Suket Bisa untuk Buat SIM dan SKCK

2289

UNGARAN–Masyarakat Kabupaten Semarang tak perlu risau dengan kegunaan surat keterangan (suket) pengganti kartu tanda penduduk (KTP) yang dikeluarkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil). Suket tetap bisa dimanfaatkan sebagai syarat permohonan pelayanan publik layaknya KTP, salah satunya di kantor pelayanan kepolisian.

“Tidak masalah, suket bisa untuk syarat pembuatan SIM (surat izin mengemudi) baru maupun perpanjangan,” ujar petugas informasi Satpas 1459 Polres Semarang, Bripka Budi, Senin (27/2) kemarin.

Pernyataan pihak kepolisian ini sekaligus menjawab keraguan sejumlah kalangan atas kegunaan suket pengganti KTP. Seperti yang sempat disampaikan Sunarso, 35, warga Tuntang saat mengajukan permohonan SIM C miliknya. “Awalnya sempat ragu, tapi ketika diberi penjelasan petugas terkait informasi bahwa suket Dispendukcapil bisa digunakan akhirnya pakai surat itu,” katanya.

Pelayanan kepolisian lain, yakni pembuatan surat keterangan catatan kepolisian (SKCK) juga cukup melampirkan suket pengganti KTP. “Tadi (kemarin, red) saya hanya melampirkan suket dari Dispendukcapil tetap dilayani petugas SKCK,” kata Ahmad, 24, warga Getasan.

Selain suket dari Dispendukcapil, KTP model lama berformat E-KTP dengan blanko berbahan seperti kertas, juga bisa digunakan di kantor pelayanan publik lain. Heri, 34, warga Kelurahan Susukan, mengaku KTP yang dikeluarkan Kecamatan Ungaran Timur dapat dijadikan syarat permohonan balik nama surat kendaraan bermotor. “Minggu lalu saya pakai KTP model lama tetap dilayani Samsat. Jadi memang fungsinya sama dengan E-KTP yang tebal, berbahan seperti plastik mika itu. Tidak ada masalah berarti. Saya kira kantor-kantor pelayanan sudah paham jika pemerintah kehabisan blangko E-KTP,” katanya.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Semarang Gunawan Wibisono mengatakan sudah mengeluarkan SE nomor 470/003027 tertanggal 3 Oktober 2016 tentang Surat Keterangan (Suket) sebagai Pengganti Sementara E-KTP di Kabupaten Semarang. SE tersebut sudah disebar ke kades/lurah, camat dan seluruh SKPD/instansi di Kabupaten Semarang. “Suket ini sama dengan E-KTP, sudah sah. Bisa untuk kepentingan pemilu hingga Pilkades, perbankkan, imigrasi, BPJS, pernikahan dan lain-lain,” katanya.

Dikatakan Soni (sapaan akrab Gunawan Wibisono), ketersediaan blangko E-KTP masih tergantung dengan proses lelang blangko di tingkat pemerintahan pusat yang molor akibat gagal lelang di awal tahun ini. “Kalau tidak ada halangan dan lelang blangko di tingkat pusat lancar, rencananya Maret ini akan didistribusikan ke masing-masing daerah di Indonesia,” katanya.

Soni menambahkan mereka yang sudah mendapat suket pengganti E-KTP berarti data kependudukannya sudah terekam. “Jadi kalau Maret blangko benar dikirim pusat, maka pemegang suket tinggal datang ke Dispendukcapil atau kecamatan untuk ambil E-KTP. Jadi tidak perlu rekam data kependudukan lagi,” katanya. (ewb/ida)