Karang Taruna Didorong Bentuk Kelompok Usaha

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

SEMARANG – Potensi Karang Taruna di berbagai daerah bisa dibilang kurang tergarap. Peran mereka sebatas menjadi panitia acara 17 Agustusan di kampung masing-masing. Melihat fenomena itu, Ketua Karang Taruna Jawa Tengah, Dede Indra Permana Sudiro mencoba membangkitkan karakter pemuda. Mengubah mindset Karang Taruna yang selama ini hanya mengurusi acara kampung, menjadi kelompok usaha.

“Menumbuhkan semangat wirausaha tanpa meninggalkan jiwa kebangsaan dan wawasan tentang nasionalisme,” katanya dalam Seminar Kebangsaan dan Kepemimpinan “Kepemimpinan Generasi Muda Mandiri yang Berjiwa Pancasila” di Wisma Perdamaian, Semarang, Senin (13/3).

Dalam seminar tersebut, pihaknya sengaja mengundang Presdir Dafam Group, Bily Dahlan untuk berbagai informasi seputar perintisan usaha. Menurutnya, Bily punya kisah inspiratif membangun usaha. “Ilmu itu bisa ditularkan ke teman-teman Karang Taruna,” imbuhnya.

Dijelaskan Dede, setelah seminar, akan ada pelatihan yang dikemas dalam pendidikan kewirausahaan. Ada juga bantuan alat kerja bagi Karang Taruna yang berniat mengembangkan usaha, sesuai dengan skill masing-masing. “Kami juga mengarahkan Karang Taruna bisa menjadi pendamping desa. Lagipula ada paparan dari Karang Taruna di beberapa daerah yang kegiatannya cukup menarik,: katanya.

Sementara itu, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo juga mengimbau pemuda Karang Taruna untuk mendampingi Kepala Desa mengembangkan daerah masing-masing. Bisa menentukan prioritas program, membantu pembangunan, hingga inovasi seperti memanfaatkan IT untuk mempromosikan potensi desa wisata. “Kan ada dana desa. Itu bisa dimanfaatkan. Tapi bukan mengelola, hanya sebatas menjadi pendamping desa,” tegasnya.

Karang Taruna juga diharapkan mampu memetakan situasi sosial dan kultur budaya. Apa yang bisa mereka perbuat agar bisa berkembang. “Nanti bisa dikonsultasikan ke Karang Taruna atau pemerintah. Mereka bikin sisipan program yang baik, nanti kami fasilitasi,” cetusnya. (amh/ric)

 

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -