Siswa SMA TN Dibunuh di Barak

Diduga Dibantai Temannya Sendiri

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

MAGELANG—Nama besar SMA Taruna Nusantara tercoreng. Seorang pelajar kelas X, ditemukan meninggal dunia di tempat tidurnya, dengan luka sayatan di leher. Polisi menyebut, korban meninggal karena dibunuh.

Korban tewas diidentifikasi bernama Krisna Wahyu Nurachmad, 15, warga Jalan Sumarsana No 12 RT 03/RW 04 Kelurahan Merdeka, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung. Krisna ditemukan bersimbah darah di tempat tidurnya di barak atau graha nomor 17.

Informasi yang dihimpun koran ini, korban ditemukan meninggal dunia sekitar pukul 04.00 pagi. Kali pertama yang melihat adalah Riyanto, salah satu pamong graha yang hendak membangunkan siswa untuk sholat Subuh.

Saat ditemukan, korban sudah dalam posisi telentang di atas tempat tidurnya. Darah segar masih mengalir dari sayatan di leher sepanjang 10 sentimeter. Polisi yang mendapatkan laporan dari pihak sekolah, bergegas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Nama besar SMA TN, membuat Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono memimpin langsung proses ini.

Tim gabungan dari Diskrimum, Puslabfor, reskrim Polres Magelang, diterjunkan ke lokasi. Polisi mengamankan sejumlah saksi dan membawa korban untuk diotopsi di RSUD Tidar Kota Magelang.

Irjen Condro Kirono menegaskan, korban meninggal karena dibunuh. Namun, pihaknya belum bisa memastikan siapa pelaku pembunuhan. Polisi, katanya, sudah mengantongi sejumlah barang bukti dalam kasus ini. Di antaranya, pisau dapur, baju, dan celana dengan noda darah, rekaman CCTV, dan beberapa bukti lainnya.

“Dari olah TKP, kita temukan pisau yang diduga untuk melakukan pembunuhan dibuang di kamar mandi. Kita juga temukan beberapa baju, kemudian celana yang ada percikan darah yang diduga milik pelaku. Baju dan celana sudah dibuang di bak sampah,” kata Condro.

Polisi masih mendalami apakah kejadian pembunuhan tersebut dilakukan seorang diri atau bersama-sama. “Motifnya, masih kita dalami. Saksi-saksi masih diperiksa. Ada tiga belas siswa dan empat pamong yang mengetahui kejadian itu.”

Kapolda berjanji akan mengungkap kasus ini secepatnya. “Ini kejadian memprihatinkan kita semua. Korban juga masih anak-anak. Kita berduka dengan adanya kejadian ini,” kata Condro.

Sementara itu, sejumlah informasi yang beredar di internal wali murid siswa SMA TN menyebut, pelaku pembunuhan adalah rekan korban sendiri. Hal itu diyakinkan dengan sejumlah foto baju dengan bercak darah yang menempel milik rekan korban yang tinggal satu barak.

Satu barak ditinggali 37 siswa. Masing-masing kamar hanya disekat oleh lemari. Setiap kamar, ada dua tempat tidur bertingkat yang dihuni dua orang. “Pelakunya benar-benar sadis. Ini sudah sangat kriminal,” kata seorang wali murid SMA Taruna Nusantara.

Kejadian pembunuhan tersebut, langsung menyebar luas. Sejumlah wari murid berdatangan ke SMA Taruna Nusantara. Namun, wali murid tertahan di luar sekolah karena dilarang masuk. Awak media juga tidak diperbolehkan meliput ke dalam sekolah.

Sementara itu, dari Jakarta dilaporkan, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto menjelaskan, beberapa siswa tengah diperiksa penyidik. “Ada indikasi yang menjurus ke arah pelaku seperti ditemukan pisau di lemari salah satu siswa. Diduga kuat dari rekannya sendiri,” kata Rikwanto di kompleks Mabes Polri Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (31/3) kemarin.

Kepala Humas SMA Taruna Nusantara, Cecep Iskandar, mewakili lembaga, menyampaikan bela sungkawa sedalam-dalamnya. Ia merasa sangat kehilangan salah satu peserta didiknya.

Segala hal yang terkait dengan meninggalnya siswa tersebut, lanjut Cecep, saat ini sedang diusut oleh kepolisian. Hasilnya, sudah mengarah ke titik terang pelakunya. “Sudah ditangani Polres Magelang.”

Dikatakan, pengurus SMA TN sudah melakukan langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk mencegah terulangnya kasus seperti ini. Utamanya, dalam menjaga dan melindungi siswa SMA TN lainnya. Saat ini, seluruh siswa melaksanakan kegiatan pembelajaran di kelas bersama dengan pamong-pamong terkait. “Kami pastikan, seluruh siswa saat ini dalam keadaan aman dan terjaga penuh.” (vie/isk)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -