33 C
Semarang
Kamis, 13 Agustus 2020

Tak Terawat, Tugu Perahu Dicat Ulang

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

KENDAL– Puluhan pemuda yang mengatasnamakan diri Pemuda Kendal melakukan aksi pengecatan Tugu Perahu di Weleri, tepatnya di perbatasan Kendal-Batang. Aksi pengecatan tersebut dilandasi rasa keprihatinan kondisi Tugu Perahu sebagai simbol Kendal Kota Nelayan atau Kota Bahari selama ini kurang terawat.

Sedikitnya 20 pemuda melakukan aksi bersih-bersih kawasan tugu yang berada persis di tengah-tengah pertigaan Jalan Arteri Weleri. Selain membersihkan, juga dilakukan pengecatan ulang lantaran tugu sudah tidak terawat dan penuh coretan di sana-sini.

Sri Bima Wicasa Sakti, salah seorang pemuda asal Kaliwungu, mengatakan, aksi ini dilakukan secara spontan. “Kami prihatin akan kondisi tugu perbatasan yang tidak terawat,” katanya, kemarin (19/3).

Dari rasa prihatin tersebut, ia kemudian berinisiatif untuk mengajak pemuda lain melalui media sosial Facebook melakukan bersih-bersih dan penggalangan dana untuk biaya pengecatan Tugu Perahu. “Kami mengajak teman-teman lewat Facebook sekitar sebulan lalu,” ujarnya

Menurutnya, Tugu Perahu tersebut merupakan simbol perawajahan Kabupaten Kendal. Sebab, lokasinya berada di pintu masuk Kendal dari arah Batang serta berada di jalur utama Pantura Kendal.

Bima mengatakan, sebelum melakukan aksi ini, pihaknya berkoordinasi dengan pihak kecamatan, Polsek dan Koramil Weleri. Sedangkan yang ikut melakukan aksi berasal dari berbagai kalangan, mulai warga biasa sampai seniman dan anggota pramuka. “Kami juga konsultasi dengan orang-orang dan seniman dalam hal warna cat yang cocok untuk tugu itu,” kata Bima.

Seorang seniman asal Kaliwungu, Bahrul Ulum, mengaku ikut bergabung melakukan aksi pengecatan tugu tersebut karena merasa prihatin melihat kondisi tugu yang tampak tidak terawat. “Saya hanya ikut dan mendukung, karena gagasan untuk merawat simbol Kendal itu bagus. Tugu ini menjadi salah satu identitas Kendal,” ujarnya. (bud/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Gumaya Sasar Segmen Premium

SEMARANG - Jelang tahun baru Imlek, Gumaya Tower Hotel Semarang siap diadu dengan hotel ataupun rumah makan lainnya. Hotel bintang lima ini mengusung tema...

Pembobol Brankas Nawakara Divonis 20 Bulan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Tiga terdakwa dalam perkara dugaan penggelapan uang di PT Nawakara Arta Kencana Cabang Semarang sebesar Rp 2,3 miliar divonis satu tahun delapan...

Aparat Wanita Tangguh Berprestasi

ADALAH Bripda Viandika Intari Setya Eka Putrianti, Polisi Wanita (Polwan) ini patut diapresiasi. Perempuan kelahiran Jayapura 13 Januari 1993 yang bertugas di Satuan Lalulintas...

Suyono Ajak Mahasiswa Promosikan Batang

BATANG–Wakil Bupati (Wabup) Batang, Suyono, mengajak para mahasiswa mempromosikan potensi lokal dan budaya Batang ke daerah lain. Serta mengajak berkarya dengan berwiraswasta, sehingga menciptakan...

Tak Malu Bertanya

BEKERJA di perusahaan yang bergerak di bidang teknologi informasi (IT) bisa dibilang profesi baru bagi Shinta Soetardjo. Terus belajar, banyak membaca, dan tak malu...

10 Tahun Berjuang, Sertifikat Induk Didapat

SEMARANG-Perjuangan 21 warga Sumur Adem RT 3 RW 11 Kelurahan Bangetayu, Kecamatan Genuk, Kota Semarang selama 10 tahun, akhirnya ada titik terang. Kini mereka...