Dua Balita Kembar Tewas Terpanggang

253

UNGARAN – Dua balita kembar bernama Attaya Sauqi (laki-laki), dan Allaya Meinanda (perempuan) berusia 3 tahun, tewas terpanggang di kamar rumahnya Dusun Gendang RT 02 RW 03, Desa Watuagung, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang. Peristiwa memilukan tersebut terjadi Senin (27/2) sekitar pukul 12.00 kemarin.

Penyebab kebakaran belum diketahui secara pasti. Namun beberapa saksi mengatakan jika kebakaran berawal dari dalam kamar rumah tersebut. ”Saat kebakaran, dua anak kembar itu berada di dalam kamar, dan pintu kamar terkunci dari dalam,” ujar Aryanto, 27, tetangga korban, kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Warga yang mencoba memadamkan kobaran api, tidak mengetahui jika di dalam kamar tersebut ada dua balita yang terjebak kebakaran. ”Saat api mulai membesar, kedua korban terkunci di dalam kamar hingga warga yang berusaha memadamkan api tidak mengetahui ada dua balita di dalam kamar,” katanya.

Kejadian bermula saat dua balita kembar tersebut sedang bermain di teras rumah. Kemudian Yahmi, 59, nenek korban, meminta mereka masuk ke kamar untuk tidur siang. Dua korban langsung ke kamar. Diduga pintu langsung dikunci dari dalam.

Selang 30 menit, tiba-tiba muncul api dari dalam tersebut. Sontak, hal tersebut membuat penghuni rumah menjadi panik. ”Saya dengar suara minta tolong dari tetangganya. Saat itu, saya melihat kobaran api muncul dari rumah korban bagian belakang,” katanya.

Menurutnya, peristiwa kebakaran yang merenggut nyawa dua anak Dwi Hariyanto tersebut sangatlah cepat. ”Ketika sejumlah warga mendobrak pintu kamar, ternyata dua bocah tersebut sudah terbakar, dan tewas dengan posisi tubuh telungkup,” ujarnya.

Yahmi tak kuasa menahan tangis melihat dua cucu kesayangannya tewas terpanggang di dalam kamar. ”Mereka (korban) sebelumnya memanjat pohon, lalu saya ajak pulang untuk tidur. Saya lalu mengepel dan keduanya menunggui. Tidak tahu kalau setelah itu mereka masuk kamar,” katanya.

Selesai membersihkan lantai, Yahmi lantas duduk tidak jauh dari kamar korban. ”Kurang lebih 15 menit listrik padam. Tidak tahu kemudian ada asap dan api di kamar mereka,” katanya.

Api mulai membesar dan ia pun berteriak meminta tolong. Mendengar teriakan itu, sejumlah warga langsung datang membawa ember berisi air dan mencoba memadamkan api. Selang 20 menit, api bisa dipadamkan.

Tak berselang lama, jajaran petugas Polres Semarang tiba di lokasi kejadian, dan segera melakukan pengamanan. Kedua korban langsung dievakuasi dari kamar, dan dilarikan ke RSUD Salatiga. Namun sayang nyawa kedua korban tidak tertolong.

Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Hartono, mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait peristiwa tersebut. Beberapa saksi mata sudah dimintai keterangan. ”Penyebab pastinya kebakaran masih kita selidiki. Para saksi sudah kita kumpulkan untuk dimintai keterangan,” katanya.

Pihak kepolisian langsung memasang police line di area kamar korban. (ewb/aro/ce1)