33 C
Semarang
Selasa, 26 Mei 2020

Enam Toko Modern Akan Disegel

Another

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya...

UNGARAN–Sebanyak enam toko modern terancam akan ditutup paksa oleh pihak Satpol PP dan Kebakaran Kabupaten Semarang. Hal itu dikatakan oleh Plt Kepala Satpol PP Kabupaten Semarang, Much Risun usai menutup paksa satu dari enam toko modern tersebut di Jalan Gatot Subroto Ungaran, Senin (6/3) kemarin. “Hari ini, kami menutup toko modern di Jalan Gatot Subroto,” ujar Risun.

Penutupan dilakukan lantaran pihak pengusaha toko modern melanggar Perbub (Peraturan Bupati) Nomer 72/2015. Dimana selisih jarak berdirinya toko modern tersebut kurang dari 500 meter dengan pasar tradisional Bandarjo.

“Ini merupakan tindak lanjut dari berapa surat kita terdahulu, bahwa toko modern di Bandarjo ini telah melanggar ketentuan Perbub tentang penataan toko modern,” katanya.

Selain melanggar Perbub, kepimilikan IMB (Izin Mendirikan Bangunan) dan HO (Gangguan) tidak sesuai dengan peruntukan. Dimana IMB dan HO toko modern dari CV Suka Belanja tersebut diperuntukan untuk toko kelontong. “IMB dan HO juga tidak sesuai dengan peruntukannya, di mana toko modern ini izinnya digunakan untuk toko kelontong,” ujarnya.

Sebelum dilakukan penutupan, pihak Satpol PP juga sudah melayangkan surat teguran sebanyak tiga kali. Namun hal itu tidak digubris oleh pemilik toko modern yang berada di Jalan Gatot Subroto Ungaran tersebut. “Tidak ada respon, dan sampai hari ini masih ada aktivitas sehingga kita tutup paksa,” katanya.

Sedangkan, lima toko modern yang lain diketahui tidak memiliki IUTS (Izin Usaha Toko Modern). “Meski mereka (kelimanya) sudah memiliki IMB dan HO, tetapi tetap masuk ke dalam catatan kami karena tidak memiliki IUTS,” katanya.

Namun, Risun tidak menjelaskan secara rinci dimana letak kelima toko modern itu. Dikatakan Risun, saat ini dengan adanya Perbub tersebut memang sering tidak diperhatikan oleh pengusaha toko modern di Kabupaten Semarang. Sehingga pihaknya tidak akan segan menyegel paksa toko modern lain yang saat ini tidak memiliki perizinan yang lengkap.

Dikatakan Risun, saat ini pihaknya juga tengah berkoordinasi dengan Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (BPMPPT) Kabupaten Semarang. “Untuk mencari tahu mana saja yang perizinannya belum lengkap,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Toko dari toko modern tersebut, Afifudin, 19, mengaku tidak tahu-menahu perihal perizjinan. “Saya tidak tahu, tahunya saya hanya diminta mengoperasikan,” ujarnya. (ewb/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat musiknya mulai terasah, juga kegemarannya...

Dari Cidro sampai Ojo Mudik: Mengenang Hidup dan Karir Didi Kempot (1)

Dengan segala popularitasnya, Didi Kempot tak pernah repot dengan riders tiap kali manggung. Meninggalkan satu lagu lagi bertema virus korona. ANTONIUS CHRISTIAN, Solo-DUWI SUSILO, Ngawi, Jawa...

More Articles Like This

Must Read

Ratusan Ibu Muda Test IVA

RADARSEMARANG.COM, KAJEN-Ratusan ibu muda di Kabupaten Pekalongan melakukan pemeriksaan deteksi dini kanker leher rahim melalui metode Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) Test dan Sadanis...

Kesenian Kuda Lumping Menggeliat di Era Ganjar

TEMANGGUNG- Jathilan atau kuda lumping para masa gubernur terdahulu, sempat disebut kesenian terburuk di dunia. Namun di era Gubernur Ganjar Pranowo pamor kesenian jaran...

Dekatkan Pemimpin dengan Rakyat

WONOSOBO - Seperti tahun-tahun sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonosobo menggelar tarawih keliling ke desa-desa selama bulan puasa. Ada 8 kelompok silaturahmi Pemkab yang melaksanakan...

Posko Peduli Rob

RADARSEMARANG.COM - SEJUMLAH relawan membungkus bingkisan di Posko Peduli Bencana Trimulyo Tanggap Bencana, Rabu (7/2).Bantuan berupa sembako mulai berdatangan dari sejumlah instansi dan komunitas...

5 Siswi Pesta Miras Bersama 7 Laki-laki

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Petugas Kepolisian Sektor (Polsek) Tugu meringkus 12 pelajar saat sedang asyik pesta minuman keras (Miras) di belakang sebuah bengkel, Jumat (29/12)...

Relaksasi LTV Untungkan Generasi Milenial

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Kebijakan relaksasi LTV (Loan to Value) dinilai menguntungkan para generasi milenial maupun perorangan yang berbisnis jual beli rumah. Hal tersebut diharapkan dapat menggairahkan...