25.3 C
Semarang
Jumat, 13 Desember 2019

Galakkan Gerakan Tanam Cabai

Must Read

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

WONOSOBO – Seruan Menteri Pertanian, Amran Sulaiman mengenai gerakan tanam (gertam) cabai mulai dilaksanakan warga daerah. Seperti di Wonosobo, sejumlah komunitas dan kelompok ibu-ibu mulai giat memanfaatkan lahan di sekitar rumah untuk ditanami cabai.

Komunitas Asri Wonosobo belum lama ini melakukan sosialisasi gertam cabai di Kelurahan Kejiwan. Sedikitnya 50 pengurus dari 22 bank sampah yang tergabung dalam Papeling (Paguyuban Pegiat Lingkungan) mengikuti sosialisasi gertam cabai yang diselenggarakan Asri Wonosobo.

Dari sosialisasi itu disepakati akan menanam cabai dan sayuran lain di pekarangan rumah dengan memanfaatkan barang-barang bekas sebagai media tanam. “Kami berusaha memanfaatkan benda-benda yang sudah tidak berguna. Seperti plastik untuk polibag atau botol dan ember bekas untuk pot,” jelas Ketua Asri Wonosobo Astuti Farida.

Pengakuan dia, seluruh jajaran pengurus komunitas Asri, juga telah sepakat akan membantu bibit kepada peserta sosialisasi. Setiap bank sampah akan diberi 20 polibag benih sayuran untuk ditanam di sekitar lingkungan masing-masing.

Tak cukup sampai di situ, setiap penerima bantuan bibit tersebut, juga akan dinilai dan dipantau keberhasilannya setelah 4 bulan ke depan.

“Kelak setelah 4 bulan penanaman, kami akan terjun ke rumah masing masing, untuk menilai sejauh mana mereka menerapkan ilmu yang diperoleh,” jelas Astuti.

Menanam cabai maupun jenis sayuran lain di lahan pekarangan rumah menurut Astuti memiliki banyak manfaat. Cabai atau sayur yang dihasilkan lebih terjamin kebersihannya. Selain itu, menanam sayur mayur akan berimbas positif pada perekonomian rumah tangga. Minimal, mengurangi biaya belanja kebutuhan sayur keluarga.

“Kalau sudah panen nanti bisa sedikit mengurangi kebutuhan belanja sayur,” ujar perempuan yang memiliki hobi bercocok tanam itu. Pihaknya juga sangat berharap, gerakan menanam sayur di lingkungan rumah tersebut bisa meluas hingga ke seluruh wilayah Wonosobo. Sehingga tujuan untuk lebih meningkatkan kesejahteraan keluarga lebih cepat tercapai. (cr2/lis)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Rombak Kurikulum

Reformasi besar-besaran. Di bidang kurikulum pendidikan. Itulah instruksi Presiden Joko Widodo. Kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim. Kemarin. Kata 'reformasi' saja sudah sangat ekstrem. Apalagi...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -