33 C
Semarang
Senin, 3 Agustus 2020

Dipungut Tarif Berlebih, Laporkan ke Dishub

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

MAGELANG – Pemkot Magelang menaikkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor perparkiran. Pada 2016 dengan target Rp 548,5 juta, realisasi Rp 590,5 juta. Tahun ini target menjadi Rp 605,9 juta.

“Target ini, optimistis tercapai,” kata Kabid Lalu Lintas dan Perparkiran, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Magelang, Chandra Wijatmiko, Kamis (2/3).

Ia mengaku, peningkatan target sudah melalui kajian, seiring adanya peningkatan penggunaan ruang parkir. Selain itu juga ada pertumbuhan lokasi parkir baru. “Saat ini ada 33 ruas jalan yang dimanfaatkan untuk lokasi parkir dengan 176 titik parkir,” ujarnya mewakili Kepada Dishub Kota Magelang, Suryantoro.

Ia merinci, tarif retribusi parkir di tepi jalan umum digolongkan berdasarkan zonasi. Zona satu di sekitar jalan protokol, sepeda motor dikenakan Rp 1.000, mobil sedan hingga kendaraan bermotor roda tiga Rp 2.000. Untuk truk dan bis sedang atau sejenisnya ditarik Rp 3.000 dan kereta gandengan, bis besar, truk besar dan atau kendaraan berat lainnya Rp 6.000.

Sedangkan di zona dua atau tempat tertentu seperti di sekitar gedung olahraga (GOR), sepeda motor ditarik Rp 1.000, mobil kecil Rp 4.000, kendaraan sedang Rp 6.000 dan kendaraan berat Rp 8.000.

“Kami mengimbau agar juru parkir menarik sesuai dengan ketentuan. Masyarakat juga harus tahu, saat membayar uang parkir itu bukan untuk menyewa lahannya, tapi untuk membayar jasa,” ungkapnya.

Karenanya, jika ada juru parkir yang menarik di luar ketentuan, masyarakat bisa langsung menegur juru parkir atau melaporkan ke Dishub. “Sejauh ini belum ada laporan resmi ke ke kami soal parkir, tapi kalau laporan dari media sosial ada. Salah satunya kena parkir ilegal,” imbuhnya.

Sebelum parkir, hendaknya masyarakat melihat kelengkapan seragam juru parkir resmi. Meliputi rompi, tanda pengenal, karcis dan tongkat senter seperti safety baton saat malam hari. Tujuannya, meminimalkan kejadian yang merugikan pemilik kendaraan.

“Kalau tidak diberi karcis, bisa ditanyakan. Dan kalau seragamnya tidak lengkap, jangan parkir di situ. Ini mengantisipasi pungutan liar dan parkir ilegal.” Meminta tanda bukti parkir juga menjadi kewajiban pemilik kendaraan yang akan menggunakan jasa parkir. (put/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Sehari Seminggu

Banyak yang menyarankan, saya harus istirahat menulis sehari dalam seminggu. Untuk edisi Minggu, katanya, bisa dibuat agak berbeda: misalnya khusus untuk menjawab komentar-komentar pembaca....

Gandeng Psikolog Profesional, Berikan Solusi dengan Gratis

Mahasiswa Psikologi Universitas Islam Sultan Agung Semarang (Unissula) menciptakan Aplikasi Android Lift Up. Yakni, aplikasi yang berisi tentang informasi dan prevensi kesehatan mental yakni...

UKSW Gelar Seminar Pendidikan Karakter

SALATIGA - Program studi Bimbingan Konseling Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) bekerja sama dengan Pengurus Daerah Asosiasi Bimbingan...

Ribuan Jamaah Syawalan di Wonobodro

RADARSEMARANG.COM, BATANG - Ribuan jamaah KH Ahmad Syaifudin dari berbagai daerah menggelar Halalbihalal dan merayakan Syawalan di Masjid An Nur Desa Wonobodro, Kecamatan Blado,...

Kemeriahan Aksi Duo DJ Juicytrax

SEMARANG - Suguhan musik kelompok duo Disc Jockey (DJ) Juicytrax mampu memecahkan kemeriahan pergelaran Authenticity De Faculty Dance Festival, di E Plaza Semarang, Senin...

Pasar Rakyat Grebeg Besar Ajang Promosi Potensi Lokal

DEMAK-Pasar Rakyat Grebeg Besar di Lapangan Tembiring resmi dibuka Wakil Bupati (Wabup) Joko Sutanto, Sabtu malam (19/8) kemarin. Event tahunan pasar rakyat yang dikelola...