33 C
Semarang
Minggu, 27 September 2020

Lebaran, Tol Dibuka Satu Arah

Jalan Tol Batang-Semarang

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

SEMARANG – Jalan Tol Batang-Semarang sepanjang 74,2 Km dipastikan bisa dioperasikan saat mudik Lebaran tahun ini. Hanya saja, tol yang tengah dikebut pengerjaannya ini kemungkinan hanya difugsikan satu arah.

Kepala Bidang Pendanaan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Arif Haryono, mengatakan, tol Batang-Semarang sengaja dibuka untuk mengurangi kemacetan lalu lintas di jalur Pantura saat arus mudik. Hanya saja, kondisi fisik jalan tol masih belum sempurna, dan hanya bisa digunakan satu jalur saja.

Dijelaskan, saat arus mudik nanti dari arah Batang menuju Semarang yang hanya bisa dilalui kendaraan. Sebaliknya, saat arus balik, jalan tol baru dibuka dari Semarang menuju Batang.

”Tidak mungkin dua arah diterapkan sekaligus, karena proses pengerjaan masih belum selesai. Tol ini juga sebatas fungsional saja. Jadi, pengendara bisa lewat tanpa pengenaan tarif alias gratis,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (27/2).

Arif menuturkan, pengerjaan tol yang menjadi bagian Trans Jawa ini terkendala cuaca. Hujan yang turun nyaris setiap hari ini sangat mengganggu konstruksi. Sebab, tanah yang basah, dinilai rawan jika dikerjakan. Meski begitu, pihaknya optimistis bisa selesai tepat waktu sesuai target yang dipatok Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono yang bisa digunakan saat mudik Lebaran 2017.

Selain terkendala cuaca, pembebasan lahan juga menjadi batu sandungan percepatan pengerjaan jalan tol. Sebab, dari hitungannya, butuh dana sekitar Rp 5,8 triliun untuk untuk membayar lahan milik warga yang terkena dampak tol sepanjang 75 kilometer ini.

Padahal, pengadaan lahan jalan tol hanya disiapkan Rp 4,7 triliun yang bersumber dari Anggaran Pembangunan Belanja Negara (APBN). Tapi, seiring perjalanannya biaya itu kian bertambah seiring kebutuhan luasan lahan yang diperlukan. Untuk penambahan total biaya itu, pihaknya masih mempersiapkan penandatanganan amandemen biaya dari Rp 4,7 triliun menjadi Rp 5,8 triliun.

”Ketika pembebasan lahan sudah 70 persen, ternyata kebutuhan anggaran pembebasan lahan membengkak. Sekarang pengadaan lahan sudah hampir 100 persen,” cetusnya.

Dari lima seksi di ruas Semarang-Batang, total pengadaannya cukup bervariatif. Pada seksi I sudah 100 persen, seksi II mencapai 94 persen, seksi II sudah 46,09 persen, seksi IV sudah 33,27 persen, dan seksi V di kawasan Semarang mencapai 94 persen. ”Khusus seksi V di Semarang, anggaran pembebasan tanahnya mencapai Rp 2,7 triliun,” bebernya.

Dia mengakui, proses pengadaan lahan di ruas Semarang-Batang memang tidak terlalu berat. Kebanyakan warga terdampak tidak ada yang protes, karena sudah ada sosialisasi pembangunan tol jauh-jauh hari. Yang rumit hanya pembebasan tanah kas desa, tanah wakaf, tanah instansi, dan fasilitas umum (fasum). ”Tapi itu semua sudah klir. Warga juga mau merelakan tanah mereka karena sistemnya adalah ganti untung,” ucapnya.

Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Semarang, Jonahar, mengapresiasi langkah BPJT yang sangat cepat melakukan pembebasan lahan untuk ruas Semarang-Batang. ”Hari ini (kemarin, Red) kami berikan ganti untung kepada 17 warga Ngaliyan, Semarang dengan total ganti untung senilai Rp 18 miliar,” katanya.

Khusus jalan tol Trans Jawa dari Brebes hingga Sragen, ditargetkan selesai akhir 2017 mendatang. Dengan begitu, pengadaan lahan Batang-Semarang yang akan tersambung ruas Semarang-Solo harus dipercepat dengan maksimal.

”Kami optimistis Lebaran nanti  jalan tol Jakarta-Semarang sudah bisa dilalui. Total 94 persen lahan di Kota Semarang kini sudah terbebaskan. Maka Februari-Maret bisa selesai seluruhnya,” ujarnya.

Dia juga menyatakan dengan kerelaan warga melepas status kepemilikan tanah untuk tol, akan mempercepat pembangunan yang tujuannya melancarkan arus barang dan jasa.

Warga RT 1 RW 9 Tambakaji, Kecamatan Ngaliyan, Jajuri, yang warungnya terkena dampak tol mengatakan, penggantian yang diterimanya Rp 4 juta per meter. ”Luas tanah saya 150 meter persegi, saat ini bersiap mencari kontrakan untuk usaha lagi,” terangnya.

Dia mengaku untuk warga secara individu tidak ada masalah, tapi dia berharap agar status Masjid Baitul Mustafiri segera mendapat kejelasan.

Ditambahkan, berkas masjid yang berada di tanah wakaf tersebut sudah berada di KUA Ngaliyan. ”Kami minta Badan Wakaf Indonesia segera memproses berkas tersebut agar lokasi masjid baru segera ditentukan dan pembangunan masjid segera dilaksanakan,” harap Jajuri. (amh/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Jateng Bantu Rohingya Rp 256 Juta

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Pemprov Jateng menyerahkan bantuan yang dihimpun dari masyarakat dan berbagai lembaga di Jateng, untuk masyarakat Rohingya Myanmar. Yakni, berupa uang tunai sebesar Rp...