33 C
Semarang
Jumat, 5 Juni 2020

Warga Bertahan di Tempat Pengungsian

Another

Kenangan dan Kesan Tak Terlupa Bekerja Bareng sang Legenda

Yuni Shara antusias saat ditawari berduet dengan Didi Kempot meski akhirnya tak sempat bertemu sampai selesai rekaman. Soimah juga...

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen...

Setan Sembunyi

Surabaya tidak lagi hanya merah. Tapi merah kehitaman. Pertanda wabah Covid-19 kian mengkhawatirkan. Apalagi ada berita medsos yang agak ngawur...

KENDAL—Ratusan warga korban banjir bandang Dukuh Kenjuran, Desa Purwosari, Kecamatan Sukorejo masih bertahan di tempat pengungsian. Kendati banjir sudah surut sejak Senin (27/2) lalu. Mereka beralasan, kondisi rumah pascabanjir masih dipenuh lumpur. Sedikitnya 350 warga tinggal di rumah warga yang kosong dan masjid Masjid Baitul Falah desa setempat.

Menurut Abdul Rokhim, Ketua RT 15 RW 04 hingga kemarin, bantuan yang mengalir kepada para korban terus berdatangan. Baik bantuan pakaian, makanan dan obat-obatan. Selain dari pemerintah, bantuan juga mengalir dari berbagai instansi baik kantor perusahaan, lembaga, yayasan maupun perseorangan.

Namun, katanya, sejak mengungsi Minggu (26/2) lalu, warga mulai banyak yang sakit. Seperti mengalami kulit gatal-gatal, perut mual, muntah-muntah, kepala pusing, demam dan masuk angin.

Hal senada dikatakan Setriyah, 36, warga lainnya. Ia menambahkan jika rumah tempat tinggalnya hancur setelah diterjang banjir lumpur. Bahkan, dirinya tak bisa menyelamatkan barang-barang berharga miliknya.

“Kami bersama dua anak dan suami langsung menyelamatkan diri. Begitu melihat rumah hanyut terbawa banjir. Bahkan, semua pakaian tidak ada yang bisa terselamatkan termasuk seragam sekolah anak kami,” kata Setriah sambil meneteskan air mata.

Dia mengungkapkan, pascamusibah banjir bandang, kedua anaknya tidak bisa masuk sekolah. Ia pun tidak bisa memikirkan anaknya untuk bersekolah. Yang terpikir olehnya saat ini adalah mecari tempat tinggal. “Rumah saya hancur dan hanyut. Kami sudah tidak punya apa-apa lagi. Tinggal baju ini yang masih menempel. Ada bantuan pakaian, itupun hanya sekedarnya. Kami sangat butuh tempat tinggal,” tuturnya

Dirinya berharap, pemerintah bisa memberikan bantuan sarana kebutuhan hidup. “Syukur-syukur pemerintah bisa membangunkan tempat tinggal untuk kami. Melihat anak-anak kami yang masih kecil dan ingin sekolah,” keluhnya.

Kepala Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kendal, Sigit Sulistyo mengatakan bahwa dari beberapa dinas terkait, baik Dinas Kesehatan, Dinas Sosial serta lainnya, sudah mulai mendistribusikan berbagai keperluan yang dibutuhkan para pengungsi sejak kemarin sore.

“Ada sekitar 350 personel baik, dari BPBD Jateng, BPBD Kendal, TNI/Polri, Dinas Kesehatan, Dinsos, serta puluhan relawan dari berbagai organisasi. Bahkan, relawan dari Temanggung dan Batang juga ikut membantu warga,” kata Sigit. (bud/ida)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Kenangan dan Kesan Tak Terlupa Bekerja Bareng sang Legenda

Yuni Shara antusias saat ditawari berduet dengan Didi Kempot meski akhirnya tak sempat bertemu sampai selesai rekaman. Soimah juga...

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen sampai presiden. T.M. BAYUAJI-K. ULUM, BAYU...

Setan Sembunyi

Surabaya tidak lagi hanya merah. Tapi merah kehitaman. Pertanda wabah Covid-19 kian mengkhawatirkan. Apalagi ada berita medsos yang agak ngawur sebelumnya: Surabaya bisa seperti Wuhan....

Religiusitas dan Kedekatan Didi Kempot dengan Kaum Santri (13)

Ada sejumlah lagu Didi Kempot yang memperlihatkan sisi religiusitas maestro campursari itu, termasuk satu di antaranya yang belum sempat dirilis. Menurut para sahabat, yang...

Luka Lama

Semua bisa merasakan: betapa irinya Trump. Iri kepada Putin. Iri kepada Xi Jinping. Iri pada kekuasaan mereka berdua. Yang tidak dimiliki oleh seorang Presiden Amerika. Betapa gemes tangan...

More Articles Like This

Must Read

Akhirnya Gulung Tikar, Beralih Bisnis Online

Perkembangan teknologi telah memberikan kemudahan bagi banyak orang untuk membaca buku dalam bentuk elektronik melalui gadgetnya. Tak dipungkiri, hal itu membuat buku konvensional ditinggalkan. RADARSEMARANG.COM...

Kiai Ahmad Rifa’i, Ulama yang Bergelar Pahlawan

KENDAL— Pendiri organisasi kemasyarakatan Rifa'iyyah yakni KH Ahmad Rifa'i merupakan salah satu ulama yang bergelar pahlawan nasional. Gelar pahlawan nasional lantaran ia gigih melawan penjajahan...

Ingatkan Kecelakaan, Bangun Monumen

MAGELANG—Satlantas Polres Magelang, Sabtu (30/9) lalu meresmikan monumen peringatan kecelakaan lalu lintas di bahu jalan Magelang-Semarang, Kecamatan Secang. Kasat Lantas Polres Magelang, AKP Didi Dewantoro,...

Tanamkan Nilai-Nilai Pancasila dalam Pembelajaran Abad 21

RADARSEMARANG.COM - DUNIA pendidikan di era digital dituntut mengikuti perkembangan zaman yang semakin kompetitif. Pendidik harus mewujudkan  pembelajaran yang berorientasi pada pembelajaran abad 21....

Karya Daur Ulang Limbah Siswa Dipamerkan

MAGELANG – Penilaian ujian praktik mata pelajaran (mapel) Prakarya dan Kewirausahaan di SMA Negeri 1 Muntilan terasa berbeda. Karya siswa kelas XII ditampilkan dalam...

Baznas Salurkan Beasiswa kepada  395 Siswa

PEKALONGAN - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Pekalongan menyalurkan dana beasiswa kepada 395 siswa SD/MI,SMP/MTs dan SMA/MA di Kota Pekalongan yang dinilai kurang...