33 C
Semarang
Rabu, 12 Agustus 2020

KPK Didesak Bertindak Tegas

Jelang Sidang E-KTP, Ganjar Tak Khawatir

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG – Divisi Korupsi, Politik, dan Anggaran Komite Penyelidikan dan Pemberantasan Korupsi Kolusi Nepotisme (KP2KKN) Jateng, Rony Maryanto meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berani menguak siapa saja nama-nama besar di balik dugaan kasus korupsi berjamaah e-KTP tahun anggaran 2011-2012. Termasuk bertindak tegas jika Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, yang saat itu menjabat Wakil Ketua Komisi II DPR RI, terbukti terlibat.

Menurutnya, KPK sekarang masih terlalu hati-hati dalam bertindak. Tidak seberani KPK periode sebelumnya. Dia mendesak lembaga antirasuah itu berani mengungkap kasus dugaan korupsi senilai lebih dari Rp 2 triliun tersebut secara tuntas. ”Siapa pun orangnya, dari partai apa pun, harus ditindak tegas,” ucapnya.

KPK wajib membongkar mata rantai siapa saja yang terlibat. Tapi tidak boleh asal comot. Perlu investigasi mendalam. Sebab dalam pengadaan e-KTP senilai Rp 6 triliun saat itu, seluruh DPR RI terlibat dalam pembahasan. Tapi tidak semuanya terlibat dalam proyek ini. ”KPK harus bisa menelisiknya. Jangan sampai salah tangkap,” ucapnya.

Dia pun meminta KPK untuk mencatat nama-nama yang diucapkan saksi saat sidang di pengadilan. Sebab, sejumlah nama tersebut bisa menjadi senjata untuk mengungkap aktor-aktor lain dalam kasus ini. Termasuk, jika nantinya Ganjar terbukti cukup kuat dalam keterlibatan dugaan kasus korupsi, bisa jadi dinaikkan statusnya menjadi tersangka.

Menurutnya, meski orang nomor satu di Jateng ini ditetapkan sebagai tersangka, tidak akan berpengaruh terhadap masyarakat Jateng. ”Soalnya, masa kepemimpinan gubernur kan tinggal satu tahun lagi. Jadi tidak akan ada pengaruhnya,” katanya.

Selain itu, pihaknya yakin penetapan tersangka tidak serta-merta dikeluarkan ketika ada bukti. Pasti ada pertimbangan untuk mengundur hingga masa jabatan gubernur berakhir. ”Trennya sudah seperti itu,” imbuhnya.

Sementara itu, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo mengaku tidak khawatir dengan tudingan bahwa dirinya terlibat dalam kasus dugaan korupsi e-KTP. Dia sudah menjelaskan semua informasi yang diketahui.

Dia pun menampik tuduhan telah menerima uang haram dari penerapan e-KTP. Dijelaskan, ketika diperiksa KPK sebagai saksi beberapa waktu lalu, dia dikonfirmasi dengan pihak pemberi uang haram tersebut.

”Disebutkan ada beberapa nama pimpinan komisi yang menerima uang. Dari PDIP, ada nama Ganjar dan Arif Wibowo. Kan tidak mungkin pimpinan komisi dari satu partai. Itu tidak masuk akal,” tegasnya.

KPK mengisyaratkan adanya 14 nama besar yang akan muncul dalam sidang kasus e-KTP yang akan digelar Kamis (9/3). Namun KPK belum merinci nama-nama tersebut. Pimpinan KPK, Agus Rahardjo sempat mengatakan, dalam dakwaan kasus e-KTP nanti akan ada nama-nama besar yang akan muncul. Nama-nama tersebut sempat menjalani pemeriksaan di Gedung KPK. ”Ada 23 orang anggota DPR yang kita panggil juga, tapi tidak semuanya hadir, yang hadir sekitar 15 orang dalam pemeriksaan di penyidikan,” ungkapnya. (amh/ric/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Siap Berlaga di Asian Games

ATLET sepatu roda asal Semarang, Denta Iswara Kiranasari, kini masuk atlet pelatnas Asian Games 2018. Dara kelahiran Kediri, 25 Juni 1994 ini mengaku, sejak...

PKB Ingin Duetkan Marwan-Sudirman

SEMARANG - Ketua umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin serius ingin menduetkan dua mantan menteri di era Jokowi di Pilgub...

Model Ujian Tak Membebani Siswa

WONOSOBO - Model ujian yang diterapkan saat ini dinilai sudah tepat oleh kepala SMPN 2 Wonosobo Ellna Amperawati. Pasalnya, ujian tak lagi membebani psikis...

Rajin Silaturahmi Pondok, Kini Jadi Sekhermania

Bukan rahasia lagi jika Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dekat dengan tokoh agama dan ulama di Jateng. Ganjar kerap terlihat bersama dengan ulama baik...

Salib Raksasa dengan 2.017 Lilin Masuk Leprid

SEMARANG — Perayaan Paskah identik dengan lilin sebagai lambang kebangkitan Yesus dari kematian. Ada yang unik di dalam Gereja Santo Ignatius Krapyak dalam perayaan...

Kenang Masa Kuliah Sambil Kerja

SALATIGA--Upaya maksimal telah dilakukan Asisten Penghubung Komisi Yudisial (PKY) Jateng Muhammad Farhan sejak masa kuliah. Bapak satu anak ini harus bekerja sembari kuliah saat...