33 C
Semarang
Rabu, 23 September 2020

Blangko Kurang, Pemohon Membeludak

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

MAGELANG–Masih ada 2,5 persen warga Kota Magelang dari 101.078 wajib pemilik Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) belum tergarap. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Magelang mengaku kehabisan blangko sejak November 2016 lalu.

Saat ini, cakupan kepemilikan e-KTP mencapai 97,5 persen. “Blangkonya habis, tapi kebutuhan meningkat terus,” kata Kepala Disdukcapil, Hartoko, kemarin, di kantornya.

Kebutuhan itu berdasarkan permintaan masyarakat. Baik umur yang telah mencapai 17 tahun atau KTP pemula, perubahan elemen data, dan perpindahan KTP lama (kertas) ke e-KTP. “Ada juga yang minta ganti, karena masa berlaku e-KTP sampai 2017,” ujarnya.

Selama tidak ada perubahan data, kata Hartoko, masa berlaku akan diperpanjang secara otomatis. Alias berlaku seumur hidup. Kejelasan itu termuat dalam UU No 24 Tahun 2003 perubahan atas UU No 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan.

Bunyinya, Pasal 101 poin C, bahwa e-KTP yang sudah diterbitkan sebelum UU tersebut, ditetapkan berlaku seumur hidup. Kemudian, diperjelas juga surat edaran (SE) Menteri Dalam Negeri (Mendagri) No 471.13/2051/Dukcapil yang diterimanya. “SE itu perihal penerbitan surat keterangan sebagai pengganti e-KTP maupun surat keterangan telah terdata di database,” ujarnya.

Fungsi surat keterangan setara dengan e-KTP. Sejauh ini, pihaknya sudah menerbitkan 4.600 surat keterangan, setelah pemohon melakukan perekaman data. “Tapi sampai saat ini, blangko e-KTP belum dikirim pusat. diperkirakan akhir April mendatang, sekitar 7 juta keping blangko baru akan dibagi ke seluruh kota dan kabupaten di Indonesia,” ujarnya yang hanya mendapat jatah sekitar 3.000 blangko.

Toh, ia mengaku masih kurang, jika jumlah itu dibandingkan dengan pemegang surat keterangan pengganti e-KTP sementara. “Pasti akan kurang lagi,” tandasnya, didampingi Kasi Pindah Datang dan Pendataan Penduduk, Disdukcapil Kota Magelang, Reta Kumalasari.

Sembari menunggu hingga kebutuhan terpenuhi, kata dia, pelayanan tetap berjalan normal. Baik penerbitan akta kelahiran, pengurusan Kartu Identitas Anak (KIA), maupun penerbitan surat keterangan e-KTP.

“Meski surat keterangan itu asli, beberapa masyarakat—khususnya dari instansi tertentu, meminta legalisiasi sebagai syarat mengikuti pendaftaran TNI dan Polri. Pengalaman di daerah lain, ada yang memalsukan surat keterangan.”

Pihaknya juga sedang gencar sosialisasi hingga tingkat kelurahan terkait pentingnya memiliki kartu identitas diri. Upaya ini untuk menyukseskan cakupan kepemilikan e-KTP di Kota Magelang. Sekaligus, persiapan menuju pemilihan gubernur. “Agar tercantum dalam daftar pemilihan tetap (DPT) dan bisa menggunakan hak suaranya.” (put/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Bangun Jaringan, Tak Peduli Kabel Semrawut

Penggunaan internet warga yang semakin meningkat, menjadi potensi pasar bagi setiap perusahaan penyedia jasa internet atau internet service provider (ISP). Mereka pun mulai membangun...

Jual 5 Ton Pisang per Hari

KAJEN - Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, Minggu (14/5) mengunjungi Pasar Doro, yang terletak di sebelah Teminal Doro, Kecamatan Doro, untuk memantau langsung pedagang buah...

Alfamart Sumbang Bola dan Donor Darah

SEMARANG - PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (SAT) pengelola ritel Alfamart bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) menggelar kegiatan dengan tema Sehati (Setetes...

Sambut Ramadan, Warga Lakukan Tradisi Kungkum

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Ribuan masyarakat mengikuti tradisi kungkum jelang puasa Ramadan di petilasan Joko Tingkir, Senjoyo, Kecamatan Tengaran Rabu (16/5). Masyarakat mulai membanjiri di...

Pramuka Eksis, Narkoba dan Separatis Habis

SALATIGA – Pramuka diharapkan bisa membendung berbagai perilaku negatif anak muda. Menurut Ketua Kwarcab Salatiga Muh Haris, jika kegiatan pramuka eksis, maka narkoba, hedonisme...

Kendala Guru dalam Mengikuti Program Keahlian Ganda

RADARSEMARANG.COM - IDIOM ganti menteri ganti kurikulum seakan menjadi hal yang biasa saat ini. Imbas pergantian kurikulum akan berdampak bagi guru. Salah satunya adalah...