SOLIDARITAS: Puluhan petani dari Desa Surokonto Wetan berunjuk rasa ke Kantor Kejari Kendal, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SOLIDARITAS: Puluhan petani dari Desa Surokonto Wetan berunjuk rasa ke Kantor Kejari Kendal, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL—Puluhan petani dari Surokonto Wetan, Kecamatan Pageruyung¸ kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kendal. Aksi ini menuntut tiga petani yang terlibat kasus dugaan pembalakan segera dibebaskan.

Aksi sempat diwarnai kericuhan karena massa ngotot mau masuk ke kantor Kejari. Selain itu massa hendak memasang poster di pagar kantor Kejari Kendal. Sempat terjadi adu mulut antara pengunjuk rasa dengan petugas bahkan nyaris baku hantam.

Koordinator Aksi Kuswanto mengatakan, petani akan bertahan di depan kantor kejaksaan hingga ada kejelasan ketiga petani dibebaskan. “Bahkan petani rela menginap dan ditahan bersama dengan ketiga terdakwa sebagai bentuk keprihatinan dan solidaritas warga,” katanya, Jumat (31/3).

Sementara itu Kepala Kejaksaan Negeri Kendal Yudi Hendarto mengatakan, penahanan ketiga terdakwa sesuai dengan peraturan yang ada. Yakni merujuk pada penetapan Pengadilan Tinggi (PT) Jawa Tengah dalam proses banding. “Majelis hakim menetapkan untuk ketiga terdakwa ditahan, jadi kami hanya melaksanakan perintah pengadilan melalui majelis hakim,” jelasnya.

Dengan dasar itulah, Kejari Kendal menahan ketiganya. Tapi baru Nur Azis dan Sutrisno Rusmin yang ditahan. “Sedangkan Mujiono saat hendak dilakukan penangkapan tidak berada di kediamannya,” imbuh Yudi.

Dalam proses di Pengadilan Negeri Kendal, ketiga petani Surokonto Wetan divonis 8 tahun penjara. Petani kemudian mengajukan banding di PT Jawa Tengah. Majelis hakim PT Jawa Tengah menolak penangguhan penahanan dan menetapkan ketiganya ditahan. (bud/ton)