Betonisasi Jalur Banyumeneng-Ungaran Belum Tuntas

1964
TAK NYAMAN: Akses penghubung antara Desa Banyumeneng, Kabupaten Demak dengan Desa Kawengen, Kabupaten Semarang, masih menyisakan PR. Sekitar 150 meter jalan belum terbeton. Kondisinya membahayakan pengendara. (AHMAD ABDUL WAHAB/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TAK NYAMAN: Akses penghubung antara Desa Banyumeneng, Kabupaten Demak dengan Desa Kawengen, Kabupaten Semarang, masih menyisakan PR. Sekitar 150 meter jalan belum terbeton. Kondisinya membahayakan pengendara. (AHMAD ABDUL WAHAB/JAWA POS RADAR SEMARANG)

DEMAK– Peningkatan jalur penghubung antara Desa Banyumeneng, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak dengan Desa Kawengen, Ungaran, Kabupaten Semarang, belum tuntas. Masih ada sekitar 150 meter jalan yang belum terbeton. Kondisi tersebut membuat tidak nyaman dan membahayakan pengendara.

Pantuan Jawa Pos Radar Semarang, tak sedikit pengendara motor terlebih yang berboncengan memilih untuk berhenti dan melanjutkan dengan menuntun kendaraannya. Selain banyak bebatuan, permukaan jalan juga bergelombang.

Salah satu warga sekitar, Nurul menceritakan, banyak pengendara jatuh akibat melintasi jalan tersebut. Kondisi itu kian parah apalagi banyak truk yang melintas sehingga permukaan jalan menjadi tidak rata. Akibatnya, ketika hujan turun banyak kubangan lumpur. “Kemarin saja, ada pengendara motor yang jatuh ke dalam kubangan jalan itu,” katanya, Kamis (30/3).

Pihaknya menyayangkan masih banyak kendaraan berat yang melintas. Padahal di ujung jalur tersebut terdapat portal sebagai bentuk larangan kendaraan berat melintas.

Menurutnya, masih adanya akses yang belum terbenton lantaran pembebebasan lahan milik warga belum ada titik temu. “Jadi nanggung, karena yang belum terbeton terletak di tengah-tengah. Padahal dari Banyumeneng hingga Kawengen sendiri kondisi jalan sudah bagus,” ujarnya.

Kepala Desa Banyumeneng, mengakui jika pembebasan lahan merupakan kendala utama. “Sebenarnya dulu sudah ada kesepakatan antara pemilik lahan, tetapi seiring berjalannya waktu, pemilik lahan menginginkan negosiasi ulang,” katanya.

Namun demikian, hal itu sudah dikomunikasikan kepada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Demak, tetapi terkait dengan pengerjaanya belum ada kepastian. “Sudah dikomunikasikan, secepatnya akan disampaikan dalam Musrenbangdes agar (pembebasan lahan) tidak berlarut-larut,” tandasnya. (mg28/zal)