memiliki musuh utama yakni berita hoax atau berita bohong. Tragisnya sekarang ini, berita bohong lebih dipercaya umat. Hal itu tidak lepas dari karakter manusia saat ini, yang cepet heran dan kagum. Jarang dicek kebenarannya, informasi dari medsos langsung dibagikan.

“Soal aqidah saja sering terjebak. Aliran sesat saja ada pengikutnya. Karena itu, umat Islam seharusnya memperhatikan kebenarannya. Cara mengatasinya cukup pegang rukun Islam dan rukum imam,” ungkapnya.

‎Kedua, lanjut Ustad Yusuf, kalimat tepat, efektif dan efisien. Menurutnya, dengan memberikan kalimat yang benar, yang berkesan, akan memberikan kesan dihati para pembaca. Yakni, informasi yang disampaikan dengan kalimat yang hebat, tepat, yang bersumber dari hati nurani dan kebaikan dengan kalimat yang benar.‎ Untuk itu, harus peperkuat aqidahnya.

“Yang ketiga adalah bermakna, kredible dan berkualitas. Yang jelas boleh bohong untuk menutupi kelemahan istri dan suami, tapi bukan menutupi kesalahan,” sebutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Pelaksana Solusi Zakat Indonesia (SZI) Kota Semarang, Harjito mengucapkan selamat milad kepada Jawa Pos Radar Semarang ke-17. Ia berharap Jawa Pos Radar Semarang, selalu menjadi media terdepan di Jawa Tengah dan Indonesia, yang nantinya bisa menghadirkan berita-berita yang berkualitas.

Terkait SZI Kota Semarang, Harjito menjelaskan bahwa lembaganya merupakan mitra jejaring Solo Peduli di Lembaga Amil Zakat (LAZ) tingkat Provinsi Jateng. Adapun sejumlah program yang dilakukan pihaknya memberikan serba gratis, untuk masyarakat duafa, dan masyarakat kurang mampu.

“Di antaranya sekolah gratis, klinik gratis, beasiswa gratis bagi siswa SD hingga Perguruan Tinggi (PT). Lembaganya juga memiliki mobil siaga umat, pesantren gratis, santunan yatim dan duafa, santunan kesehatan dan peduli kemanusiaan,” kata Harjito di sela-sela perayaan HUT Jawa Pos Radar Semarang ke-17.

Dia mengakui, semua program tersebut didanai dari dana masyarakat yang dihimpun dari Zakat Infak Sedekah (SIZ), baik perseorangan, komunitas, maupun perusahaan (corporate) yang dilakukan rutin setiap bulan.

Harjito juga menyebutkan, bagi masyarakat yang ingin menyalurkan donasi bisa datang langsung ke kantornya di Gedung Jawa Pos Radar Semarang, Lantai 1, Jalan Veteran, nomor 55, Kota Semarang. Atau bisa juga melalui tim penjemput dana dengan menghubungi‎ 085103070055, email solusizakat@gmail.com, website www.solusizakat.com.

Selain itu, lanjut Harjito, bisa juga transfer donasi ke Bank Syariah Mandiri dengan nomor rekening 7171716661 atau BNI Syariah dengan nomor rekening 5550022000 dengan donasi minimal Rp 15 ribu‎. “Jadi Rp 15 ribu juga bisa dijemput tim kami, nanti mendapatkan majalah Hadila gratis yang terbit setiap bulan,” sebutnya.

Sementara itu, usai proses resmi, acara dilanjutkan dengan lomba pukul bantal di atas kolam renang lantai 3 antar karyawan baik redaksi, administrasi, marketing, maupun bagian pemasaran. (jks/mg29/ida)