IP Turun, Bidikmisi Dicabut

614
KUNJUNGI RUMAH: Rektor Untidar Prof Cahyo Yusuf menyerahkan bantuan Bidikmisi kepada mahasiswa asal Wonosobo Destiyana Rahmaleta. (AHMAD ZAINUDIN/RADAR KEDU)
KUNJUNGI RUMAH: Rektor Untidar Prof Cahyo Yusuf menyerahkan bantuan Bidikmisi kepada mahasiswa asal Wonosobo Destiyana Rahmaleta. (AHMAD ZAINUDIN/RADAR KEDU)

WONOSOBO – Rektor Universitas Tidar (Untidar) Magelang Prof Cahyo Yusuf bersama jajaran melakukan monitoring dan evaluasi (monev) program Bidikmisi ke rumah salah satu penerima bidikmisi 2016, Destiyana Rahmaleta, warga kampung Betengsari, Jaraksari Senin (27/2). Kegiatan ini bertujuan agar program bisa tepat sasaran, terarah dan bisa mencapai hasil sebagaimana diharapkan. Selain monev, kunjungannya tersebut juga dimanfaatkan rektor untuk menyerahkan bantuan program bidikmisi secara simbolik kepada Destiyana.

Ia menjelaskan, Untidar pada 2017 memperoleh kuota bidikmisi sebanyak 300 mahasiswa. Sementara pada 2016 lalu memperoleh kuota sebanyak 304 mahasiswa. Dari kuota 304 di 2016, terdapat 10 mahasiswa asal Wonosobo. “Di 2017 kita punya kuota 300. Makanya tolong diinformasikan biar program baik ini nantinya bisa diakses siswa siswi Wonosobo yang ingin melanjutkan,” katanya.

Wakil Rektor II Hery Suroso menjelaskan, mahasiswa penerima Bidikmisi harus terus menjaga prestasinya selama di kampus. Apabila indeks prestasi turun hingga kurang dari 3,0, beasiswa yang diberikan itu terancam dicabut.

Setiap mahasiswa penerima bantuan Bidikmisi akan memperoleh uang SPP sebesar Rp 400 ribu/bulan atau Rp 2,4 juta/semester. Kemudian ada uang saku sebesar Rp 600 ribu/bulan yang diberikan tiap 6 bulan sekali. (cr2/ton)