33 C
Semarang
Sabtu, 4 Juli 2020

Sulap Batik Semarangan Jadi Busana Berkelas

Another

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

SEMARANG – Batik Semarang 16 mencoba berkolaborasi dengan lima perancang busana Indonesian Fashion Chamber (IFC) chapter Semarang untuk mengangkat Batik Semarangan. Mereka menggelar presentasi karya bertema ”Lenggang Batik Semarang 16” di Gedung Moch Ichsan lantai 8 Balai Kota Semarang, Rabu (22/3) malam.

Peragaan busana dilakukan oleh top model dari Semarang dengan koreografer Totok Shahak, sementara tata rias dipersembahkan oleh Sudarna Suwarsa. Puluhan rancangan busana terbaru dengan bahan batik khas Semarangan dihadirkan oleh lima desainer.

Desainer Fenny Chen mengusung konsep Senandung Malam, Inge Chu dengan The Legacy of Love, Elkana Gunawan Tan mengusung Nature dan Obar-Abir Batik Semarang, Agustiena Siswanto berkonsep Lenggang Kangkung, serta Christine Wibowo dengan ChinoiseriesChristine.
Elkana Gunawan Tan membawa 16 karya terbarunya dengan konsep Nature yang merupakan delapan koleksi busana pria yang mengolah batik tulis dan batik cap dengan pewarnaan alam koleksi dari Batik Semarang 16. ”Busana ini bergaya androgoni yang dipadukan dengan tenun lurik yang dibuat dengan alat tenun bukan mesin,” jelasnya.

Dengan paduan tersebut, kain lurik yang dibuat dengan alat tenun bukan mesin dari Klaten tersebut, ia mencoba membuat konsep busana yang elegan dengan desain yang dibuat saling bertumpuk.
Untuk delapan busana selanjutnya, ia mengusung tema Obar-Abir Batik Semarang. Dalam tema tersebut, Elkana coba menyulap batik tulis dan batik cap dengan warna biru dan hijau menjadi lebih trendi dan eye catching. Tema busana kedua ini, ia tetap memadukan kain lurik sebagai pembeda. ”Tema kedua ini, saya coba membuat busana setelan setengah resmi yang dipadukan dengan pemakaian gaya sarung,” ungkapnya.
Beda lagi dengan busana karya Christine Wibowo. Ia coba mengusung gaun cocktail yang menyasar wanita modern dan dinamis, namun tetap feminin. Gaun rancangannya terdiri atas beberapa jenis mulai dari gaun panjang dan midi, jumpsuit panjang dan pendek, serta dilengkapi dengan cardigan panjang dan blus. ”Gaun ini memiliki potongan siluet H dan A yang dipadukan detail bordir dan batik tulis dari Batik Semarang 16,” ungkapnya.

Pada delapan rancangan yang ia buat, Christine Wibowo memberikan aplikasi tile motif dan satin polos sebagai pemanis yang bisa digunakan untuk pergi ke pesta dengan nuansa glamor. (den/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Tanamkan Nasionalisme lewat Wayang

SEMARANG – Semakin hilangnya rasa nasionalisme di kalangan generasi muda membuat mereka lebih bangga dengan kebudayaan bangsa lain dibandingkan bangsa sendiri. Dikhawatirkan jika nasionalisme...

Tingkatkan Keterampilan Berbicara dengan Teknik 4B

RADARSEMARANG.COM - ANAK Usia SD masih memerlukan bimbingan dalam keterampilan berbicara, rasa malu, belum percaya diri sering menjadi momok tersendiri bagi anak-anak jika di...

Beri Penyuluhan Hukum di Tengah Sahur Bersama

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Sejumlah pengacara yang tergabung dalam Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ikatan Advokat Indonesia (Ikadin) Jawa Tengah, menggelar kegiatan sahur bareng tukang becak dan...

Delapan Penghargaan Bergengsi Diraih Pemkab Magelang

RADARSEMARANG.COM - PROGRAM pembangunan infrastruktur dan manusia yang dilakukan oleh Pemkab Magelang, mendapat pengakuan dari pemerintah pusat dan beberapa instansi lain. Penghargaan ini bukan...

Hubungan BKP, BTS dan Nilai Karakter

RADARSEMARANG.COM - Anak merupakan aset keluarga, masa depan bangsa dan generasi penerus cita-cita bangsa, sehingga berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang, berpartisipasi dalam...

Sinergi Dunia Usaha dengan Media Massa Kunci Sukses di Era Global

Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2017 digelar di Kota Ambon, Provinsi Maluku. Berbagai rangkaian kegiatan dilaksanakan, diantaranya ditandai dengan pembukaan pameran pers yang dikemas...