Sepakati Fasilitas Antar Jemput Anak

672
BELUM ADA KEPASTIAN RELOKASI: Suasana pertemuan Komite SD Ngaliyan 02, orang tua murid serta Paguyuban Masyarakat Klampisan di sekolah setempat. (Sheila Lestari/Jawa Pos Radar Semarang)
BELUM ADA KEPASTIAN RELOKASI: Suasana pertemuan Komite SD Ngaliyan 02, orang tua murid serta Paguyuban Masyarakat Klampisan di sekolah setempat. (Sheila Lestari/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Komite SD Ngaliyan 02, orang tua murid serta Paguyuban Masyarakat Klampisan Semarang menggelar pertemuan terkait relokasi sementara, Sabtu (25/2) di sekolah setempat. SD tersebut harus direlokasi karena terkena proyek tol Semarang-Batang.

Wakil sekolah, Wijayanti Sri Katon menuturkan, sosialisasi yang berkenaan dengan pengungsian sementara SD Ngaliyan 02 sudah disepakati. Selain transportasi serta jasa pengangkut barang saat proses pemindahan, pihak tol juga memberikan fasilitas mengantar gratis kepulangan anak sampai pada pos-pos yang telah ditentukan.

”Rapatnya berjalan lancar, orang tua setuju kita direlokasi sementara di sana, selain itu pihak tol juga memberikan fasilitas transportasi saat jam pulang kecuali anak tersebut diantar jemput,” katanya.

Meski pertemuan berjalan lancar, Wijayanti juga menuturkan ada beberapa orang tua murid yang memiliki pendapat berbeda seperti meminta fasilitas ojek gratis yang mengantar sampai rumah masing-masing. Akan tetapi usulan tersebut tidak mendapatkan persetujuan. Sebab angkutan kota dinilai lebih efisien karena dapat mengangkut banyak siswa serta dari segi keamanan juga lebih terjamin.

”Tadi ada usulan ojek gratis dari beberapa orang tua murid, tapi banyak yang tidak setuju sebab di sini medannya sudah tidak memungkinkan. Kalau hujan jalannya licin, kalau kemarau jalannya penuh debu sehingga membahayakan keselamatan anak-anak,” ungkapnya.

Sekitar 99 persen orang tua murid yang datang sudah menyetujui hasil rapat, Dinas Pendidikan Kota Semarang juga menyerahkan penuh kepada pihak sekolah. Namun sampai kapan batas waktu yang ditentukan untuk boyongan memang belum jelas.

”Kapan pindah belum tahu, yang pasti segera setelah suratnya keluar. Kita juga sudah siap karena barang-barang sudah dimasukkan ke kardus. Inginnya ya secepatnya sebab keadaan di sini juga sudah tidak nyaman jika digunakan untuk belajar mengajar,” paparnya.

Di tempat terpisah, salah satu orang tua murid M. Nasir membenarkan adanya pertemuan tersebut. Menurutnya, langkah yang diambil oleh pihak-pihak terkait dinilai tepat karena ada pertanggungjawaban meskipun ada perasaan kecewa lantaran bangunan sekolah yang baru belum tersedia.

”Perasan saya sebetulnya sedikit kecewa karena kemarin kan masih belum tahu anak-anak mau pindah kemana, setelah pertemuan tadi saya lega. Meski saya belum tahu gedungnya yang pasti di mana,” katanya. (mg29/ric/ce1)