Jadi Atlet Menembak, Andalan Kodam IV

811
Serda Henna Roesdiana. (Afiati Tsalitsati/jawa pos radar semarang)
Serda Henna Roesdiana. (Afiati Tsalitsati/jawa pos radar semarang)

DI kalangan TNI, ada Serda Henna Roesdiana, salah satu wanita yang sejak tahun 2015 telah tergabung dalam Korps Wanita TNI AD (Kowad) Kodam IV Diponegoro. Dara kelahiran Blora 20 tahun silam ini mengaku jika dirinya tidak menyangka akan menjadi tentara. Sebab ia sempat ingin menjadi pengusaha seperti orangtuanya.

“Waktu itu, ayah saya bilang, kalau cewek bagusnya ya kerja di kantoran saja. Pengusaha seperti ayah harus terus di lapangan,” ungkap Henna kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Ia masuk ke dalam Kowad melalui jalur reguler yang ia tempuh pada tahun 2015. Siapa sangka, kini ia justru menjadi atlet menembak andalan Kodam IV Diponegoro dan baru saja menjuarai Match 4 Plat Baja Piala KASAD pada 2016 lalu.

“Bahkan sebelumnya, tidak kepikiran menyentuh senjata. Saya sendiri tidak tahu pasti kelebihan yang saya miliki sebelum akhirnya diasah disini (KODAM),” ujarnya.

Diakuinya, keikutsertaannya menjadi atlet menembak di kesatuannya berawal dari ketidaksengajaan mengikuti latihan yang diadakan oleh kodam IV Diponegoro. Saat itu, ia mengaku tidak sungguh-sungguh karena hanya mencoba.

“Kebetulan waktu itu, tim penembak masih kekurangan orang. Akhirnya saya ditarik dan dilatih untuk jadi atletnya, Tahun 2015 akhir, saya ikut kejuaraan, tapi jadi cadangan,” katanya.

Henna menuturkan, tidak ada yang salah jika ingin mencoba dan berusaha. Baginya, menjadi atlet menembak adalah sebuah tanggung jawab serta menjadi hobi barunya. “Kalau hobi sebetulnya saya suka berenang. Tapi kemudian jadi atlet menembak karena seleksinya atlet renang berat,” ujarnya ertawa.

Saat ini, ia sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti seleksiĀ Asean Armies Riffle Meet (AARM) awal tahun 2017. Ia rajin berlatih minimmal 3x seminggu.

Menurutnya, menembak bukan sebuah olahraga asal-asalan. Karena dalam menembak, dibutuhkan suasana hati yang bahagia dan tenang agar peluru yang ditembakkan tepat mengenai sasaran dan tidak kacau.

“Hati harus dalam kondisi bahagia. Kalau tidak, akan sangat berpengaruh karena tembakannya akan menyebar dan tidak fokus satu titik,” imbuhnya yang mengidolakan SERTU Winarsih, seorang Kowad atlet menembak yang juga dalam kesatuan Kodam IV Diponegoro.

Ia mengatakan, menjadi Kowad memang tidak mudah. Tetapi kebanggaan yang dirasakan ketika dapat mengharumkan kessatuan serta membela negara agar tidak dapat dijabarkan dengan kata-kata.

“Intinya, untuk menjadi sesuatu itu, tidak ada yang instan. Ke depan saya akan terus berlatih agar dapat mengharumkan Kesatuan saya maupun Negara di kancah Internasional,” pungkasnya. (mg26/ida)