33 C
Semarang
Minggu, 7 Juni 2020

Terminal Tipe B Perlu Dibenahi

Another

Didi Kempot Itu Nganggo Rasa dalam Memilih Kata (17)

Didi Kempot berperan penting melambungkan musik campursari serta meluaskan pemakaian bahasa Jawa, khususnya ngoko. ”Koder” dalam Sekonyong-konyong Koder contoh...

Didi Kempot: Bisa Tampil di Acaranya Mahasiswa Saja Saya Sudah Senang (16)

Di Jogjakarta, Didi Kempot berkonser, berkolaborasi, dan bertemu anak muda Papua yang fasih menyanyikan lagu-lagunya. Artis besar yang sama...

Kenangan dan Kesan Tak Terlupa Bekerja Bareng sang Legenda

Yuni Shara antusias saat ditawari berduet dengan Didi Kempot meski akhirnya tak sempat bertemu sampai selesai rekaman. Soimah juga...

SEMARANG – Pemprov didesak bisa memaksimalkan peralihan kewenangan 24 Terminal tipe B di Jateng. Saat ini masih belum ada inovasi yang dilakukan untuk melakukan standarisasi terminal serta fasilitas. Sebab, fungsinya semakin meningkat karena sudah dikelola Pemprov Jateng dan sudah melayani kendaraan umum antar kota dalam provinsi.

Anggota Komisi D DPRD Jateng, Kartina Sukawati mengatakan, tidak ada aturan standarisasi membuat keberadaan terminal tipe B kurang maksimal. Padahal, pengambilalihan kewenangan dari kabupaten/kota ke provinsi untuk meningkatkan dan memaksimalkan pelayanan masyarakat. “Kami di Komisi D DPRD Jateng sudah melakukan kunjungan langsung. Secara fisik masih belum ada perubahan,” katanya.

Ia menambahkan, harusnya ada regulasi khusus untuk mengatur hal-hal yang seharusnya menjadi standarisasi terminal tipe B. Mulai dari status lahan, cakupan luas wilayah, alih fungsi terminal, penataan fungsi bangunan, harga sewa ruko per bulan, penempatan agen tiket dan lain sebagainya. “Karena ini nanti muaranya untuk memberikan pelayanan masyarakat dan memberikan pendapatan asli daerah (PAD) yang maksimal ke provinsi,” ujarnya.

Politisi Demokrat ini berharap Pemprov membangun percontohan terminal tipe B di Jateng. Mulai dari pembenahan sarana prasarana, sampai pelayanan kepada masyarakat harus diutamakan. Mengingat, fungsi terminal tipe B semakin meningkat dan bisa untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah di Jateng. “Ada 24 terminal yang dikelola Pemprov, jika dimaksimalkan jelas akan memberikan dampak positif bagi Jateng,” tambahnya.

Pemprov mulai mengambilalih pengelolaan terminal tipe di Jateng sejak 1 Januari 2017. Dari 46 terminal di 26 kabupaten/kota Pemprov lewat keputusan Gubernur Jawa Tengah No 551.22/57 hanya mengambilalih 24 terminal tipe B.  Sesuai dengan peraturan Menteri Perhubungan No 132/2015 mengenai penyelenggaraan terminal angkutan jalan, terminal dibagi tipe A, B dan C. Terminal Tipe A dikelola oleh kementerian untuk kendaraan umum antar kota antar provinsi (AKAP). Tipe B dikelola pemprov, melayani antar kota dalam provinsi. Sedangakan tipe C dikelola pemkab/pemkot melayani kendaraan umum angkutan perkotaan atau pedesaan ”Tipe B dikelola pemprov, melayani antar kota dalam provinsi. Jadi fasilitas dan pelayanan harus ditingkatkan,” tegasnya. (fth)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Didi Kempot Itu Nganggo Rasa dalam Memilih Kata (17)

Didi Kempot berperan penting melambungkan musik campursari serta meluaskan pemakaian bahasa Jawa, khususnya ngoko. ”Koder” dalam Sekonyong-konyong Koder contoh...

Didi Kempot: Bisa Tampil di Acaranya Mahasiswa Saja Saya Sudah Senang (16)

Di Jogjakarta, Didi Kempot berkonser, berkolaborasi, dan bertemu anak muda Papua yang fasih menyanyikan lagu-lagunya. Artis besar yang sama sekali nggak ”ngartis”. ANA R.D.-LATIFA N.,...

Kenangan dan Kesan Tak Terlupa Bekerja Bareng sang Legenda

Yuni Shara antusias saat ditawari berduet dengan Didi Kempot meski akhirnya tak sempat bertemu sampai selesai rekaman. Soimah juga terus ingat satu nasihat dari...

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen sampai presiden. T.M. BAYUAJI-K. ULUM, BAYU...

Setan Sembunyi

Surabaya tidak lagi hanya merah. Tapi merah kehitaman. Pertanda wabah Covid-19 kian mengkhawatirkan. Apalagi ada berita medsos yang agak ngawur sebelumnya: Surabaya bisa seperti Wuhan....

More Articles Like This

Must Read

Wisata Batang Dipromosikan di Keris Jateng BI 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Berbagai langkah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Batang untuk promosi wisata. Salah satunya dengan program Keris Jateng Central Java Ekonomik, Trade Investment...

Siapkan Software untuk Pra-UNBK

"Dengan pra-UNBK, hanya butuh 2 ruangan, karena waktu pelaksanaan dibagi beberapa sesi.” AGUS SUJITO - Kabid Dikdas Dinas P dan K Magelang RADARSEMARANG.COM, MAGELANG — Ujian...

Lebih Bagus Jadi Taman

RADARSEMARANG.COM - NAMA Bundaran Bubakan cukup melegenda. Bundaran yang di tengahnya terdapat kolam dan air mancur itu merupakan pertemuan 5 jalan besar, yakni Jalan...

Wali Kota: Tak Ada Biaya Tambahan Selain ONH

SEMARANG - Penambahan kuota jamaah haji 2017 disambut gembira oleh masyarakat Kota Semarang. Guna persiapan tersebut, Pemkot Semarang mengundang para calon jamaah haji dalam...

Target Pajak Kendaraan Bermotor Rp 50 M

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA - Wajib Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Kota Salatiga kini bisa manfaatkan layanan mobil Samsat Keliling. Mobil pinjam pakai dari Pemkot Salatiga kepada...

Sekeluarga Tinggal di Bekas Kandang Sapi

SALATIGA- Pramono, 38, warga Suko RT 09 RW 07, Kelurahan Sidorejo Lor, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga hidup dalam kondisi memprihatinkan. Ia tinggal bersama keempat...