33 C
Semarang
Jumat, 29 Mei 2020

Jadi Atlet Menembak, Andalan Kodam IV

Another

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

DI kalangan TNI, ada Serda Henna Roesdiana, salah satu wanita yang sejak tahun 2015 telah tergabung dalam Korps Wanita TNI AD (Kowad) Kodam IV Diponegoro. Dara kelahiran Blora 20 tahun silam ini mengaku jika dirinya tidak menyangka akan menjadi tentara. Sebab ia sempat ingin menjadi pengusaha seperti orangtuanya.

“Waktu itu, ayah saya bilang, kalau cewek bagusnya ya kerja di kantoran saja. Pengusaha seperti ayah harus terus di lapangan,” ungkap Henna kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Ia masuk ke dalam Kowad melalui jalur reguler yang ia tempuh pada tahun 2015. Siapa sangka, kini ia justru menjadi atlet menembak andalan Kodam IV Diponegoro dan baru saja menjuarai Match 4 Plat Baja Piala KASAD pada 2016 lalu.

“Bahkan sebelumnya, tidak kepikiran menyentuh senjata. Saya sendiri tidak tahu pasti kelebihan yang saya miliki sebelum akhirnya diasah disini (KODAM),” ujarnya.

Diakuinya, keikutsertaannya menjadi atlet menembak di kesatuannya berawal dari ketidaksengajaan mengikuti latihan yang diadakan oleh kodam IV Diponegoro. Saat itu, ia mengaku tidak sungguh-sungguh karena hanya mencoba.

“Kebetulan waktu itu, tim penembak masih kekurangan orang. Akhirnya saya ditarik dan dilatih untuk jadi atletnya, Tahun 2015 akhir, saya ikut kejuaraan, tapi jadi cadangan,” katanya.

Henna menuturkan, tidak ada yang salah jika ingin mencoba dan berusaha. Baginya, menjadi atlet menembak adalah sebuah tanggung jawab serta menjadi hobi barunya. “Kalau hobi sebetulnya saya suka berenang. Tapi kemudian jadi atlet menembak karena seleksinya atlet renang berat,” ujarnya ertawa.

Saat ini, ia sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti seleksi Asean Armies Riffle Meet (AARM) awal tahun 2017. Ia rajin berlatih minimmal 3x seminggu.

Menurutnya, menembak bukan sebuah olahraga asal-asalan. Karena dalam menembak, dibutuhkan suasana hati yang bahagia dan tenang agar peluru yang ditembakkan tepat mengenai sasaran dan tidak kacau.

“Hati harus dalam kondisi bahagia. Kalau tidak, akan sangat berpengaruh karena tembakannya akan menyebar dan tidak fokus satu titik,” imbuhnya yang mengidolakan SERTU Winarsih, seorang Kowad atlet menembak yang juga dalam kesatuan Kodam IV Diponegoro.

Ia mengatakan, menjadi Kowad memang tidak mudah. Tetapi kebanggaan yang dirasakan ketika dapat mengharumkan kessatuan serta membela negara agar tidak dapat dijabarkan dengan kata-kata.

“Intinya, untuk menjadi sesuatu itu, tidak ada yang instan. Ke depan saya akan terus berlatih agar dapat mengharumkan Kesatuan saya maupun Negara di kancah Internasional,” pungkasnya. (mg26/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

More Articles Like This

Must Read

Ajak Siswa Pahami SDA Indonesia

SEMARANG – Puluhan siswa SMA Negeri 10 Semarang antusias mendengarkan setiap penjelasan terkait minyak dan gas bumi. Mereka juga dimotivasi untuk mau berkarir di...

Hadapi Pileg, PAN Rombak Pengurus DPC

DEMAK - DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Demak menargetkan bisa memperoleh minimal 5 kursi DPRD dalam pemilihan legislatif 2019 mendatang. Karena itu, dari 5...

Stikes Widya Husada Deteksi Kejiwaan Warga Tambakharjo

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes ) Widya Husada Semarang, belum lama ini menggelar kegiatan pengabdian masyarakat di Kelurahan Tambakharjo. Salahsatunya mendeteksi dini...

Desak Pelajar Dilibatkan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Forum Anak Jateng meminta Pemprov melibatkan mereka dalam merancang regulasi pendidikan, terutama pendidikan formal. Dengan begitu, para pelajar bisa menyumbangkan aspirasi...

Gedung Eks Bakorwil Tak Terawat

SEMARANG - Gedung eks Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) III Banyumas yang dimiliki Pemprov Jateng memiliki nilai sejarah yang tinggi. Sayangnya, Unit Pengelolaan Aset Daerah...

31 Barista Beradu Racik Kopi

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Sekitar 31 barista ditantang menyuguhkan kopi ekspresso dan cappuccino yang menggoyang lidah. Mereka beradu keterampilan dalam babak penyisihan kompetisi Artos Beverages...