33 C
Semarang
Senin, 13 Juli 2020

Pesanan Melimpah, SDM Terbatas

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

MAGELANG – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Magelang mendorong pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) siap bersaing di pasaran. Yakni, dengan memproduksi barang berkualitas, serta disiplin dalam menjalankan bisnis.

“Kualitas saja tidak cukup, harus dibarengi dengan kemampuan memproduksi dalam jumlah besar dan tepat waktu,” kata Ketua Dekranasda Kota Magelang Yetti Biakti Sigit Widyonindito saat acara Sarasehan Dekranasda Kota Magelang 2017, di Borobudur International Golf & Country (BIGC), Selasa (21/3).

Tak dipungkiri, banyak konsumen yang menginginkan produk sama, dalam jumlah besar, namun harganya miring. Di sinilah, kata dia, peran pemerintah dalam membantu pengembangan UMKM agar mampu memenuhi permintaan pasar sangat dibutuhkan. Dengan catatan, tetap memperhatikan kualitas dan kuantitas produk.

“Dekranasda juga akan mendampingi dan memberi pembinaan agar UMKM semakin maju,” tambahnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Magelang Joko Budiyono mengakui, UMKM di kotanya sudah mampu bersaing dari sisi produk. Hanya saja, keterbatasan sumber daya manusia (SDM) menjadi kendala saat menerima pesanan melimpah.

“Jadi kewalahan. Nah kita akan dampingi dan cari solusinya,” ujarnya.

Direktur PT Kayu Lima Magelang Trisna Nuran menjelaskan, pelaku usaha harus mengubah memikiran agar tak semata-mata hanya bergantung modal. Melainkan, harus mengedepankan semangat membangun bisnis. “Harus rajin mengikuti event, seperti pameran,” imbuhnya.

Sementara itu, peserta sarasehan, Agus Nur Asikin yang merupakan pengrajin batik naNom, merasa memiliki semangat baru. Dia mengalami pasang surut usaha. Saat sepi, dia manfaatkan untuk mengikuti pameran. Sebaliknya, saat ramai pesanan, ia lebih memilih menyelesaikan pesanan. “Tahun 2015 saya sampai kewalahan, karena sebelumnya sering ikut pameran. Lalu, tahun 2016 pesanan mulai berkurang, dan saya gunakan untuk pameran lagi. Sebetulnya saat ramai atau sepi tetap ingin ikut pameran, hanya saja kekurangan SDM,” ujarnya. (put/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Muharram, SMAN 2 Santuni Anak Yatim

DEMAK-Bulan Muharram merupakan bulan penuh berkah. Untuk menyemarakkan kegiatan tahunan ini, kemarin, SMAN 2 Demak melakukan kegiatan sosial peduli anak yatim piatu. Tercatat ada 76...

Dorong Petani Tebu Lebih Sejahtera

SEMARANG - DPRD Jateng terus gencar merealisasikan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) mengenai peningkatan produktivitas tanaman tebu. Dewan mendorong agar rendemen tebu bisa mencapai 11...

GKR Ayu Koes Indriyah Bawa 8 Ribu Dukungan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-GKR Ayu Koes Indriyah kembali mendaftar sebagai calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI. Alasannya, dia sudah berkomitmen menjaga seni dan budaya Jawa...

Dari Musibah Truk Timpa Taksi Online, Aisyah Kini Jadi Piatu

Kecelakaan maut terjadi di Cibodas, Tangerang, Banten, pada Kamis (1/8). Empat orang di dalam taksi online tewas setelah tertimpa truk bermuatan tanah merah. Satu-satunya...

Urgensi  Mempelajari  Sejarah

RADARSEMARANG.COM - KEMAJUAN teknologi merupakan suatu yang tidak bisa kita hindari dimasa sekarang. Teknologi telah merubah kehidupan manusia secara keseluruhan disegala sendi aspek kehidupan....

Bentuk Saber Pungli, Warga Diminta Aktif

PURWOREJO-- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo membentuk satuan tugas sapu bersih pungutan liar (Satgas Saber Pungli). Pembentukan satgas bertujuan untuk memberantas berbagai pungutan liar. Terkait...