33 C
Semarang
Jumat, 5 Juni 2020

Beri Edukasi Deteksi dan Atasi TB

Another

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen...

Setan Sembunyi

Surabaya tidak lagi hanya merah. Tapi merah kehitaman. Pertanda wabah Covid-19 kian mengkhawatirkan. Apalagi ada berita medsos yang agak ngawur...

Religiusitas dan Kedekatan Didi Kempot dengan Kaum Santri (13)

Ada sejumlah lagu Didi Kempot yang memperlihatkan sisi religiusitas maestro campursari itu, termasuk satu di antaranya yang belum sempat...

SEMARANG Memperingati Hari Tuberkulosis (TB) Sedunia yang jatuh pada 24 Maret, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan Balai Kesehatan Mayarakat Wilayah Semarang menyelenggarakan sosialisasi, konsultasi, edukasi serta pelayanan kesehatan gratis kepada pengunjung Car Free Day (CFD) di Jalan Pahlawan, Minggu (19/3).

Dalam acara yang bertajuk Menuju Indonesia Bebas Tuberkosulis, mendapat sosialisasi seputar penyakit TB, cara penularan, pencegahan hingga penyembuhan penyakit tersebut. Selain itu, juga diadakan bagi-bagi masker.

”Kita sosialisasi serta mengadakan pemeriksaan kesehatan paru secara gratis, khususnya dengan spirometri dan smoker test. Kegiatan ini memberikan pengetahuan mengenai penyakit TB yang bisa disembuhkan jika penderita rajin minum obat. Karena banyak masyarakat yang masih menganggap, TB adalah penyakit keturunan,” kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Riptieni.

Menurut Riptieni, TB memiliki gejala awal yaitu batuk berdahak selama kurang lebih 2 minggu. Terkadang disertai dengan sesak napas, selera makan berkurang hingga keluarnya keringat pada malam hari tanpa melakukan aktivitas fisik. Jika gejala-gejala tersebut muncul, penderita diimbau segera melakukan pemeriksaan di pelayanan kesehatan terdekat seperti rumah sakit, balai kesehatan maupun puseksmas.

Ada etika khusus dalam mencegah penyakit menular ini, seperti menutup mulut menggunakan tangan maupun tisu secara rapat saat penderita batuk. Setelah itu, tisu harus dibuang ke tempat sampah. Hal tersebut untuk mengantisipasi virus Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TB. Selain itu, perilaku hidup sehat seperti makan yang teratur, istirahat cukup, berolahraga rutin, juga penting untuk menjaga daya tahan tubuh.

”Kita ada tim khusus namanya PMO (Pengawas Minum Obat) yang bertugas mengawasi penderita untuk patuh mengonsumsi obat selama 6 bulan. Kalau tidak patuh, yang rugi penderita karena pengobatannya bisa semakin lama sampai 2 tahun,” imbuhnya.

Menurutnya, kunci kesembuhan penyakit TB adalah minum obat secara rutin sampai penderita dinyatakan sembuh. Selain itu, selama 6 bulan pengobatan, penderita harus rajin kontrol. Jika tidak rutin akan berimbas pada permasalahan kesehatan yang serius seperti kebal obat atau resisten terhadap penyakit.

”Penyakit TB terus meningkat sepeti fenomena gunung es. Sebetulnya banyak yang terdeteksi tapi karena minimnya informasi tentang TB, maka banyak yang belum berobat. Oleh sebab itu, kita gencarkan terus informasi tentang TB dengan cara ketuk pintu. Harapannya, kita menemukan secara aktif ke masyarakat kalau ada yang bergejala ya langsung disarankan segera ke pelayanan kesehatan,” jelasnya. (mg29/zal/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen...

Setan Sembunyi

Surabaya tidak lagi hanya merah. Tapi merah kehitaman. Pertanda wabah Covid-19 kian mengkhawatirkan. Apalagi ada berita medsos yang agak ngawur sebelumnya: Surabaya bisa seperti Wuhan....

Religiusitas dan Kedekatan Didi Kempot dengan Kaum Santri (13)

Ada sejumlah lagu Didi Kempot yang memperlihatkan sisi religiusitas maestro campursari itu, termasuk satu di antaranya yang belum sempat dirilis. Menurut para sahabat, yang...

Luka Lama

Semua bisa merasakan: betapa irinya Trump. Iri kepada Putin. Iri kepada Xi Jinping. Iri pada kekuasaan mereka berdua. Yang tidak dimiliki oleh seorang Presiden Amerika. Betapa gemes tangan...

Baru Kali Ini Ada Yang Sampai Naik Pohon buat Joget (12)

Sembilan lagu Didi Kempot berhasil menggoyang panggung dan ribuan penonton Synchronize Fest 2019 sampai pukul 1 dini hari. Sebenarnya sudah siap tampil di festival...

More Articles Like This

Must Read

Kesiapan Porprov Jadi Bahasan Utama

SEMARANG - Laporan hasil tim verifikasi KONI Jateng tentang kesiapan Kota Tegal sebagai penyelenggara Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2018 akan dipaparkan dalam Rapat Anggota...

107 CPNS Wonosobo Terima SK PNS

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO - Wajah ceria penuh kebahagiaan terpancar dari 107 calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang hadir di pendopo bupati. Secara resmi mereka telah...

Setelah 17 Tahun Laga Divisi Teratas Absen dari Bandar Lampung

Berbagai kelompok suporter bersatu dalam satu tribun, sementara satu stadion kompak bernyanyi sepanjang laga. Tiket Badak Lampung FC yang sama sekali tak dijual on...

Atasan Bukan Berarti Selalu Dilayani

Thomas menilai, saling menghormati dan menghargai antar sesama karyawan menjadi kunci dalam menciptakan atmosfer kerja yang nyaman. Tak terkecuali baginya. Menurut pria yang hobi...

Dua Perusahaan di Kawasan Industri Candi Berseteru

SEMARANG –Setelah sebelumnya dilakukan sidak oleh Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, dua perusahaan yang ada di Kawasan Industri Candi (KIC), Ngaliyan, Semarang tampaknya saling...

Saluran Air Tertutup Sampah

WONOSOBO – Hujan deras masih mengguyur kawasan Dieng, Senin (27/2). Curah hujan yang tinggi masih berdampak pada meluapnya air sungai ke jalan raya, meski...