Atasi Rob, Warga Bongkar Rumah dan Warung

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

KAJEN-Untuk mempermudah akses keluar masuk armada truk yang membawa material untuk pembangunan tanggul melintang di Desa Jeruksari dan Desa Mukyorejo, 4 warga secara sukarela membongkar rumah dan warung miliknya di tepi Jalan Desa Mulyorejo, Rabu (29/3) kemarin. Adapun warga pemilik warung dan rumah adalah Wartoyo, 47; Darti, 56; Siru, 51; dan Lutfhi, 42.

Dalam kesempatan tersebut Darti mengungkapkan bahwa pembongkaran warung dan rumah tersebut, karena tanah yang digunakan selama 11 tahun tersebut merupakan tanah bukan hak dan miliknya. Namun tanah milik irigasi PSDA Kabupaten Pekalongan.

Menurutnya, setelah dirinya mendirikan bangunan warung dan rumah, beberapa tahun kemudian tiga warga lain ikut mendirikan bangunan warung dan rumah, di atas tanah irigasi tersebut.

“Makanya, kami dengan suka reka membongkar bangunan warung dan rumah. Karena kami merasa bangunan yang kami tempati, menghalangi akses masuk armada truk. Makanya, demi pembangunan tanggul untuk mengatasi banjir rob, kami dengan suka rela membongkarnya,” ungkar Darti.

Bahkan, kata Wartoyo, warga yang membongkar warung dan rumahnya, tidak menuntut ganti rugi apapun, dan tidak akan menempati lagi tanah irigasi, untuk mendirikan bangunan baru. “Kami sadar bahwa yang kami tempati bukan tanah milik kami dan bangunan kami menghalangi pembangunan tanggul melintang, yang saat ini sedang dibangun,” kata Wartoyo.

Sementara itu, Kepala Desa Mulyorejo, Ahmad Mubarok, menegaskan bahwa pihaknya mengapresiasi apa yang dilakukan empat warga dengan membongkar bangunan dan rumah miliknya di atas tanah irigasi yang menghalangi pembangunan tanggul melintang, dan mereka kembali ke rumahnya masing-masing yang saat ini tergenang banjir rob.

Menurutnya, masih ada tiga warga lagi yang mendirikan bangunan rumah di atas anak sungai. Bangunan tersebutmenghalangi arus anak sungai karena adanya bangunan tersebut. “Kami harap dengan naiknya kesadaran warga, yang membongkar bangunannnya sendiri yang ada di atas anak sungai. Sehingga air sungai mengalir ke laut, dan tidak terhalang oleh bangunan warga tersebut,” tegas Mubarok. (thd/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -