PAD akan Berkurang Rp 500 Juta

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

SALATIGA – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Salatiga dipastikan akan berkurang dibandingkan tahun sebelumnya. Hal itu dikarenakan diambil alihnya pengelolaan terminal bus Tingkir oleh pemerintah pusat. Tahun 2016, PAD Kota Salatiga mencapai Rp 194.187.900.890.

Tidak hanya PAD yang diprediksi berkurang, pegawai di Dinas Perhubungan Kota Salatiga juga telah menyusut seiring pindah statusnya 13 orang dari PNS Pemkot menjadi PNS pusat. “Terhitung sejak Januari tahun 2017, seluruh terminal tipe A diambil alih pengelolaannya oleh pemerintah pusat dan jika tipe B dikelola provinsi. Kebetulan terminal Tingkir Salatiga masuk tipe A sehingga kini dikelola pemerintah pusat,” jelas Kepala Dinas Perhubungan Ady Suprapto, Rabu (1/3).

Implikasi dengan pindahnya pengelolaan terminal, seluruh pengembangan sarana dan prasarana hingga pelayanan di terminal kini dikelola oleh pusat. Namun, PAD kota Salatiga dari retribusi terminal akan hilang dan besarannya kisaran Rp 500 juta per tahun. Namun Ady menyatakan, itu bukan permasalahan karena semua sama–sama masuk ke kas negara.

Berkait dengan berkurangnya tenaga, Ady mengakui sangat memerlukan tambahan tenaga muda yang terampil. Pasalnya, staf yang dipimpinnya hanya tinggal kisaran 40 orang dan sebagian besar sudah berumur. “Yang muda–muda, banyak yang mutasi menjadi PNS pemerintah pusat. Akibatnya, Dishub sangat kekurangan tenaga,” jelas pria berkacamata itu. Dampak yang terlihat adalah, tidak adanya pegawai Dishub yang membantu pengamanan jalan jika pagi hari di jalan – jalan protokol.

Terpisah, wakil ketua DPRD Kota Salatiga Fathur Rahman membenarkan penarikan pengelolaan tersebut. Kendati demikian, ia berharap akan berdampak positif, antara lain terminal diperbaiki dan menjadi besar dan ditambah berbagai sarana penunjang sehingga makin meramaikan kota Salatiga. “Harapannya tentu terminal diperbaiki oleh pusat dan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang sehingga bisa meramaikan kota Salatiga dan membawa dampak pertumbuhan ekonomi yang signifikan,” jelas pria yang akrab disapa Maman itu. (sas/ton)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -