PNS Wajib Beli Beras Petani Lokal

2152
SEJAHTERAKAN PETANI LOKAL: Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, bersama Dandim 710 Pekalongan, dan Anggota DPR RI dari Fraksi PKB, usai peluncuran program Aparatur Sipil Negara (ASN) Membeli Beras Petani Lokal. (Taufik Hidayat/Jawa Pos Radar Semarang)
SEJAHTERAKAN PETANI LOKAL: Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, bersama Dandim 710 Pekalongan, dan Anggota DPR RI dari Fraksi PKB, usai peluncuran program Aparatur Sipil Negara (ASN) Membeli Beras Petani Lokal. (Taufik Hidayat/Jawa Pos Radar Semarang)

KAJEN – Program Aparatur Sipil Negara (ASN) atau PNS Membeli Beras Petani Lokal, Jumat (31/3) kemarin, dilaunching oleh Bupati Pekalongan Asip Kholbihi. Program tersebut untuk meningkatkan pendapatan para petani  dan menjaga kesetabilan harga beras serta menghindari permainan tengkulak, yang cenderung merugikan petani. Karena harga beras petani selalu dibeli murah, setiap kali terjadi panen raya di Kabupaten Pekalongan.

Ada 659 ton beras hasil dari petani yang tergabung dalam Kontak Tani Andalan (KTNA) yang siap untuk diperjualbelikan ke para PNS yang ada di Kabupaten Pekalongan. Ada 3.273 kantong ukuran 5 kilogram yang siap didistribusikan ke kantor dinas, yang ada di lingkungan Sekretariat Pemerintah Daerah (Sekda), dan instansi lain.

Pembelian beras hasil petani dari KTNA dimulai dari Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, kemudian dilanjutkan oleh Wakil Bupati Pekalongan, Arini Harimurti, Ketua DPRD, Hindun, dan Sekda Pekalongan, Mukaromah Syakoer.

Asip Kholbihi mengungkapkan bahwa setidaknya sudah ada 2.635 kantong beras (5 kg/kantong) siap untuk dibeli oleh PNS. Menurutnya, Pemkab Pekalongan mewajibkan seluruh PNS untuk membeli beras asli dari petani Kabupaten Pekalongan, dengan harapan dapat meningkatkan pendapatan para petani lokal dan menjaga stabilitas pangan di Indonesia.

“Beras hasil produksi KTNA tersebut harus dibeli oleh pegawai negeri sipil setiap bulan. Setidaknya ada 10.000 PNS, anggota kepolisian, dan tentara di Kabupaten Pekalongan,” ungkap Bupati Asip saat melaunching di Sekretariat KTNA, Desa Kebongagung, Kecamatan Kajen.

Bupati juga meminta kepada seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), untuk menyosialisasikan pembelian beras tersebut. Hal itu dilakukan sebagai upaya pemkab untuk menstimulasi ekonomi dari sektor pertanian. Terlebih kualitas beras KTNA sudah baik, bahkan lebih baik dari beras yang ada di pasaran, karena kondisinya berasnya baru dan sudah melalui uji kelayakan.

“Kami harap setelah program itu diluncurkan, semakin dapat menyejahterakan para petani, meminimalkan mata rantai tengkulak dan surplus beras Kabupaten Pekalongan semakin meningkat,” harap bupati.

Sementara itu, Ketua KTNA Kabupaten Pekalongan, Kardono, menjelaskan bahwa  beras yang akan dijual ke PNS merupakan hasil dari kumpulan beras milik para petani yang sebelumnya telah dilakukan seleksi dan evalusi. Sehingga beras yang dijual tersebut kualitas terbaik. ’’Dari beras jenis mentik wangi, kita kumpulkan sudah 700 an ton, sedangkan beras yang akan kita siapkan sebanyak 264 ton,’’ jelas Kardono. (thd/zal)