33 C
Semarang
Jumat, 5 Juni 2020

Melongok Jemparingan di Balkondes Wringinputih

Jadi Daya Tarik Wisatawan untuk Mencintai Alam

Another

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen...

Setan Sembunyi

Surabaya tidak lagi hanya merah. Tapi merah kehitaman. Pertanda wabah Covid-19 kian mengkhawatirkan. Apalagi ada berita medsos yang agak ngawur...

Religiusitas dan Kedekatan Didi Kempot dengan Kaum Santri (13)

Ada sejumlah lagu Didi Kempot yang memperlihatkan sisi religiusitas maestro campursari itu, termasuk satu di antaranya yang belum sempat...

Balai ekonomi desa (Balkondes) Wringinputih, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, dilengkapi arena olahraga tradisional. Jenisnya panahan atau biasa disebut jemparingan.

JEMPARINGAN merupakan olahraga panahan. Yang membedakan, jemparingan terbuat dari bahan berupa bambu dan kayu. Jenis hiburan ini, melengkapi Balkondes yang ada. Sebelumnya, Balkondes hasil program BUMN ini, sudah ada bangunan utama untuk pertemuan, kemudian dilengkapi dengan musala dan kamar mandi.

Yang membedakan dari Balkondes lainnya di wilayah Kecamatan Borobudur, seluruh kerangka bangunan Balkondes memakai bambu. Sedangkan atapnya bukan genteng, melainkan dari daun rumput. Bagian belakang bangunan juga dilengkapi dengan lahan untuk berlatih jemparingan dengan jarak sasaran 50 meter.

Secara khusus, lahan untuk berlatih jemparingan ditinjau oleh Bupati Zaenal Arifin bersama sejumlah pejabat teras Pemkab Magelang. Pada kesempatan itu, orang nomor satu di lingkungan Pemkab Magelang bersama sejumlah pejabat lainnya, berlatih jemparingan.

Bupati Zaenal dampingi Asisten III Endra Wacana, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Haryono, Plt Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Iwan S, serta Camat Borobudur Nanda Cahya Pribadi. Setelah mendapatkan arahan dari Mangku Prayitno, dari Paseduluran Jemparingan Langenastra Yogyakarta, Bupati Zaenal beserta pejabat lainnya, tiga kali melesatkan anak panah.

Latihan jemparingan pun penuh canda dan tawa, mengingat mereka rata-rata baru sekali berlatih. Untuk itu, anak panah yang dilepaskan ada yang tidak sampai sasaran, bahkan meluncur hingga beberapa meter. Meksi begitu, ada juga anak panah yang persis mengenai sasaran dan terus mendapatkan applaus.

“Ini satu olahraga warisan budaya kita yang luar biasa. Jadi, bagaimana kita harus bisa memanah dengan baik, harus menyatukan diri kita, perasaan kita, hati kita dengan alam yang ada. Sehingga dengan menyatunya ini, kita bisa fokus pada satu titik dan ternyata kita harus banyak belajar, berguru dengan alam, sehingga rasa mencintai dengan alam akan muncul dengan baik,” kata Zaenal.

Terhadap jemparingan yang tengah dikembangkan Desa Wringinputih, Kecamatan Borobudur, Bupati Zaenal berharap, nantinya jemparingan akan terus dikembangkan. Mengingat jemparingan menjadi daya tarik wisatawan dan bisa mengolah rasa untuk mencintai alam. “Pemerintah Desa Wringinputih, Kecamatan Borobudur, akan bekerja sama untuk meningkatkan potensi ini. Apalagi, dipawangi seorang guru dari Yogyakarta yang sangat luar biasa. Ini merupakan kehormatan yang harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” kata Bupati Zaenal.

Sementara itu, pelatih Mangku Prayitno yang biasa disapa Mbah Dono menambahkan, latihan jemparingan di Wringinputih telah berlangsung sekitar sebulan. “Terus terang, tujuan kami untuk menularkan kepada warga masyarakat. Untuk nguri-uri budaya saja, kalau ada perlombaan kemudian menang itu hanya efeknya saja. Tapi, terutama untuk nguri-uri kebudayaan,” kata Mbah Dono datang dari Yogyakarta bersama Agung Sumedi.

Seorang peserta latihan jemparingan, Yustri, 28, warga Wringinputih mengaku ikut latihan dan sudah mencobanya selama seminggu. “Kami berharap dari latihan jemparingan ini, nantinya bisa memandu tamu yang berkunjung di Balkondes ini,” kata Yustri. (lutvie/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen...

Setan Sembunyi

Surabaya tidak lagi hanya merah. Tapi merah kehitaman. Pertanda wabah Covid-19 kian mengkhawatirkan. Apalagi ada berita medsos yang agak ngawur sebelumnya: Surabaya bisa seperti Wuhan....

Religiusitas dan Kedekatan Didi Kempot dengan Kaum Santri (13)

Ada sejumlah lagu Didi Kempot yang memperlihatkan sisi religiusitas maestro campursari itu, termasuk satu di antaranya yang belum sempat dirilis. Menurut para sahabat, yang...

Luka Lama

Semua bisa merasakan: betapa irinya Trump. Iri kepada Putin. Iri kepada Xi Jinping. Iri pada kekuasaan mereka berdua. Yang tidak dimiliki oleh seorang Presiden Amerika. Betapa gemes tangan...

Baru Kali Ini Ada Yang Sampai Naik Pohon buat Joget (12)

Sembilan lagu Didi Kempot berhasil menggoyang panggung dan ribuan penonton Synchronize Fest 2019 sampai pukul 1 dini hari. Sebenarnya sudah siap tampil di festival...

More Articles Like This

Must Read

Hadapi Pileg, PAN Rombak Pengurus DPC

DEMAK - DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Demak menargetkan bisa memperoleh minimal 5 kursi DPRD dalam pemilihan legislatif 2019 mendatang. Karena itu, dari 5...

Pentas Wayang Kulit di Desa Plobangan

WONOSOBO—Menyambut Suronan, Desa Plobangan Kecamatan Selomerto, berencana menggelar pentas wayang kulit pada Kamis (21/9) mendatang. Untuk itu, pihak desa  menggandeng Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi)...

Kesehatan Awak Angkutan Diperiksa

MAGELANG - Tim gabungan Kepolisian Resor Magelang Kota dan Dinas Perhubungan Kota Magelang memeriksa kesehatan sopir dan awak angkutan di Terminal Tidar dan kantor...

Bisa Tetap Eksis, Butuh Modal Besar

PATAH tumbuh hilang. Peribahasa itu sangat tepat digunakan untuk menggambarkan perkembangan rental studio musik di Kota Semarang. Meski banyak yang sudah tutup, namun banyak...

Hujan Deras, 1 Tewas

MUNGKID— Hujan deras yang mengguyur wilayah Pakis, Kabupaten Magelang pada Sabtu (11/11) lalu, memakan korban jiwa. Nurwadi, 28, warga Dusun Ketundan, Desa Ketundan, Kecamatan...

Aparatur Desa Harus Jadi Peserta Jaminan Sosial

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Aparatur pemerintahan desa diminta menjadi peserta jaminan sosial dalam hal ini BPJS Ketenagakerjaan. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dispermasdes) Kabupaten Semarang...